Waspadai Ancaman Musim Kemarau, Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp 24,4 Miliar

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 16 Mei 2024 13:50 WIB

Waspadai Ancaman Musim Kemarau, Pemkab Pasuruan Anggarkan Rp 24,4 Miliar

i

Ilustrasi. Wabah kekeringan di musim kemarau panjang. SP/ PSR

SURABAYAPAGI.com, Pasuruan  - Mewaspadai adanya ancaman di musim kemarau kali ini, BPBD Kabupaten Pasuruan mengungkap patut diwaspadai lantaran dapat menjadi wabah kekeringan panjang seperti di tahun 2023 lalu.

Berkaca pada tahun 2023 lalu, kekeringan terjadi di wilayah enam kecamatan yang ada di Kabupaten Pasuruan. Yakni, di wilayah Kecamatan Lekok, Winongan, Lumbang, Kejayan, Pasrepan dan Gempol. 

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Pasuruan Berkomitmen Lestarikan Lingkungan

“Daerah rawan kekeringan, sudah kami petakan,” jelas Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Kamis (16/05/2024).

Selain itu, pihaknya juga turut mengimbau masyarakat untuk bekerja sama dalam menanggulangi ancaman kekeringan tersebut. Yakni terkait kemandiriannya. Karena, kekeringan itu, harus dicegah sedini mungkin.

Baca Juga: Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Pasuruan, Tidak Ada Calon Independen

Pasalnya, ketersediaan air bersih di beberapa kecamatan di Kabupaten Pasuruan saat musim kemarau, terkadang susah didapatkan.Sehingga untuk mengantisipasi hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan juga membangun instalasi air bersih sangat urgen. 

Mengingat sampai saat ini, masih terdapat enam kecamatan yang rawan mengalami kekeringan. Yakni, Kecamatan Gempol, Winongan, Lumbang, Pasrepan, Lekok, dan Kejayan. 

Baca Juga: Satlantas Polres Pasuruan Lakukan Ramp Check Kendaraan Umum untuk Keselamatan Penumpang

Diketahui, untuk anggaran yang sudah dialokasikan pada APBD 2024, sedikitnya menyentuh Rp 24,4 miliar. Dana tersebut diproyeksikan untuk disebar di 66 titik lokasi PPAB yang bakal dibangun. Termasuk desa-desa yang rawan kekeringan di beberapa kecamatan.

Antara lain Desa Kedungrejo di Kecamatan Winongan. Kemudian Desa Lumbangrejo, Desa Pancur dan Karangjati di Kecamatan Lumbang. Lalu, Desa Mangguan dan Sibon di Kecamatan Pasrepan. Serta, Desa Kedungpengaron dan Ambal-Ambil di Kecamatan Kejayan yang hingga kini diterpa krisis air bersih. psr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU