Home / Politik Pemerintahan : Faktanya Petahana Baru dapat Rekom Perindo

Survei Indopol Mulai "Giring Opini" Petahana vs Bumbung Kosong, Mungkinkah...?

author Muhajirrin

- Pewarta

Selasa, 02 Jul 2024 15:14 WIB

Survei Indopol Mulai "Giring Opini" Petahana vs Bumbung Kosong, Mungkinkah...?

i

Ratno Sulistiyanto Direktur Indopol Survei saat menyampaikan hasil hasil survei nya. SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -Jelang pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati Lamongan, sejumlah lembaga survei telah merilis hasil surveinya, dan dari hasil survei tersebut, semuanya menempatkan petahana Yuhronur Efendi baik popularitas maupun elektabilitas masih mengungguli sejumlah nama yang dikaitkan bakal ikut Pilkada.

Namun dari hasil analisis survei oleh lembaga Indopol ada yang "janggal" disampaikan dalam rilisnya Selasa (2/7/2024). Lembaga ini memberikan penekanan kalau pilkada di Lamongan berpotensi Petahana melawan bumbung kosong (Kotak kosong red).

Baca Juga: 4 Pasar Lamongan Dapat Suntikan Dana Rehab hingga Rp 200 Juta

Alasan dikemukakan oleh Ratno Sulistiyanto Direktur Indopol Survei saat merilis hasil survei nya dihadapan wartawan Lamongan, dalam simulasi bertingkat menunjukan bahwa semakin sedikit jumlah kandidat bertarung, maka elektabilitas petahana mengalami kenaikan signifikan dan dominan, di mana elektabilitas petahana sekarang ini diangka 47,5 persen, Suhandoyo 11,0 persen, dan Abdul Ghofur 5,5 persen.

"Ada 2 nama elektabilitas cukup signifikan yakni Suhandoyo dan Abdul Ghofur,  tapi elektabilitas masih kalah dengan petahana, begitu juga kalau terjadi head to head petahana bakal unggul jauh dari kompetitornya, sehingga keadaan ini berpotensi petahana vs bumbung kosong, " jelasnya.

Padahal, fakta yang terjadi beberapa minggu ini hingga Selasa (2/7/2024) baru partai Perindo yang memberikan rekomendasi Petahana Yuhronur Efendi yang konon disandingkan dengan Dirham anak Wahid Wahyudi mantan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.

Partai Golkar yang konon sebagai kendaraan utama dalam pilkada, Sampai hari ini belum juga memberikan rekom ke petahana, apalagi partai lain yang secara politik pernah satu barisan juga belum move on an berpotensi pindah ke lain hati.

Baca Juga: PDI-P Segera Umumkan Cagub Jatim Bareng PKB dan Nasdem, Ini Kandidatnya

Di sisi lain H. Abdul Ghofur ketua DPC PKB Lamongan ini sudah mengantongi rekom dari DPP PKB sebagai bakal calon bupati dengan perolehan 12 kursi di DPRD berangkat sendiri pun bisa tanpa partai yang lain, apalagi partai lain seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah mulai mendukung.

Menanggapi hasil survei Indopol, Freddy Wahyudi ketua tim pemenangan internal PKB saat dihubungi terpisah, menanggapi dengan santai penggiringan opini itu memang sudah dilakukan secara masif, dan itu semua hanya klaim dan cara mereka.

Tapi bagi dirinya bersama tim, juga punya cara bagaimana Abdul Ghofur bisa mencalonkan dan memenangkan pilkada Lamongan.

"Artinya apa, "giringan opini" dari survei lembaga Indopol tidak sebanding lurus dengan fakta dan dinamika politik jelang pilkada di Lamongan," terangnya.

Baca Juga: PAUD Lamongan Masih Terapkan Kurikulum Berbasis Kearifan Lokal

Ia lalu mencontohkan posisi PKB yang saat ini merekom kadernya sendiri H. Abdul Ghofur, secara hitungan persyaratan maju sudah memenuhi karena punya 12 kursi di DPRD Lamongan, namun karena semangat ingin membangun Lamongan yang lebih baik dan maju, maka harus bekerjasama dan berkolaborasi dengan partai -partai.

"Jadi opini dan klaim yang disampaikan oleh Indopol saja dari sini sudah terbantahkan, artinya ada calon lain selain petahana dan tidak terus kemudian mengopinikan petahana melawan bumbung kosong ini kurang fair, ini survei harusnya independen bukan partisan seperti ini," bebernya.

Sementara itu, survei Indopol ini melibatkan 600 koresponden yang tersebar di 27 kecamatan di Lamongan dari berbagai jenjang usia dan latar belakang profesi. Survei dilaksanakan pada 16-22 Juni  2024 lalu, dengan margin of error sampai 4 persen. jir

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU