Budi Said, Dituding Mafia Tanah, Apa Iya??

author Raditya Mohammer Khadaffi

- Pewarta

Kamis, 16 Mei 2024 23:26 WIB

Budi Said, Dituding Mafia Tanah, Apa Iya??

i

Catatan Hukum Raditya M Khadaffi, Wartawan Surabaya Pagi

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Senin (13/5/2024) lalu, ada puluhan orang yang menamakan diri Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPI) menggelar demo di depan Pengadilan Negeri Surabaya. Mereka menyebut Crazy Rich Surabaya Budi Said sebagai mafia tanah.

Massa yang memenuhi jalan raya Jl. Arjuno, sempat membuat arus lalin di Jalan Arjuno tersendat selama 30 menit. Korlap Aksi AMPI Safik mengatakan demo yang digelar terkait kasus tanah di Jalan HR Muhammad di Kelurahan Putat Gede yang telah ditetapkan eksekusinya gagal dilaksanakan.

Baca Juga: Pejabat Kemendikbudristek Diduga Ada yang Dungu

Kata SafikIni, dua hari jelang eksekusi, juru sita PN Surabaya memberitahukan penangguhan eksekusi dengan alasan hukum. Sebab pihak ketiga melakukan perlawanan.

"Pihak ketiga yang dimaksud adalah Budi Said melalui PT Kencana Cipta Abadi (KCA), itu (PT KCA) adalah milik Budi Said," kata Safik Senin (13/5/2024).

Hasil penelusuran saya, tanah yang disengketakan terletak di Jalan HR Muhammad Nomor 45 atau 47 Surabaya. Luasnya luas 1.971 M². Lahan ini sudah dibangun dua lantai. Tapi mangkrak tak terawat.

Hary Sunaryo, mengklaim, ini lahannya. Tapi mengapa ia tidak menguasai secara fisik. Ia menyebut sedang berhadapan dengan mafia tanah Surabaya. Berhubung, Hary Sunaryo, yang relasinya pejabat Diknas, tidak ada dana mengurus perkara. Akhirnya, Hary Sunaryo, bisa bertemu Budi Said, yang dikenal tuan tanah di Surabaya. Termasuk tanah tanah kasus.

 

***

 

Saya yang memantau kasus lahan di Jalan HR Muhammad Nomor 45 atau 47 Surabaya, sejak tahun 2012, agak heran dengan demo oleh Aksi AMPI.

Apa kepentingan orang orang yang mengatasnamakan AMPI? Apa mereka pemilik lahan?

Mengingat lahan itu pernah jadi "nyamikan" beberapa pengacara. Selain para tuan tanah di Surabaya. Ada advokat yang sudah almarhum mengklaim bisa urus kasus itu. Catatannya, harus ada dana untuk urus ke BPN dan pengadilan.

Hari Sunaryo, sebagai kolektor keris, punya relasi luas. Ada markus sampai pejabat. Toh juga tak berhasil menguasai lahan yang suratnya diklaim ada padanya. Saya tak paham, Hari Sunaryo, bisa ketemu Budi Said.

Maklum, Hari Sunaryo, yang mengklaim pemegang HGB, tidak bisa kuasai bangunan mirip ruko, mengaku, lahan itu diurus tuan tanah kelompok Pasar Atum.

Akal sehat saya tergelitik orang orang pendemo itu sampai menuding Budi Said, mafia tanah. Apa iya? Saya khawatir, jangan jangan mereka pendemo bayaran? Sampai kini, lahan itu dihuni sejumlah penjaga lahan. Ya lahan yang sengketa ini agar tidak bergesekan / bersiteru antar tuan tanah.

Uniknya, pendemo malah mengaku tahu keberadaan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) nomor 211/ Kelurahan Putat Gede atas tanah di Jalan HR Muhammad Nomor 45 atau 47 Surabaya dengan luas 1.971 M² itu batal demi hukum.

Juga tahu, SHGB Nomor 211 dipecah menjadi 16 sertifikat dan dibuat transaksi jual beli antara Hary Sunaryo, kolektor keris dengan PT Kencana Cipta Abadi (KCA), milik Budi Said pada tahun 2014. Alamat PT Kencana Cipta Abadi berada di Apartemen Puncak Marina Tower 2 lantai 2, Jl. Margorejo Indah XVII/2-4.

 

***

 

Mengutip laman resmi perusahaan, kantor perusahaan Budi Said, berada di Puncak Marina Tower, Margorejo Indah, Kota Surabaya. Budi Said diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT Tridjaya Kartika Grup.

Pria kelahiran 1964 ini merupakan salah satu konglomerat di Surabaya yang memiliki banyak aset properti. Ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Tridjaya Kartika Grup, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengembangan perumahan, apartemen, dan plaza. PT Tridjaya Kartika Grup merupakan perusahaan yang bergerak di bidang properti. PT Tridjaya Kartika Grup membawahi sejumlah properti mewah seperti perumahan, apartemen hingga plaza.

Baca Juga: Indofarma, Pernah Monopoli Obat, Malah Rugi Rp 371,8 M

Salah satu properti yang cukup terkenal adalah Plaza Marina, pusat perbelanjaan yang populer dengan konter handphone lengkap yang ada di Kota Surabaya.

