Dongkrak Ekowisata, Jalan Menuju Pantai Bandealit Bakal di Aspal

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 26 Mei 2024 10:27 WIB

Dongkrak Ekowisata, Jalan Menuju Pantai Bandealit Bakal di Aspal

i

Bupati Jember Hendy Siswanto memberikan sambutan terkait dengan pengaspalan jalan di Gapura Bandealit Taman Nasional Meru Betiri. SP/ Diskominfo Jember

SURABAYAPAGI.com, Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember telah memperoleh izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mengaspal jalan masuk menuju perkampungan di Dusun Bandealit yang berada di kawasan hutan TNMB.

"Jalan yang akan diaspal oleh Pemkab Jember sepanjang 7,8 kilometer dengan lebar 3 meter," kata Bupati Jember Hendy Siswanto, Minggu (26/05/2024).

Baca Juga: Hore, Petani di Jember Bakal Dapat 63.248 Ton Pupuk Bersubsidi

Diketahui, upaya mengaspal jalan menuju Pantai Bandealit untuk mendukung ekowisata di kawasan Taman Nasional Meru Betiri (TNMB), salah satunya 

"Kalau sekarang dibangun jalan bukan untuk mempermudah pencuri kayu, justru dengan jalan yang bagus itu adalah tanggung jawab Bupati dan Wakil Bupati untuk memberikan kemerdekaan kepada warga di kawasan TN Meru Betiri," tuturnya.

Selain itu, warga yang berada di kawasan Meru Betiri itu juga harus merasakan jalan yang bagus karena dari dulu warga yang berada di daerah kawasan Taman Nasional Meru Betiri ini hanya merasakan jalan yang penuh bebatuan.

"Kami membuat suatu program bahwa di sini akan menjadi kekuatan ekowisata kota dan kita mulai dari Meru Betiri dengan konsep kami mengajak anak-anak sekolah yang ada di Jember ini ke sana untuk belajar dan melihat hutan," katanya.

Baca Juga: Bayi Perempuan Dibuang di Ember Bekas Cat Usai Dilahirkan

Disatu sisi, menurutnya, pembangunan jalan ini menjadi salah satu bentuk mencintai hutan. Dia berharap, dengan akses yang lebih mudah, diharapkan akan lebih banyak orang yang dapat menikmati keindahan alam dan memahami pentingnya pelestarian hutan. 

Hutan Meru Betiri, kata dia, memiliki peran penting untuk kehidupan atau sebagai paru-paru di Kabupaten Jember. Salah satunya menyumbang sekitar 30 persen oksigen, sehingga hutan ini perlu dilestarikan. 

"Kami membuat suatu program bahwa di sini akan menjadi kekuatan ekowisata kota dan kita mulai dari Meru Betiri dengan konsep kami akan mengajak anak-anak sekolah yang ada di Kabupaten Jember ini ke Meru Betiri untuk belajar dan melihat hutan ini," kata dia.

Baca Juga: Viral Penampakan Berlubang di Langit Jember, Warganet: Akan Ada Bencana Besar?

Sebagai informasi, Pemkab Jember mengalokasikan anggaran sebesar Rp 19,4 miliar melalui APBD 2024 sebagai estimasi kebutuhan proyek pengaspalan jalan di kawasan TN Meru Betiri tersebut.

Pihaknya juga telah memberikan berbagai pelatihan untuk warga sekitar untuk mengembangkan homestay dan UMKM, mendukung wisata di kawasan tersebut. jbr-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU