Wakil Ketua KPK, Slip of the Tongue

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 14 Jun 2024 20:26 WIB

Wakil Ketua KPK, Slip of the Tongue

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata sedang menjadi bulan-bulanan di dunia maya. Dikecam. Dilecehkan. Dan direndahkan.

Maka itu,Wakil Ketua KPK Johanis Tanak, ikut bela Alex mengklarifikasi pernyataan soal penangkapan buron mantan Caleg PDIP Harun Masiku. Semula Alexander Marwata, bilang dapat menangkap dalam waktu satu minggu. Pernyataannya itu dianggap Alex sekadar harapan. Alex menepisPernyataannya itu sebagai janji. Nah!

Baca Juga: Makan Bergizi Gratis Rp 7.500, Saingan Nasi Kucing

Kamis (13/6/2024) siang Wakil Ketua KPK Johanis Tanak ikut bicara terkait pernyataan Alexander Marwata, itu.

Johanis mengatakan pihaknya hanya manusia yang berusaha, bukan Tuhan.

"Kita itu manusia hanya berusaha ya, apapun alasannya kita tetap senantiasa berusaha untuk mencari dan menemukan. Makanya kita sudah minta ditetapkan sebagai DPO (Harun Masiku)," kata Johanis di Gedung Negara Grahadi Surabaya, usai membuka roadshow bus KPK, Kamis (13/6/2024).

Johanis menyatakan KPK bukan Tuhan yang bisa menentukan hal secara pasti.

Menurutnya, omongannya bukan persoalan meralat atau tidak meralat harapan KPK untuk menangkap Harun Masiku minggu depan. Ada ada saja pembelaan terhadap rekan se timnya.

 

***

 

Sebagai jurnalis saya ikut sedih mengikuti pernyataan dua Wakil Ketua KPK yang abaikan nalar publik.

Apalagi pernyataan Alex disampaikan usai rapat bersama Komisi III DPR di Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024). Dengan argumentasi apa pun, pernyataan Alex, adalah janji.

Pemahaman saya hg harapan itu sebuah hubungan timbal balik antara langkah-langkah untuk mencapainya. Beda dengan janji .

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) janji, antara lain, sebagai ”ucapan yang menyatakan kesediaan dan kesanggupan untuk berbuat (seperti hendak memberi, menolong, datang, bertemu).

Apabila terlanjur janji, maka wajiblah untuk menepati. Nah! Ada apa pejabat negara sekelas Wakil Ketua KPK bisa begitu mudahnya bikin janji akan menangkap Harun Masiku, satu minggu?.

 

Baca Juga: Mengerikan! Amburadulnya Cara Kerja Hakim MA, Dibeber Disidang

***

 

Pernyataan Alex itu menurut saya sengaja. Ia seperti sudah punya gambaran lokasi si buron atau keseleo lidah. Bisa juga ia ceroboh dalam memiliih diksi.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008), keseleo lidah memiliki makna salah mengucapkan, atau salah mengatakan. Dalam bahasa Inggris disebut: Slip of The Tongue.

Dalam perspektif komunikasi, keseleo lidah, atau selip lidah, atau slip of the tongue, merupakan salah satu jenis penyimpangan atau kesalahan berbahasa lisan.

Slip of thongue are “something that you say by accident when you intended to say something else” (Dikutip dari Definition of slip of the tongue from the Cambridge Advanced Learner's Dictionary & Thesaurus © Cambridge University Press, http://dictionary.cambridge.org/dictionary/british/slip-of-the-tongue).

Selip lidah (slip of the tongue) bisa membawa petaka.

Pepatah mengatakan, “a slip of the foot you may soon recover, a slip of the tongue you never will“.

Baca Juga: Bad News or Good News, Erick Thohir Minta Rp44,24 triliun

Pepatah umum, selip kaki bisa segera disembuhkan, namun selip lidah takkan bisa disembuhkan.

Hal yang saya tahu, kesalahan ini terjadi akibat ketidaksengajaan dan tidak disadari oleh penyampainya. Kesalahan berbahasa ini dapat disebabkan oleh, faktor kelelahan, keletihan, kurang perhatian atau juga karena terlalu emosional.

Dalam perspektif komunikasi, selip lidah merupakan salah satu jenis penyimpangan atau kesalahan berbahasa lisan.

Penulis buku Language Learners and Theirs Errors (London: The Macmillan Press, 1983), John Norissh, mengistilahkannya sebagai lapse.

Dikatakan, lapse atau selip lidah itu merupakan bentuk penyimpangan yang diakibatkan kurang konsentrasi, rendahnya daya ingat, atau sebab-sebab lain yang dapat terjadi kapan saja dan pada siapa pun.

Fenomena keseleo lidah terkesan sesuatu yang sederhana dan tidak memiliki konsekuensi yang serius, namun ternyata tidak demikian kenyataannya. Fenomena keseleo lidah ini paling tidak memunculkan beberapa konsekuensi. Pertama, bagi penutur dapat menurunkan kredibilitas penutur atau penulisnya. Kedua, mengubah makna kata.

Akal sehat saya berbisik, siapa pun bisa mengalami slip of the tongue. Artinya, semua dari kita bisa saja kepleset omongan. Atau terselip lidahnya. Keseleo lidahnya. Karena memang lidah itu tidak bertulang.

Maka, bagi seorang pemimpin, yang punya pengikut, yang menduduki jabatan penting, jagalah mulutmu. Kewibawaanmu, nilaimu sebagai seorang pemimpin, sangat ditentukan oleh bagaimana menjaga mulutmu. “Controlling your tongue is the most serious investment” (mengendalikan lidah adalah investasi paling serius). Itu pepatah umum Pak Alexander Marwata ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU