Foto Jokowi Terjatuh di Kantor PDIP

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 07 Mei 2024 20:30 WIB

Foto Jokowi Terjatuh di Kantor PDIP

i

Foto yang beredar di media sosial, saat Edy Rahmayadi mendaftar sebagai bakal calon gubernur di kantor PDIP Sumut, Selasa (7/5/2024). Terlihat tidak ada foto Presiden Jokowi di atas banner.

Tak Dipasang di Ruang Rakor PDIP Sumut, Kecuali Gambar Garuda Pancasila dan Foto Wakil Presiden Ma'ruf Amin

 

Baca Juga: Megawati: Itu Koalisi Prabowo Sudah Rebutan Kursi

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Geger! Foto Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak terpampang di ruang rapat koordinasi (Rakor) PDIP Sumatera Utara (Sumut) saat Edy Rahmayadi , mendaftar sebagai bakal calon gubernur.

Foto yang ada di dinding bagian depan ruangan hanya terdapat Garuda Pancasila dan foto Wakil Presiden Ma'ruf Amin di sisi kiri. Sementara foto Jokowi yang seharusnya di sebelah kanan Garuda Pancasila, tidak ada.

Ruangan rakor berada di lantai 3 Kantor DPD PDIP Sumut. Sementara di ruangan lantai 2, terlihat foto Jokowi sebagai presiden dan juga sebuah foto Jokowi bareng Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri .

 

Saat Pasang Baliho Rakor

Wakil Ketua PDIP Sumut Aswan Jaya, mengatakan foto Jokowi , terjatuh, saat memasang baliho rakor dan tidak sempat dipasang kembali.

"Itu saat memasang baliho rakor terjatuh, kaca pecah, jadi nggak sempat dipasang," kata Aswan Jaya, Senin (6/5).

Pro Jokowi (Projo) mengatakan hal itu kurang pantas.

"Menurut saya itu perlakuan yang kurang pantas terhadap Presiden RI, presiden itu simbol negara, rakyat pasti tidak berkenan presiden diperlakukan seperti itu," ujar Bendahara DPP Projo, Panel Barus, kepada wartawan, Selasa (7/5/2024).

 

Tuding Kekalahan Pilpres

Panel Barus menyebut hal itu merupakan tanda ketidakdewasaan. Dia menuding kekalahan pilpres jadi penyebabnya.

Baca Juga: Ahok Resign dari Pertamina, Gak Cocok dengan Atasannya

"Menurut saya sikap baperan pimpinan PDIP sumut seperti itu menunjukkan ketidakdewasaan dalam berpolitik. Ini imbas kekalahan PDIP dalam pilpres kemarin," katanya.

Lebih lanjut, dia menilai sikap PDIP itu akan mendapatkan balasan di Pilkada 2024 nanti.

"Saya yakin sikap PDIP yang uring-uringan menyerang dan melecehkan Jokowi seperti itu bila diteruskan akan mendapatkan hukuman dari rakyat pada pilkada serentak esok," katanya.

"Saya khawatir calon-calon kepala daerah yang didorong PDIP akan kena imbasnya," tambahnya.

 

Didorong Presiden Joko Widodo

Partai Gerindra menyebutkan wacana pertemuan presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri didorong oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ditanya mengenai hal tersebut, Jokowi hanya melempar senyum.

Baca Juga: Era PDIP Mega, Jokowi "Menggoyang"

Momen tersebut terjadi pada Selasa (7/5/2024), usai meresmikan Balai Besar Pengujian Perangkat Telekomunikasi atau Indonesia Digital Test House (IDTH) di Jalan Raya Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.

Oleh wartawan, Jokowi ditanya mengenai klaim dari Partai Gerindra tersebut. "Pak, Gerindra bilang Bapak turut menjembatani pertemuan Bu Mega dan Pak Prabowo? Betul nggak?," tanyanya.

Jokowi tak mengucapkan sepatah kata pun. Dia hanya melempar senyum kemudian memalingkan wajahnya dan mulai meninggalkan lokasi.

 

Sekjen Partai Gerindra

Sebelumnya, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani buka suara terkait perkembangan wacana pertemuan presiden terpilih Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia juga bicara terkait peran Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai pendorong pertemuan keduanya.

Dia awalnya menjelaskan terkait progres wacana pertemuan Prabowo dan Megawati. Dia memastikan wacana itu berprogres dengan baik. n jk/md/erc/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU