Tarif Jargas Melambung, BHS Sentil PGN

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Caleg DPR RI terpilih dari dapil 1 Surabaya-Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) meminta pemerintah dan lembaga masyarakat terkait mengaudit PGN karena temuan kenaikan tarif tidak wajar di kampung Banyuurip Lor Surabaya yang meningkat sekitar 100 persen.

Saat berdialog dengan beberapa warga kampung Banyuurip Lor, BHS menemukan keluhan bahwa tagihan Jargas (Jaringan Gas) PGN mengalami peningkatan drastis meski pemakaian gas tersebut untuk rumah tangga.

"Harga Jargas dari jaringan itu termasuk Indonesia ini sudah sangat mahal 6USD/MMBtu tapi ternyata tagihan di masyarakat naik 100 persen dari 6 USD, berarti 12 USD lebih yang dibebankan kepada masyarakat," ujarnya setelah bertemu warga. Rabu (19/6/2024).

BHS pun membandingkan harga Jargas Malaysia dengan Indonesia, karena jaringan gas di negara tetangga tersebut hanya mengenakan tarif sekitar 1 ringgit dan Indonesia sebagai salah satu penghasil gas terbesar di Asia seharusnya menetapkan tarif murah bagi rakyat.

Penetapan tarif murah jaringan gas ini dinilai BHS sebagai upaya penguatan UMKM karena pelaku usaha mikro, kecil dan menengah ini sebagai upaya penguatan ekonomi di tengah terpuruknya rupiah terhadap dollar.

"Daya beli masyarakat juga akan kuat kembali dan ini akhirnya kesulitan kita, dollar yang naik dan sebagainya ini bisa kita atasi dengan kekuatan ekonomi kita, akhirnya bisa menutup kelemahan kita yang sebelum-sebelumnya terutama pelemahan daripada rupiah ini," tuturnya.

Ketika berdialog dengan salah seorang warga bernama Murtina, BHS disodori nilai tagihan Jargas yang naik tiap bulannya hingga ratusan ribu dari awal jaringan gas ini dipasang pertama kali yang hanya mengenakan tagihan sekitar Rp. 20 ribu perbulan sehingga mengalihkan penggunaan gas dengan LPG melon, dan keluhan ini juga dialami produsen lontong di Banyuurip Lor.

"Bahkan ada yang tidak lebih dari 1 bulan sudah naik 2 kali lipat, contohnya itu tadi di kampung lontong dari 800 ribu rupiah tagihannya dalam satu bulan menjadi 1,6 juta, Termasuk ibu rumah tangga itu tadi dari 20 ribu bahkan naik menjadi 150 ribu. Jadi ini adalah sesuatu yang tidak wajar dan ini harus diluruskan kembali," tegasnya.

Murtina pun menjelaskan kenaikan tagihan ini dialaminya sejak tahun 2018 setelah setahun pemasangan dan dua bulan terakhir tagihannya terus meningkat meski dirinya sekarang jarang memasak, sehingga dia sekarang menggunakan LPG untuk memasak.

"Masak biasa terus saya kurangi sering nggak masak gitu, tapi kok tetap naik lagi sekarang 187 ribu bulan lima kemarin," tutupnya.

Murtina pun berharap Jargas tarifnya bisa murah seperti pertama kali pemasangan, tapi jika tagihan terus meningkat maka dirinya berencana memutus jaringan gas di rumahnya.

Selain meminta pemerintah mengaudit PGN, permintaan serupa juga diutarakan BHS agar diberlakukan ke PLN supaya penggunaan energi bagi masyarakat bisa lebih murah guna menopang perekonomian Indonesia melalui UMKM. Byb

Berita Terbaru

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Puncak Skandal Ponorogo, Bupati Nonaktif Sugiri Dituntut 7 Tahun Penjara dalam Kasus Suap Jabatan dan Proyek RSUD

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Babak baru penanganan perkara korupsi yang mengguncang Pemerintah Kabupaten Ponorogo memasuki tahap krusial. Jaksa Penuntut Umum (…

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

MPLS SMP Muhammdiyah 15 Surabaya Kenalkan Budaya Sekolah Islami dan Bertoleransi Antar Umat Beragama

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - MPLS yang di selenggarakan oleh SMP Muhammadiyah 15 surabaya tak kalah menarik untuk di jadikan contoh oleh sekolah lain. MPLS…

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Musim Kemarau, KAI Daop 7 Madiun Tegas Larang Masyarakat Bakar Jerami Dekat Jalur Kereta Api

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Memasuki musim kemarau yang disertai angin kencang, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pengawasan…

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Dinas Pendidikan Blitar Masih Kaji Ulang Penggabungan Tiga Sekolah Dasar

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -Tiga Sekolah Dasar di wilayah kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tidak memperoleh Siswa maupun Siswi baru saat  PPDB (Penerimaan …

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Rehabilitasi 25 Sekolah Negeri

Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Disdikbud Jombang Rehabilitasi 25 Sekolah Negeri

Selasa, 14 Jul 2026 14:10 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 14:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud)…

Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai

Bikin Heboh! Kopdes Merah Putih Gedangan Malang Berdiri di Seberang Sungai

Selasa, 14 Jul 2026 13:27 WIB

Selasa, 14 Jul 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Baru-baru ini sejumlah netizen hingga warga dihebohkan dengan adanya bangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih di…