Konsultasi Online dengan Dokter, Dibiayai BPJS

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Meski Kementerian Kesehatan jamin masyarakat yang berkonsultasi secara online dengan dokter, pembiayaannya di-cover oleh BPJS Kesehatan, sampai Jumat (28/6) pihak BPJS yang dihubungi Surabaya Pagi, belum memastikan. "Ya, baru dikomunuksikan dengan kami," kata sfaf sekretariat BPJS pusat yang dihubungi Surabaya Pagi, melalui telepon Jumat siang (28/6).

Kemenkes mengatakan layanan ini mengembangkan telemedisin berbasis aplikasi. Ke depannya, Kemenkes membuka peluang untuk masyarakat yang berkonsultasi secara online dengan dokter, pembiayaannya bisa di-cover oleh BPJS Kesehatan.

Terkait hal ini, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan transformasi di bidang kesehatan menjadi satu hal yang perlu dilakukan. Ini menjadi upaya pemerintah untuk memberikan akses kesehatan yang merata ke depannya.

"Transformasi sistem kesehatan merupakan keniscayaan yang harus dibangun kalau kita ingin membangun Indonesia Emas 2045," ujar Dante dalam UI Health Innovation Expo 2024, Depok, Kamis (27/6/2024).

 

Masih Belum Berjalan

Terkait pembiayaan telemedisin dengan BPJS, Dante mengatakan untuk saat ini memang masih belum berjalan. Namun, Kemenkes sedang berupaya untuk terus menggodok terobosan ini.

"(Saat ini) masih belum ada klaim BPJS untuk telemedisin. Tapi sedang kami godok bagaimana regulasinya, bagaimana keabsahan pengobatannya, bagaimana mendatangkan obatnya. Ini sedang kita godok," kata Dante.

"Karena ke depan untuk daerah-daerah tertinggal butuh aplikasi-aplikasi tersebut," sambungnya.

Dante melanjutkan jika saat ini pemerintah masih mencoba untuk memproses legalitas telemedisin terkait keabsahannya, agar bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

"Sekarang masih dalam proses legalisasi dulu, legalisasi bahwa telemedisin masuk ke dalam pelayanan yang dikonfirmasi keabsahannya absolut dan bisa dipertanggungjawabkan secara scientist," kata Dante.

Terkait alat kesehatan yang nantinya digunakan sebagai penunjang, Dante mengatakan pemerintah akan memprioritaskan produk-produk dalam negeri. Hal ini juga untuk menekan impor produk dari negara lain.

"Jadi kita mengutamakan produk-produk yang hasil produksi dan kandungan dalam negerinya banyak. Dengan aturan tersebut, maka kita akan menyerap pasar dalam negeri yang jumlahnya lebih banyak daripada barang impor," tutupnya.

Sebagai informasi, saat ini Kemenkes telah memiliki 'Temenin' atau Telemedisin Indonesia yang telah bekerja sama dengan ratusan rumah sakit dan memberikan beberapa layanan yang mencakup 4 bidang, yakni radiologi, USG (ultrasonografi), elektrokardiografi, dan konsultasi. n erc/jk/cr9/rmc

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…