Jadi Alternatif Pengganti Tembakau

Potensi Daun Talas Beneng, Gulma Petani yang Jadi Ladang Cuan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Agus Setiawan warga Desa Wonomerto, Wonosalam, Jombang saat memproduksi talas beneng sebagai alternatif pengganti tembakau. SP/ JBG
Agus Setiawan warga Desa Wonomerto, Wonosalam, Jombang saat memproduksi talas beneng sebagai alternatif pengganti tembakau. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Di tangan Agus Setiawan (47) warga Dusun Wonotirto, Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, tanaman talas beneng yang  dianggap sebagai gulma merugikan bagi petani, disulapnya menjadi alternatif pengganti tembakau yang bakal menjadi pundi-pundi cuan menguntungkan.

“Kebetulan di tempat kami tinggal di lereng Gunung Anjasmoro, tanaman ini tumbuh banyak di pekarangan bahkan sering jadi gulma dan tidak terpakai,” kata Agus, Minggu (23/06/2024).

Lebih lanjut, Agus menjelaskan mulanya daun talas yang diambil dari pekarangan didiamkan selama tiga hari hingga daun berubah berwarna kuning kecoklatan. Setelah itu, daun dipisahkan dengan seratnya. Kemudian dipotong-potong kecil-kecil layaknya memotong daun tembakau pada umumnya. Proses terakhir yakni tinggal dijemur hingga daun mengering.

“Prosesnya agak lama mulai dari awal hingga siap kirim ke pabrik kisaran satu mingguan,” ujarnya. 

Menurutnya, tembakau yang terbuat dari daun talas beneng ini bisa dimanfaatkan untuk berbagai jenis olahan termasuk teh herbal hingga produksi rokok kesehatan nol nikotin.

“Kami kirim ke Kediri, katanya di sana diolah menjadi bahan baku teh herbal dan rokok kesehatan non nikotin,” paparnya. 

Inovasi Agus Setiawan dalam mengolah daun talas beneng menjadi alternatif pengganti tembakau menunjukkan bahwa dengan kreativitas dan keberanian, sesuatu yang awalnya dianggap sebagai masalah bisa diubah menjadi peluang bisnis yang menjanjikan. Pasalnya, di Kabupaten Jombang belum banyak petani yang memanfaatkan tanaman ini. Mengingat tanaman daun talas beneng mudah untuk dibudidayakan. 

“Menurut saya ini peluang bagus bagi petani yang mau beralih mengembangkan industri ini. Tanamannya mudah dijumpai dan mudah dibudidayakan,” ucapnya.

Selama satu bulan ia mengaku mendapatkan penghasilan hingga jutaan rupiah.  “Satu kilogram tembakau dari daun talas beneng kering dihargai Rp 15-25 ribu. Tergantung kualitas dari tembakaunya. Alhamdulillah, kalau penghasilan cukup untuk kebutuhan keluarga,” ucapnya. jbg-01/dsy

Berita Terbaru

Gubernur BI Destry, Janji Maksimalkan Jaringan Kantor Daerah

Gubernur BI Destry, Janji Maksimalkan Jaringan Kantor Daerah

Kamis, 03 Sep 2026 06:44 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:44 WIB

SURABAYAPAGI.com - Salah satu tugas utama Bank Indonesia (BI) adalah menjaga stabilitas nilai rupiah. Stabilitas nilai Rupiah ini mengandung dua aspek, yaitu…

Prabowo akan Bangun Kapal Ikan Modern 4.582 Unit

Prabowo akan Bangun Kapal Ikan Modern 4.582 Unit

Kamis, 03 Sep 2026 06:42 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pemerintah menyiapkan program modernisasi kapal ikan untuk mendorong nelayan memanfaatkan potensi ikan di laut lepas. Ditargetkan…

Kontrak Pertamina Lubricants dengan VR46 Racing Team, Diusik

Kontrak Pertamina Lubricants dengan VR46 Racing Team, Diusik

Kamis, 03 Sep 2026 06:40 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:40 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kontrak Pertamina Lubricants dengan VR46 Racing Team telah dimulai sejak 2024 hingga akhir 2026. Meski tak pernah disebut angka pastinya,…

Juli Lalu, 1,53 juta Turis ke Indonesia

Juli Lalu, 1,53 juta Turis ke Indonesia

Kamis, 03 Sep 2026 06:38 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:38 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 1,53 juta turis asing yang berkunjung ke Indonesia sepanjang Juli 2026. Jumlah kunjungan wisman…

PENAHANAN PEMRED RADIT, PROYEK JENDERAL, DIRUNTUHKAN TAMTAMA

PENAHANAN PEMRED RADIT, PROYEK JENDERAL, DIRUNTUHKAN TAMTAMA

Kamis, 03 Sep 2026 06:35 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:35 WIB

Kajari Surabaya dan Direskrimum Polda Jatim Yth,.. Dari temuan fakta-fakta dan surat pernyataan berisi pengakuan Erick Wowpor, tanggal 23 Januari 2026, saya…

Iran Mulai Kurangi Pemakaian BBM

Iran Mulai Kurangi Pemakaian BBM

Kamis, 03 Sep 2026 06:32 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.com – Iran mengurangi pemakaian BBM. Seruan ini disampaikan Ketua Parlemen Iran pada hari Selasa (1/9) waktu setempat, seiring negara tersebut m…