Tenor KPR Subsidi Diusul Jadi Cuma 10 Tahun

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 12 Mei 2024 19:01 WIB

Tenor KPR Subsidi Diusul Jadi Cuma 10 Tahun

i

Pemerintah berencana mengurangi tenor dari 20 menjadi 10 tahun.SP/JAKA

SURABAYAPAGI, Jakarta - Program 3 juta rumah yang dicanangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia. Seiring dengan ini, pemerintah berencana mengurangi tenor dari 20 menjadi 10 tahun.

Menurut Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto, rencana pemerintah untuk mengurangi tenor atau jangka waktu KPR bersubsidi dari 20 tahun yang dibagi menjadi 10 tahun disubsidi dan 10 tahun mengikuti bunga pasar. Pihaknya menilai hal itu kemungkinan dapat diterapkan karena penghasilan nasabah akan ada peningkatan setelah 10 tahun ke depan.

Lebih dari itu, pemangkasan tenor KPR subsidi menjadi 10 tahun diharapkan bisa mengurangi beban subsidi yang harus ditanggung pemerintah. Dengan demikian, harapannya akan lebih banyak masyarakat yang bisa menikmati KPR bersubsidi guna mengatasi backlog perumahan.

"Kami sudah mengusulkan agar ada kenaikan suku bunga KPR bersubsidi tetapi bunga dipatok tetap (fix rate) selama 20 tahun, atau tenor KPR diperpendek menjadi hanya 10 tahun dengan bunga tetap 5%," imbuhnya.

Di sisi lain, Direktur Konsumer Bank BTN, Hirwandi Gafar menyebutkan Bank BTN telah mengusulkan perubahan skema KPR subsidi dari skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi skema KPR subsidi selisih bunga. Nantinya, subsidi untuk hunian MBR akan bersumber dari pemupukan dana abadi dari hasil investasi.

"Untuk jangka waktu 10 tahun hingga 15 tahun, pemerintah akan tetap mengalokasikan pendanaan dari APBN untuk KPR FLPP sebagai dana abadi. Tapi ditambah dengan sumber pendanaan lainnya. Pada saatnya nanti, pemerintah tidak perlu lagi mendanai dari APBN karena dana abadi itu nantinya yang akan mensubsidi KPR FLPP," ujarnya.

Hirwandi berpendapat jangka waktu pinjaman KPR subsidi terkini selama 20 tahun terlalu lama. Padahal, penghasilan masyarakat cenderung mengalami peningkatan.

"Kami coba simulasikan sekitar 3% saja, maka paling lambat pada tahun ke-10 nanti konsumen rumah subsidi sudah dapat mengabsorb suku bunga pasar," pungkas Hirwandi.

Menurut dia, idealnya tenor KPR yang memperoleh subsidi cukup hingga tahun ke-10 saja. Untuk tahun ke-11 dan selanjutnya, konsumen akan mendapat bunga komersial atau floating rate yang tidak lagi disubsidi.

Dengan begitu, Hirwand menyebut akan semakin banyak penerima manfaat subsidi perumahan, bahkan hingga dua kali lipat.jk/ana

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU