Musim Panen, Harga Gabah di Magetan Berangsur Naik Rp7 Ribu/Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Para petani padi sedang panen gabah di sawah. SP/ MGT
Ilustrasi. Para petani padi sedang panen gabah di sawah. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Setelah sempat terpuruk pada musim panen pertama, kali ini harga gabah di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menunjukkan tren positif dan naik menyentuh Rp7.000 per kilogram (Kg).

Kenaikan harga ini disambut antusias para petani yang sedang melaksanakan panen raya musim tanam kedua yang sebelumnya harga gabah kering di bawah Rp6.000 per kilogram.

“Alhamdulillah, sebelumnya kami petani benar-benar prihatin dengan harga gabah pada panen musim pertama. Masa harganya di bawah Rp6.000, rugi kami. Biaya garap, pupuk, dan perawatan mahal tidak sesuai dengan hasil yang kami peroleh,” ungkap Taman, Jumat (21/06/2024).

Para petani di Kecamatan Parang, seperti Taman dari Desa Pragak, merasa lega dengan kenaikan harga gabah. Namun, beberapa petani masih berharap harga bisa naik lebih tinggi lagi, hingga mencapai Rp8.000 per kilogram agar para petani bisa meraih keuntungan yang lebih besar.

“Jika harga gabah paling murah Rp7.000, petani masih ada lebih. Meski tidak banyak, jika di atas itu petani baru untung. Harapannya ya bisa Rp8.000 harga gabah. Baru kami petani untung. Ya mudahan terus naik hingga di angka seperti tahun lalu,” tambahnya.

Meski demikian, para petani memilih untuk menyimpan gabahnya dan menunggu harga naik lebih tinggi sebelum menjualnya. Sedangkan bagi petani kecil cenderung segera menjual gabah mereka untuk biaya persiapan tanam ketiga.

“Kami butuh biaya untuk tanam ketiga ya, jadi kita jual meski untung sedikit. Bila tidak ya tidak dapat tanam lagi. Kecuali ada bantuan benih jagung atau palawija lainnya, bantuan obat-obatan dan pupuk, baru beban biaya berkurang,” kata Pani petani lain.

Bagi petani yang tidak punya modal berharap ada bantuan dari pemerintah berupa bibit, obat-obatan, hingga permodalan lunak. Pasalnya, kenaikan harga gabah ini memberikan sedikit harapan bagi para petani di Magetan untuk dapat bertahan dan meraih keuntungan yang layak dari hasil kerja keras mereka. mgt-01/dsy

Berita Terbaru

Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu

Trotoar RSUD Caruban Semrawut, Akses Pejalan Kaki dan Pasien Terganggu

Rabu, 04 Feb 2026 14:50 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Ruang publik di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Caruban, Kabupaten Madiun, berubah semrawut. Trotoar yang semestinya menjadi h…

Musda X FSP KEP SPSI Jatim Dorong Hubungan Industrial Adaptif dan Berkeadilan

Musda X FSP KEP SPSI Jatim Dorong Hubungan Industrial Adaptif dan Berkeadilan

Rabu, 04 Feb 2026 14:44 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, dan Pertambangan SPSI (FSP KEP SPSI) Jawa Timur menekankan pentingnya hubungan industrial yang …

Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Kota Mojokerto Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos Nasional

Rabu, 04 Feb 2026 14:43 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:43 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Kota Mojokerto terpilih sebagai salah satu daerah pilot project Digitalisasi Bantuan Sosial. Secara nasional, terdapat 41 daerah…

Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Baru di Kota Mojokerto

Susur Sungai Ngotok Hadir di TBM, Tambah Destinasi Wisata Baru di Kota Mojokerto

Rabu, 04 Feb 2026 14:42 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Kota Mojokerto kembali menghadirkan destinasi wisata baru melalui wisata susur Sungai Ngotok di kawasan Taman Bahari Mojopahit…

iSTTS Bekali Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Etika AI Lewat Bootcamp Intensif

iSTTS Bekali Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Etika AI Lewat Bootcamp Intensif

Rabu, 04 Feb 2026 13:42 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 13:42 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Institut Sains dan Teknologi Terpadu Surabaya (Institut STTS) memfasilitasi puluhan jurnalis dari Surabaya dan Sidoarjo dalam Bootcamp…

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Awal 2026, Disnak Tulungagung identifikasi 59 Ekor Ternak Terjangkit PMK

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

Rabu, 04 Feb 2026 12:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Pada awal 2026, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengidentifikasi kasus…