BKPM Tawarkan 81 Investasi Total Nilai Rp 239 T

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menawarkan 81 proyek investasi yang tersebar di seluruh wilayah tanah air dengan akumulasi nilai sebesar Rp239 triliun.

Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/BKPM Riyatno dalam forum promosi Indonesia-China di Jakarta, Selasa, menyampaikan, seluruh proyek tersebut tertuang dalam peta peluang investasi Indonesia yang bisa diakses melalui regionalinvestment.bkpm.go.id.

"Kami siapkan investasi ready to offer yang tersebar di seluruh Indonesia, saat ini terdapat 81 proyek yang siap ditawarkan mulai dari industri manufaktur, infrastruktur, pangan, pertanian, pariwisata, kawasan industri, dan energi terbarukan," ujar dia.
 Ia menyampaikan, guna mendorong target realisasi investasi tersebut, pemerintah sudah menyiapkan beberapa kebijakan keringanan pajak, antara lain tax holiday berupa pembebasan pajak penghasilan perusahaan mulai 5 hingga 20 tahun untuk industri pionir yang memiliki nilai investasi besar dan strategis.

Selanjutnya, tax allowance berupa pengurangan pajak penghasilan perusahaan dihitung dari nilai investasi sebesar 30 persen yang diberikan selama 6 tahun. Kemudian pembebasan biaya masuk impor selama 2 tahun untuk mesin-mesin, peralatan, serta bahan baku.

Lalu ada super deduction tax hingga 200 persen untuk pelaku usaha yang melakukan kegiatan vokasi, dan hingga 300 persen untuk kegiatan penelitian dan pengembangan di Indonesia.

Kementerian Investasi/BKPM menggelar forum promosi Indonesia-China yang digelar di kantor BKPM, Jakarta, Selasa (14/5) yang dihadiri oleh puluhan investor asal negeri China.

Diselenggarakannya forum itu merupakan bentuk komitmen pemerintah untuk menyediakan platform komunikasi kepada potensial investor, sehingga bisa memberikan informasi terperinci mengenai peluang investasi di Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Investasi/BKPM dalam kurun waktu 5 tahun terakhir (2019-2024 kuartal I), nilai investasi dari China mencapai 30,2 miliar dolar AS yang didominasi oleh sektor manufaktur. 

Berita Terbaru

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang anggota Komisi II DPR menyoroti dua Bupati Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) secara…

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa nama besar hadir dalam pesta pernikahan Taylor dan Travis. Mereka antara lain Selena Gomez, Gigi Hadid, Bradley Cooper,…

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar upaya penyelundupan sekitar 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi di…

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas ekstrem kini juga melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York. Saat ini tercatat…

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puncak musim kemarau di pulau Jawa diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas di Eropa, yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan. Ini…