SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Harga tembakau di Tulungagung meningkat sekitar 30 persen dalam rentang 2022-2024. Sehingga, tingginya harga jual tembakau turut mendongkrak penjualan bibit tembakau varietas gagang rejeb sidi yang dibudidayakan di Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu.
Bahkan, tembakau dengan kualitas terjelek saja bisa laku hingga Rp 90.000 per kilogram, sementara tembakau kualitas baik bisa Rp 140.000 per kilogram. Sedangkan untuk varietas yang bisa menghasilkan 1,7 ton per hektar ini banyak diburu petani dari lokal Tulungagung dan daerah di luar Tulungagung.
Lebih lanjut, kali ini penjualan bibit gagang Rejeb Sidi ini menjadi sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan. Pembibitan tembakau rejeb sidi justru memanfaatkan pekarangan rumah, bukan di area persawahan.
“Di kelompok kami, ada sekitar 5 hektar lahan yang dipakai untuk pembibitan,” jelas Endri, Minggu (23/06/2024).
Lanjutnya, pembibitan tembakau rejeb sidi justru memanfaatkan pekarangan rumah, bukan di area persawahan. Selain itu, juga butuh perawatan ekstra di saat awal penyemaian bibit tembakau hingga siap ditanam. Jika disemai di area persawahan maka perawatannya justru akan menyulitkan.
“Misalnya penyiraman harus dilakukan 3 kali dalam sehari, harus ditutup plastik saat hujan. Lebih praktis jika di pekarangan rumah,” ungkapnya.
Beruntungnya, sejak 25 Mei hingga saat ini, ia mengaku sudah mengantongi keuntungan Rp 30 juta. Dirinya yakin selama masa tanam tembakau dirinya bisa mendapatkan dua kali lipat dari pendapatan sementara itu.
“Istilahnya ini baru setengah jalan sudah dapat Rp 30 juta. Pendapatannya bisa dua kali lipat, bahkan lebih,” tegasnya.
Para peminat gagang rejeb sidi ada yang dari Malang, Kediri dan Pacitan. Dan yang dicari biasanya benih tembakau siap ditanam di sawah pada usia 35 hari hingga 55 hari. Bahkan, sekurangnya dia dapat menjual 25.000 benih tembakau gagang rejeb sidi. tlg-01/dsy
Editor : Desy Ayu