Home / Ekonomi dan Bisnis : Jadi Alternatif Pengganti Tembakau

Potensi Daun Talas Beneng, Gulma Petani yang Jadi Ladang Cuan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 23 Jun 2024 13:10 WIB

Potensi Daun Talas Beneng, Gulma Petani yang Jadi Ladang Cuan

i

Agus Setiawan warga Desa Wonomerto, Wonosalam, Jombang saat memproduksi talas beneng sebagai alternatif pengganti tembakau. SP/ JBG

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Di tangan Agus Setiawan (47) warga Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, tanaman talas beneng yang  dianggap sebagai gulma merugikan bagi petani, disulapnya menjadi alternatif pengganti tembakau yang bakal menjadi pundi-pundi cuan menguntungkan.

“Kebetulan di tempat kami tinggal di lereng Gunung Anjasmoro, tanaman ini tumbuh banyak di pekarangan bahkan sering jadi gulma dan tidak terpakai,” kata Agus, Minggu (23/06/2024).

Baca Juga: Kandang Ayam di Jombang Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta

Lebih lanjut, Agus menjelaskan mulanya daun talas yang diambil dari pekarangan didiamkan selama tiga hari hingga daun berubah berwarna kuning kecoklatan. Setelah itu, daun dipisahkan dengan seratnya. Kemudian dipotong-potong kecil-kecil layaknya memotong daun tembakau pada umumnya. Proses terakhir yakni tinggal dijemur hingga daun mengering.

“Prosesnya agak lama mulai dari awal hingga siap kirim ke pabrik kisaran satu mingguan,” ujarnya. 

Menurutnya, tembakau yang terbuat dari daun talas beneng ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis olahan termasuk teh herbal hingga produksi rokok kesehatan nol nikotin.

Baca Juga: Jemaah Haji Kloter SUB-62 Asal Jombang Wafat di Pesawat

“Kami kirim ke Kediri, katanya di sana diolah menjadi bahan baku teh herbal dan rokok kesehatan non nikotin,” paparnya. 

Inovasi Agus Setiawan dalam mengolah daun talas beneng menjadi alternatif pengganti tembakau menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan keberanian, sesuatu yang awalnya dianggap sebagai masalah bisa diubah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Pasalnya, di Kabupaten Jombang belum banyak petani yang memanfaatkan tanaman ini. Mengingat tanaman daun talas beneng mudah untuk dibudidayakan. 

Baca Juga: Jasa Jamasan Benda Pusaka di Jombang Ketiban Berkah Bulan Suro

“Menurut saya ini peluang bagus bagi petani yang mau beralih mengembangkan industri ini. Tanamannya mudah dijumpai dan mudah dibudidayakan,” ucapnya.

Selama satu bulan ia mengaku mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah.  “Satu kilogram tembakau dari daun talas beneng kering dihargai Rp 15-25 ribu. Tergantung kualitas dari tembakaunya. Alhamdulillah, kalau penghasilan cukup untuk kebutuhan keluarga,” ucapnya. jbg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU