KPK Tak Bisa Tentukan Target Penangkapan Buron Kasus Suap Harun Masiku: Kita Bukan Tuhan

author Lailatul Nur Aini

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengintensifkan upayanya untuk menangkap Harun Masiku, buron kasus suap yang telah melarikan diri sejak 2020.

Dalam perkembangan terbarunya, KPK menetapkan target untuk menangkap Harun dalam waktu satu minggu. Meski demikian, Komisioner KPK Johanis Tanak mengakui bahwa tenggat waktu tersebut tidak bisa dijamin, namun KPK akan terus berupaya maksimal.

"Kita sudah meminta ditetapkan sebagai DPO. Jadi bukan kemudian minggu depan (langsung tertangkap). Kita bukan tuhan," ujar Johanis Tanak, saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis, (13/6/2024).

Johanis menegaskan bahwa target satu minggu bukan berarti memastikan penangkapan akan terjadi tepat waktu, namun merupakan bentuk komitmen dan usaha keras KPK dalam mencari dan menangkap Harun.

Johanis juga menambahkan bahwa KPK tidak meralat target tersebut. "Bukan masalah ralat tidak ralat, kita kalau boleh satu hari ya satu hari. Tapi apakah kita (tuhan) menentukan itu kan tidak," tegasnya.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah itu juga mengaku bahwa penyidik KPK telah melakukan pencarian intensif sejak Harun ditetapkan sebagai buron.

Menyinggung soal keberadaan Harun, Johanis menolak memberikan detail lokasi untuk menjaga kerahasiaan penyelidikan.

"Saya tidak boleh mengungkapkan itu. Kenapa? Karena kalau saya mengungkapkan di mana adanya maka dia bisa menghilang. Kalau kita bilang dia di titik sini, dia hilang, kemudian penyidik ke sana dia sudah tidak ada. Jadi itu rahasia," jelasnya.

Seperti yang diketahui, Harun Masiku, politisi PDI Perjuangan, ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan suap terhadap Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan. Suap tersebut terkait dengan penetapan anggota DPR RI terpilih untuk periode 2019-2024.

Sejak ditetapkan sebagai buron oleh KPK pada 17 Januari 2020, Harun hingga kini belum berhasil ditangkap. KPK terus berupaya agar keadilan dapat ditegakkan dalam kasus ini. Ain

Berita Terbaru

AS dan Israel Lanjut Cyber Warfare

AS dan Israel Lanjut Cyber Warfare

Senin, 02 Mar 2026 18:35 WIB

Senin, 02 Mar 2026 18:35 WIB

Televisi Iran Mulai Diretas, Siaran Olahraga Diselipi Cuplikan Pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin…

Trump tak Singgung Reza Pahlavi

Trump tak Singgung Reza Pahlavi

Senin, 02 Mar 2026 18:33 WIB

Senin, 02 Mar 2026 18:33 WIB

Untuk Nominasi Pemimpin Iran Pengganti Ayathollah Ali Khamenei    SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden AS Donald Trump telah mengantongi tiga nama yang …

Turis di Bali dan Dubai Kebingungan, Ekses Serangan ke Iran

Turis di Bali dan Dubai Kebingungan, Ekses Serangan ke Iran

Senin, 02 Mar 2026 18:30 WIB

Senin, 02 Mar 2026 18:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Denpasar - Sejumlah penerbangan internasional di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, terganggu. Sejumlah penumpang…

Pakar Ekonomi: Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Investor akan Pilih Emas

Pakar Ekonomi: Dampak Perang AS-Israel vs Iran, Investor akan Pilih Emas

Senin, 02 Mar 2026 18:26 WIB

Senin, 02 Mar 2026 18:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Menurut saya, tengah ketegangan ini, Iran memutuskan untuk menutup jalur Selat Hormuz. Padahal, jalur ini menjadi arteri utama…

Try Sutrisno, Arek Surabaya Meninggal di Usia 90 Tahun

Try Sutrisno, Arek Surabaya Meninggal di Usia 90 Tahun

Senin, 02 Mar 2026 18:23 WIB

Senin, 02 Mar 2026 18:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming terlihat mengiringi dari belakang peti jenazah mantan Wapres Try Sutrisno. Prosesi…

Manusia Barbar

Manusia Barbar

Senin, 02 Mar 2026 18:20 WIB

Senin, 02 Mar 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Publik di seluruh dunia diguncang serangan militer serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Sabtu. Padahal, hari Kamisnya antar…