Masuknya Surimi Impor, Nelayan Ngeluh Harga Ikan di Trenggalek Anjlok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Nelayan ikan laut di Trenggalek, Jawa Timur. SP/ TRG
Ilustrasi. Nelayan ikan laut di Trenggalek, Jawa Timur. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Masuknya impor pasta ikan atau produk Surimi impor di Indonesia mulai membuat para nelayan di Trenggalek, Jawa Timur ngeluh dan ketar-ketir. Pasalnya, imbas hak itu membuat harga ikan laut anjlok dalam 2 tahun terakhir.

Pasalnya, produk Surimi impor tersebut membuat para pengusaha makanan seperti sosis, kue ikan, dan kerupuk enggan mengambil ikan ke nelayan dan memilih produk Surimi karena lebih murah.

"Kemarin itu kami diundang yang difasilitasi oleh Dinas Perikanan Provinsi Jawa Timur. Setelah kita diskusi dan dicermati ternyata salah satu penyebab terbesar itu adalah adanya keran impor dari Cina yang namanya Surimi," Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Trenggalek, Asmadi, Jumat (27/06/2024).

Bahkan, harga ikan di nelayan turun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yakni harga ikan salem atau makarel sempat menyentuh di bawah Rp 5.000/kilogram.

"Contohnya, ikan salem itu kemarin yang satu kilogram isi empat, harganya cuma Rp 2.000-5.000, kemudian ikan tongkol yang satu kilogram isi satu harganya Rp 5.000. biasanya di tahun-tahun sebelumnya harga ikan itu paling murah ya Rp 8.000," jelasnya.

Sementara itu, menyikapi kondisi tersebut, HNSI Trenggalek menuntut pemerintah pusat agar bertindak cepat dengan menghentikan keran impor Surimi. Apabila kondisi ini terus dibiarkan, akan semakin merugikan para nelayan. "Kalau ini dibiarkan, ya kita ini tinggal menunggu saja bangkrutnya," jelasnya. trg-01/dsy

Berita Terbaru

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Tanah Sitaan Polda Jatim Milik H. Sugianto Mangkrak, Advocat Minta Pemkab Sumenep Segera Ambil Alih

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep- Advokat sekaligus pelapor penggelapan tanah kas desa (TKD) di Kab. Sumenep, H. Mohammad Siddik mendesak Pemerintah Kabupaten Sumenep …

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…