Kuli Panggul Naik Haji, Perjuangan Suhriyeh Wujudkan Impian ke Baitullah

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Jumat, 17 Mei 2024 18:12 WIB

Kuli Panggul Naik Haji, Perjuangan Suhriyeh Wujudkan Impian ke Baitullah

SURABAYAPAGI, Surabaya - Suhriyeh (60), seorang wanita yang sehari hari bekerja sebagai kuli panggul di Pasar Pabean Surabaya ini, masih tidak menyangka tahun ini ia berkesempatan menunaikan rukun Islam ke-5, berhaji ke Baitullah.

“Pendapatan saya perhari sekitar 30-40 ribu. Itupun kalau ramai,” tuturnya.
Dari pendapatannya itu tiap hari ia menyisihkan sekitar 10 ribu sebagai tabungan haji. “Kalau sepi ya paling saya hanya bisa menyisihkan dua ribu rupiah,” tuturnya.

Baca Juga: Kisah Abdurrrahman, Jemaah Tuna Netra Naik Haji

Sedikit demi sedikit dia berusaha rutin menyisihkan uangnya.

“Kalau dari nominal uangnya, sedikit pendapatan saya tetapi Alhamdulillah, barokah. Saya bisa naik haji,” terang wanita asli Sampang, Madura ini.

Setelah menabung sekian lama, pada 2011 Suhriyeh bisa mendaftar haji.

“Saya sendiri yang mendaftar haji karena saya belum berkeluarga,” jelasnya. Dari keluarga besarnya pun, Suhriyeh adalah satu-satunya yang mendapat kesempatan berhaji. “Kedua orang tua maupun kakak adik saya belum berhaji.”

Suhriyeh menuturkan kuli panggul adalah satu-satunya pekerjaan yang ia lakoni. Dia tidak mempunyai pekerjaan lain. “Pernah mencoba nyambi jualan, tapi saya tidak bakat eh malah merugi,” terangnya. Profesi ini telah dia tekuni selama sekitar 40 tahun.

Baca Juga: Supiyah, Tukang Pijat Naik Haji

Memang pekerjaannya tidaklah ringan, memanggul barang dengan berat kisaran 50 kilogram dengan jam kerja sekitar pukul 20.00 hingga pukul 04.00 subuh “Dulu waktu masih muda malah kuat bisa 60 kilo,” ingatnya. Barang-barang yang ia panggul antara lain bawang, empon-empon, lombok, dan sejenisnya. “Gimana lagi bisanya cuma ini,” ujarnya.

Di tanah suci nanti, Suhriyeh ingin memohonkan doa supaya selamat di dunia maupun akhirat.

“Semoga semua kesalahan saya baik dosa kecil maupun dosa besar diampuni Allah SWT,” harapnya.

Baca Juga: Nabung Sehari Paling Banyak Rp15 Ribu, Mbah Tono, Pemulung Asal Ponorogo Akhirnya Bisa Naik Haji

Dia juga akan mendoakan keluarganya semoga diberi kesempatan untuk berhaji ke Baitullah.

Suhriyeh mengaku untuk persiapan keberangkatan ke tanah suci ia mengikuti manasik hingga datang kepada para ustadz untuk menimba ilmu secara langsung.

Pada musim haji ini, anak ketiga dari 5 bersaudara ini tergabung dengan kloter 15 dari Kota Surabaya. Pukul 05.30 WIB pada Rabu (15/5) kloter 15 dijadwalkan terbang ke tanah suci.Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU