Mentan Optimis, Pulau Madura Sumber Kekuatan Swasembada Pangan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 16 Mei 2024 13:38 WIB

Mentan Optimis, Pulau Madura Sumber Kekuatan Swasembada Pangan

i

Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman belajar bercocok tanam padi dengan petani di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. SP/ BNG

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Bantuan pompa air untuk irigasi ke petani di Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (14/05/2024) oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai wujud pemerintah untuk gencar melakukan swasembada pangan nasional.

Kampung ini dipilih sebagai penerima bantuan karena meski secara geografis dekat aliran sungai, namun lahan pertanian di sana masih kategori tadah hujan. 

Baca Juga: Tekan Kebijakan Impor: Mentan Siapkan Bantuan Benih, Pupuk hingga Alsintan ke Para Petani

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berharap, dengan adanya bantuan pompa air untuk irigasi tersebut, pertanian di kampung Kencat tidak lagi bergantung pada air hujan. Sehingga panen padi yang biasanya hanya sekali dalam setahun, bisa panen maksimal tiga kali dalam setahun.

"Ketika saya dilantik jadi menteri, salah satu tugas saya adalah mengatasi dampak cuaca ekstrem Elnino. Pompanisasi adalah cara paling efektif dan cepat untuk mengatasinya," katanya, Kamis (16/05/2024).

Selain di Bangkalan, program perluasan lahan tanam juga menyentuh tiga kabupaten lain di Pulau Madura yaitu Pamekasan, Sumenep dan Sampang. Bila program ini berjalan, Amran yakin 2017, 2019 dan 2020 akan kembali terwujud.

Mentan ingin, Pulau Madura menjadi contoh bagi daerah lain yang bisa menghasilkan produktivitas tinggi di Indonesia. Salah satunya melalui pemanfaatan irigasi dan perpompaan atau (Ir Pom) maupun pemasangan pompanisasi pada sungai-sungai basah yang tidak pernah kering.

Baca Juga: AHY, Mendadak Omong Pertanian

Khusus di Bangkalan, kata Mentan, optimalisasi lahan bisa mencapai 4.468 hektar melalui program perluasan areal tanam (PAT) dan juga pemasangan pompa air.

"Mimpi kita ke depan adalah mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia. Ingat, dulu kita pernah swasembada tiga kali berturut-turut dan yang melakukan akselerasi adalah kita semua, bukan Menteri Pertanian saja," terang dia.

Sementara itu PJ Bupati Bangkalan, Arief M. Edie menyampaikan program pompanisasi dan perluasan areal tanam sangat tepat untuk menjadikan Bangkalan sebagai salah satu pemasok pangan masa depan bangsa.

Baca Juga: AHY, Omong Pertanian Jelang Reshuffle Menteri Pertanian

"Kami punya sawah tadah hujan dan sawah kering yang bisa diolah menjadi 3 kali panen dalam setahun. Karena itu kami membutuhkan alat pompa ini," katanya.

Arief menargetkan tahun depan Kabupaten Bangkalan menjadi daerah pertanian terbesar di Pulau Madura sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Dan untuk stok beras, kami laporkan Pak Menteri, di bangkalan tidak kurang karena kami semua ter-cover dengan produksi sendiri. Bahkan masyarakat Bangkalan pun paling suka beras premium, Pak, karena berasnya berlimpah," jelasnya. bng-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU