Mentan Optimis, Pulau Madura Sumber Kekuatan Swasembada Pangan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman belajar bercocok tanam padi dengan petani di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. SP/ BNG
Menteri pertanian Andi Amran Sulaiman belajar bercocok tanam padi dengan petani di Kabupaten Bangkalan Jawa Timur. SP/ BNG

i

SURABAYAPAGI.com, Bangkalan - Bantuan pompa air untuk irigasi ke petani di Kampung Kencat, Kelurahan Bancaran, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (14/05/2024) oleh Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai wujud pemerintah untuk gencar melakukan swasembada pangan nasional.

Kampung ini dipilih sebagai penerima bantuan karena meski secara geografis dekat aliran sungai, namun lahan pertanian di sana masih kategori tadah hujan. 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berharap, dengan adanya bantuan pompa air untuk irigasi tersebut, pertanian di kampung Kencat tidak lagi bergantung pada air hujan. Sehingga panen padi yang biasanya hanya sekali dalam setahun, bisa panen maksimal tiga kali dalam setahun.

"Ketika saya dilantik jadi menteri, salah satu tugas saya adalah mengatasi dampak cuaca ekstrem Elnino. Pompanisasi adalah cara paling efektif dan cepat untuk mengatasinya," katanya, Kamis (16/05/2024).

Selain di Bangkalan, program perluasan lahan tanam juga menyentuh tiga kabupaten lain di Pulau Madura yaitu Pamekasan, Sumenep dan Sampang. Bila program ini berjalan, Amran yakin 2017, 2019 dan 2020 akan kembali terwujud.

Mentan ingin, Pulau Madura menjadi contoh bagi daerah lain yang bisa menghasilkan produktivitas tinggi di Indonesia. Salah satunya melalui pemanfaatan irigasi dan perpompaan atau (Ir Pom) maupun pemasangan pompanisasi pada sungai-sungai basah yang tidak pernah kering.

Khusus di Bangkalan, kata Mentan, optimalisasi lahan bisa mencapai 4.468 hektar melalui program perluasan areal tanam (PAT) dan juga pemasangan pompa air.

"Mimpi kita ke depan adalah mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia. Ingat, dulu kita pernah swasembada tiga kali berturut-turut dan yang melakukan akselerasi adalah kita semua, bukan Menteri Pertanian saja," terang dia.

Sementara itu PJ Bupati Bangkalan, Arief M. Edie menyampaikan program pompanisasi dan perluasan areal tanam sangat tepat untuk menjadikan Bangkalan sebagai salah satu pemasok pangan masa depan bangsa.

"Kami punya sawah tadah hujan dan sawah kering yang bisa diolah menjadi 3 kali panen dalam setahun. Karena itu kami membutuhkan alat pompa ini," katanya.

Arief menargetkan tahun depan Kabupaten Bangkalan menjadi daerah pertanian terbesar di Pulau Madura sehingga bisa memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Dan untuk stok beras, kami laporkan Pak Menteri, di bangkalan tidak kurang karena kami semua ter-cover dengan produksi sendiri. Bahkan masyarakat Bangkalan pun paling suka beras premium, Pak, karena berasnya berlimpah," jelasnya. bng-01/dsy

Berita Terbaru

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Menabung Harapan, Menimbang Keadilan: Masa Depan Dana Haji Indonesia

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 14:10 WIB

BPKH menghadapi tantangan menjaga keamanan dan keberlanjutan dana, sementara nilai manfaat membantu membiayai haji dan memunculkan pertanyaan tentang hak jemaah…

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…