Mengaku Petinggi Polisi, Warga Bubutan Gelapkan 4 Motor

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Polrestabes Surabaya menangkap seorang pria berinisial RH alias KK, warga Tembok Lor Kecamatan Bubutan yang mengaku sebagai petinggi polisi di Surabaya untuk menipu masyarakat.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono dalam keterangannya mengatakan tersangka mengaku sebagai Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes untuk meminta uang dan menggelapkan sepeda motor.

"Tersangka beraksi sejak April 2024. Ada beberapa motor yang digelapkan, totalnya empat sepeda motor," katanya, Rabu (29/5).

Awalnya, korban yang berinisial DAD datang ke rumah seseorang berinisial E untuk menanyakan terkait sepeda motor miliknya yang telah digadaikan E.

"Saat di rumah E, DAD tidak bertemu dengan E. Melainkan, ditemui orang tuanya. Satu jam setelahnya, tersangka datang ke rumah E. Lalu, menanyakan sepeda motor miliknya yang telah digadaikan E. Di rumah E, KK mengaku berinisial RH dan menyatakan sebagai Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya," ujarnya.

Pada 4 Mei 2024 sekitar pukul 20.00 WIB, kata dia, di salah satu warung kopi, DAD bertemu dengan KK dan dijanjikan akan membantu membelikan sepeda motor yang mirip dengan milik pelapor.

"Karena tertarik dan percaya dengan KK yang mengaku sebagai anggota kepolisian, DAD menyerahkan dana secara tunai sebesar Rp 3.000.000, sisanya di transfer ke dua nomor rekening sesuai petunjuk KK," ucapnya.

Namun setelah penyerahan uang tersebut, lanjutnya, KK tidak ada kabar meskipun sudah dihubungi berulang kali oleh korban.

"KK melaporkan kejadian itu ke Satreskrim Polrestabes Surabaya. Usai menerima laporan itu, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya dipimpin oleh Kanit dan Kasubnit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bobby Wirawan dan Ipda Arie Widodo, mencari keberadaan KK," ujar AKBP Hendro.

Selain mengamankan KK, pihaknya juga menyita bukti transfer dan dua lembar tangkapan layar percakapan WhatsApp sebagai barang bukti. S-01/ham

Berita Terbaru

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) siap berjuang mati-matian. Menurutnya pernyataan Jokowi itu menjadi dorongan moral dan militansi…

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Setelah Lengser dari KSP, Moeldoko Mengeluh

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Setelah tak jabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP) dan kini jadi Ketua Umum Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia…

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Gus Ipul-Gus Yahya, ke Istana Bareng

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengundang organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam pada Selasa (3/2) siang. Apa yang akan…

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Komnas Anak Ingatkan Konflik Terekspos di Media Berdampak Buruk

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komnas Anak berharap kasus ini tidak berlarut-larut. Sebab, konflik yang terus menerus terekspos di media dikhawatirkan akan…

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Kisah Anak-Cucu Almarhum Emilia Contesa : Denada Nangis, Ressa Siap Islah

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Drama perseteruan antara pihak Ressa dan Denada memasuki babak baru yang makin panas. Tak main-main, Dino Rossano Hansa selaku Om…

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Pimpinan BUMN Akal-akalan, Perlu Diungkap Modusnya

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

Selasa, 03 Feb 2026 18:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat pidato di Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026), Presiden Prabowo…