Bantaran Kali Surabaya Jadi Sarang Bangunan Liar, BRUIN: Diduga Ada Mafia Tanah

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pihak BRUIN diwakili oleh Koordinator Program Muhammad Kholid Basyaiban menyerahkan satu bundel berkas yang berisi surat aduan dan dokumen-dokumen pelanggaran. SP/ AINI
Pihak BRUIN diwakili oleh Koordinator Program Muhammad Kholid Basyaiban menyerahkan satu bundel berkas yang berisi surat aduan dan dokumen-dokumen pelanggaran. SP/ AINI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Badan Riset Urusan Sungai Nusantara (BRUIN) melaporkan terkait pelanggaran alih fungsi bantaran Kali Surabaya, dengan mendatangi kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas di Wiyung, Surabaya.

Pada kesempatan itu, pihak BRUIN diwakili oleh Koordinator Program Muhammad Kholid Basyaiban menyerahkan satu bundel berkas yang berisi surat aduan dan dokumen-dokumen pelanggaran tersebut.

"Surat aduan yang kami kirimkan Rabu (28/05/2025) berdasar temuan tim BRUIN atas pelanggaran alih fungsi bantaran Kali Surabaya. Sekitar 1.000 lebih bangunan warung, toko, pergudangan, dan pemukiman permanen maupun semi permanen berhasil kami inventarisasi dalam giat susur sungai," kata Kholid, saat dikonfirmasi oleh Surabaya Pagi, Kamis (29/05/2024).

Kholid mengaku, sebelumnya telah melakukan kegiatan susur sungai ini dilakukan oleh tim BRUIN sebanyak tiga kali sejak Oktober hingga Desember 2023, mulai dari Kecamatan Wringinanom Gresik hingga Terminal Joyoboyo Kota Surabaya.

"Selain pengumpulan bukti serta dokumentasi bangunan liar/ilegal lewat susur sungai, kami juga melakukan pemetaan dan mapping bangunan liar dengan memanfaatkan aplikasi Google Earth untuk melihat secara langsung lewat satelit pelanggaran bangunan liar yang sengaja dibiarkan tanpa penertiban oleh pemerintah," jelasnya.

Menurut alumni Fakultas Hukum Universitas Trunojoyo dan pengacara publik itu, menjelaskan bahwa pemanfaatan bantaran sungai yang melanggar aturan telah diatur dalam Permen PUPR No. 28/PRT/M/2015 tentang Garis Sempadan Sungai & Garis Sempadan Danau.

"Pemanfaatan bantaran sungai untuk pemukiman dan bangunan usaha seperti gudang, warung, toko, dan lainnya melanggar aturan dalam pasal 22 permen tersebut, yang artinya sudah menjadi kewajiban dan tugas BBWS Brantas serta pemerintah terkait untuk menertibkan dan membongkar bangunan tersebut," terang Kholid.

Kholid juga menambahkan bahwa sesuai dengan ketentuan, bantaran Kali Surabaya harus bebas dari bangunan pada jarak paling sedikit 15 meter dari tepi kanan kiri palung sungai. Namun, nyatanya banyak bangunan yang melanggar ketentuan tersebut.

"Pemanfaatan bantaran sungai yang tidak sesuai dengan fungsinya merupakan pelanggaran pidana yang dijelaskan dalam pasal 5 junto pasal 7 UU SDA. Sumber daya air termasuk bantaran sungai dikuasai negara dan tidak dapat dimiliki atau dikuasai oleh perseorangan, kelompok masyarakat, atau badan usaha," tegas Kholid.

Tim BRUIN juga menyoroti lemahnya kinerja BBWS Brantas dalam mengendalikan dan mengawasi sumber daya sungai Brantas.

"Kami menduga ada permainan oknum BBWS Brantas dengan mafia tanah bantaran dalam memberikan izin dan rekomendasi teknis terhadap pemanfaatan tanah bantaran di Kali Surabaya," ujar Kholid. 

Kholid menekankan pentingnya pengawasan dan penegakan hukum oleh BBWS Brantas, serta perlunya tindakan penyidikan yang menyeluruh terhadap pelanggaran tersebut.

"BBWS Brantas setidaknya berani menindak perseorangan atau pelaku usaha yang memanfaatkan bantaran tanpa izin pemanfaatan dan rekomtek dari BBWS Brantas serta pemerintah," imbuhnya.

Kendati demikian, BRUIN Nusantara berharap surat aduan yang disertai dokumen bukti pelanggaran tersebut segera direspon oleh BBWS Brantas dan pemerintah terkait. 

Masih menurut Kholid, terdapat beberapa tindakan yang diharapkan oleh pihaknya diantaranya melakukan penyelidikan menyeluruh atas pelanggaran di bantaran Kali Surabaya, menetapkan sanksi terhadap oknum mafia tanah dan pihak yang terlibat, serta memaksimalkan fungsi pengawasan dan penegakan hukum.

Kemudian melakukan pemetaan kerusakan bantaran sungai akibat bangunan liar, melakukan penertiban rutin terhadap bangunan liar di sepanjang Kali Surabaya dan mengupayakan kawasan lindung di sepanjang bantaran Kali Surabaya dengan payung hukum melalui SK Gubernur.

Selain itu yang terakhir, ia juga berharap adanya pemasangan papan himbauan yang disertai aturan tegas dan hukuman terkait larangan mendirikan bangunan liar.

"Jika pelanggaran ini dibiarkan, akan berdampak buruk seperti hilangnya fungsi resapan, ancaman banjir, dan penurunan kualitas air. Kami berharap BBWS Brantas segera bertindak," pungkasnya. Ain

Berita Terbaru

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI. COM, Lumajang- Kualitas Makanan Jadi Prioritas Pemkab Lumajang Perketat Pengawasan Program MBG, Kualitas Makanan Jadi Prioritas Bupati Lumajang, …

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Cegah Pencurian Sapi dan Motor, Polsek Rowokangkung Sisir Permukiman Warga pada Malam Hari

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Ancaman pencurian ternak sapi dan sepeda motor menjadi perhatian Polsek Rowokangkung.  Untuk mencegah tindak kriminalitas tersebut, …

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Luruskan Polemik di Medsos: PCM Tulangan Pastikan KBM MBS SMPM 5 Tidak Ada Ustadzah yang Dikeluarkan

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Isu yang sempat viral di media sosial serta dibumbui narasi sepihak mengenai adanya dugaan tekanan struktural maupun arogansi o…

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Resmikan Kantor Baru di Kahuripan Nirwana, JATMAN Sidoarjo Perkuat Konsolidasi Spiritual dan Umat

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 18:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Peta pergerakan spiritual dan organisasi keagamaan di Kabupaten Sidoarjo memasuki babak baru. Jam'iyah Ahlit Thariqah a…

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pemkot Mojokerto Fasilitasi Pembangunan Jamban Sehat dan Pemutakhiran Data

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

Minggu, 08 Nov 2026 14:37 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto - Merespons keluhan warga terkait kondisi sanitasi yang tidak layak, Pemerintah Kota Mojokerto bergerak menyiapkan solusi bagi …

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026, Misi Cetak Talenta Timnas Jadi Target Berikutnya

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

Sabtu, 07 Nov 2026 17:09 WIB

SurabayaPagi, Singapura – MilkLife Kickers harus mengubur ambisi meraih gelar juara Singa Cup 2026 kategori Girls U14. Meski mengoleksi sembilan poin dari tiga …