Budi Said, juga membangun beberapa perumahan mewah yang dikembangkan Tridjaya Kartika antara lain Kertajaya Indah Regency di Sukolilo, Taman Indah Regency di Geluran Sidoarjo, dan Florencia Regency di Gebang Sidoarjo. Beberapa gurita bisnis di bidang properti inilah yang menjadikan Budi Said dijuluki oleh warganet sebagai crazy rich Surabaya.

 

***

 

Pada 23 agustus 2014, Budi Said pernah bersengketa dengan sekelompok orang yang tidak dikenal. Kasus ini berujung berurusan dengan Kepolisian.

Dengan didampingi kuasa hukumnya Iwan Hardianto SH.,M.Hum, sekelompok orang yang tidak dikenal itu melaporkan para pelaku Budi Said cs, ke Polda Jatim. Berdasarkan surat laporan bernnomor LPB/1236/X/2014/UM/SPKT.

Iwan Hardianto SH.,MH.,M.Hum kuasa hukum dari Amin Sutoyo, membenarkan laporan tersebut. Ia menerangkan bahwa pihaknya melaporkan Budi Said CS ke Polda Jatim atas kasus pengerusakan dan atau memasuki pekarangan orang lain tanpa ijin. selain melaporkan atas perbuatannya yang mengakui bahwa lahan kliennya dengan menunjukan sertifikat yang tidak sesuai dengan persil maupun petoknya. Pelapor mengaku mendapatkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) pada (31/9/2014). Namun, kasus ini tak sampai ke Pengadilan.

 

***

 

Baca Juga: KH Marzuki, Diduga Kandidat Rival Pragmatisnya Khofifah

Dalam setahun terakhir, istilah mafia tanah menjadi frasa yang populer menjadi perbincangan di masyarakat.

Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono, malah mengungkapkan aksi mafia tanah di Banyuwangi yang merugikan negara hingga belasan miliar. Tercatat negara merugi hingga Rp 17 miliar.

"Kerugian sekitar Rp 17,769 miliar dengan luas tanah 14.250 meter persegi. Potensi kerugian negara dari BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) dan PPh (Pajak Penghasilan) sebesar Rp 506 juta," ungkap AHY, Minggu (17/3/2024).

Sebelumnya, ada kasus sengketa tanah yang dialami artis Nirina Zubir. Kasus ini sempat menarik perhatian publik. Aset/SHM sekitar Rp17 miliar milik ibu Nirina, Cut Indria Marzuki, raib telah berpindah tangan atau dirampas pihak lain. Diduga dilakukan mantan asisten rumah tangganya yang melibatkan banyak pihak. Kini SHM itu telah kembali ke Nirina.

Mengutip KBBI daring, definisi mafia adalah perkumpulan rahasia yang bergerak di bidang kejahatan (kriminal). Tanah adalah permukaan bumi yang diberi batas, permukaan bumi yang terbatas yang ditempati suatu bangsa yang diperintah suatu negara atau menjadi daerah negara.

Kini, kasus yang melibatkan mafia tanah banyak terjadi di berbagai tempat. Korbannya tidak hanya masyarakat biasa, bahkan pejabat dan mantan pejabat, bahkan lembaga negara.

Guru Besar Hukum Agraria FH Universitas Gadjah Mada, Prof Nurhasan Ismail, mengatakan mafia tanah merupakan kelompok yang terstruktur dan terorganisir. Terstruktur karena kelompok mafia tanah mempunyai struktur organisasi dengan melibatkan banyak aktor dan pembagian kerja yang sistematis dan tersusun setidaknya 3 bagian. Pertama, ada kelompok sponsor yang berfungsi sebagai penyandang dana, upaya mempengaruhi kebijakan, dan mempengaruhi instansi pemerintah di semua lapisan.

Kedua, ada kelompok garda garis depan yang berfungsi sebagai aktor yang berjuang secara legal (warga masyarakat biasa) dan ilegal (preman dan pengamanan swakarsa). Ketiga, ada kelompok profesi yang berwenang terdiri dari advokat, notaris-PPAT, pejabat pemerintah dari pusat, daerah, camat, kepala desa yang berfungsi sebagai pendukung baik legal maupun ilegal.

“Mereka (mafia tanah, red) tidak main-main, kalau kasus mafia tanah ditangani secara biasa, maka sulit untuk ditangani karena terstrukturnya kinerja mafia tanah,” kata Prof Nurhasan Ismail dalam sebuah webinar, yang saya ikuti pada Selasa (9/11/2021) lalu.

Dengan data, dan terminologi, tudingan masa AMPI ke Budi Said, sebagai mafia tanah, bisa dilaporkan dengan pasal fitnah dan pencemaran nama baik. Polri layak mengusut tuntas termasuk dugaan pihak yang mengongkosi aksi demo oleh AMPI. Ada kesan, aksi demo ini mengail di air keruh. Motif demo dapat dibaca sebagai merusak nama baik Budi Said dan keluarganya. ([email protected])

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU