Ketua Komisi C Mendorong Pembangunan RS Surabaya Timur Selesai Tepat Waktu

author Al Qomaruddin

- Pewarta

Minggu, 19 Mei 2024 19:36 WIB

Ketua Komisi C Mendorong Pembangunan RS Surabaya Timur Selesai Tepat Waktu

i

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pembangunan Rumah Sakit (RS) Surabaya Timur Bentuk komitmen Pemerintah Kota Surabaya bersama DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya dalam melakukan pemerataan pelayanan kesehatan di Surabaya. 

Komisi C DPRD Kota Surabaya, yang membidangi pembangunan dan infrastruktur di Surabaya, Baktiono mengatakan, pihakny mendorong pembangunan RS Surabaya timur ini dapat diselesaikan tepat waktu yang ditargetkan September 2024.

Baca Juga: Ketua DPRD Surabaya: Kita Warisi Api Perjuangan, Jangan Abunya

Sejauh ini proyek pembangunan RS Surabaya Timur sampai bulan Mei 2024 sudah mencapai 43 persen dan hampir mencapai topping off, sejak awal pelaksanaan pekerjaan tiang pancang struktur bangunan di mulai pada November 2023.

"Jadi semua wilayah di Surabaya merata ada rumah sakit milik pemerintah daerah, ini belum pernah ada di Indonesia selain di Surabaya," ungkap Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya Baktiono, Jumat (17/5). 

Baktiono mengatakan, saat era Walikota Surabaya Bambang DH dibangun RS Bhakti Darma Husada (BDH) di Benowo Surabaya Barat. Lanjut era Walikota Tri Rismaharini atau Bu Risma dibangun RS DR. Soewandhi duntuk mengcover wilayah pusat dan utara.

Saat ini, jelas Baktiono, eranya Eri Cahyadi dibangun rumah sakit untuk wilayah Timur Surabaya dan Selatan, ini bukti adanya pemerataan kesehatan untuk warganya. 

"Nanti, dengan beroperasinya RS Surabaya Timur ini, bukti Walikota Eri Cahyadi peduli terhadap jaminan kesehatan warganya,"kata Baktiono.

Baca Juga: HJKS Ke-731, Ketua DPRD Surabaya Optimis Surabaya Terus Berkembang di Segala Bidang

Lebih lanjut Baktiono menjelaskan, dengan meratanya rumah sakit milik Pemkot di seluruh wilayah Surabaya maka jaminan kesehatan terhadap warga semakin terjamin. 

Itu artinya, kata Baktiono, angka harapan hidup warga Surabaya meningkat. Dahulu, jelas Cak Bak sapaan Baktiono, tahun 2000 an angka harapan hidup warga kota Surabaya hanya 60 tahun sudah dipanggil Yang Maha Kuasa.

"Di tahun 2022 apalagi 2024 ini angka harapan hidup warga Surabaya meningkat jadi 72 tahun, ini bukti fasilitas layanan kesehatan di Surabaya sudah mengcover semua wilayah," tuturnya.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah: Festival Rujak Uleg Sarana Edukasi Untuk Anak Muda

Baktiono kembali mengatakan, RS Surabaya Timur ini lebih lengkap dan lebih modern tidak kalah dengan rumah sakit swasta demi melayani warga Surabaya disektor kesehatan.

Dari sinilah, terang Baktiono, kepedulian Pemkot Surabaya sangat tinggi terhadap warganya di bidang layanan kesehatan.

"Tidak seperti Pemprov Jatim yang cuma punya satu rumah sakit saja yaitu, RSUD Dr. Soetomo. Dengan satu RS saja apa bisa Pemprov Jatim mengcover kesehatan warga se Jatim, beda dengan Pemkot Surabaya," terangnya. Alq

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU