Gubernur Jatim Periode 2025-2030 Harus Punya Terobosan Baru

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Wakil Ketua DPRD Jatim Hj Anik Maslachah. SP/RIKO
Wakil Ketua DPRD Jatim Hj Anik Maslachah. SP/RIKO

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Provinsi Jawa Timur pada tahun 2025 memiliki problem serius dalam hal penurunan pendapatan asli Daerah akibat imbas UU No 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah. Pemprov Jatim sempat merilis Potensi penurunan PAD hingga Rp 4,1 Triliun yang kemudian ditindaklanjuti oleh DPRD Jawa Timur.

Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Hj Anik Maslachah mengatakan, beberapa waktu lalu Pj Gubernur Adhy Karyono sudah merilis bahwa PAD Provinsi Jatim akan ada penurunan Rp4,1 T. Hal tersebut merupakan masalah yang tidak ringan dan perlu dicarikan solusi bersama-sama terutama oleh para kepala Daerah Provinsi (Gubernur) dan Bupati/Walikota.

“Maka tentu Pemimpin Jawa Timur ke depan harus mampu melakukan terobosan yang baru. Bagaimana bisa menutupi dari kekurangan-kekurangan itu,” terang Anik Maslachah, Kamis 4/7/2024.

Penurunan PAD itu, kata Sekretaris DPW PKB Jatim itu berdampak pada banyak hal. “Karena implikasinya Pembangunan di Jatim akan mengecil dan berkurang,” sebutnya.

Karenanya Gubernur Jatim 2025-2030 nanti mau tidak mau harus punya integritas yang luar biasa dalam menopang peningkatan PAD. “Itu harus, tidak bisa tidak, pemprov Jatim duduk bareng melakukan PKS (Perjanjian Kerja Sama) dengan kabupaten/kota yang mendapatkan opsen Pajak atau PAD dari Pajak Kendaraan Bermotornya naik,” ujarnya.

Kemungkinan besar, hanya ada 9 kabupaten/kota yang opsen dari pajak kendaraan bermotor baru, bakal meningkat. Seperti Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Lamongan, Kota Malang, Kota Madiun dan Kota Kediri. “Kebetulan dari 38 kabupaten kota tidak semuanya mendapatkan (tambahan) bagian itu. Hanya 9 kab/kota saja yang produktifitas kendaraan barunya banyak. Karena itu kalau tidak ada pembagian kewenangan tentu akan menjadi masalah di kemudian hari,” paparnya.

Anik Mencontohkan, urusan di bidang pendidikan. Seperti Anggaran BOP (Bantuan Operasional Penyelanggaraan) tentu akan berpengaruh. Karena anggarannya turun Rp4,1 T. Kalau kemudian programnya harus tetap, POP (Program Organisasi Penggerak) seperti guru dan tenaga pendidik harus tetap, tunjangannya harus tetap. “Minimal untuk mempertahankan di tahun 2025,Kalau tidak harus di take çover oleh Kab/kota yang opsen pajaknya naik, jelas Pemprov tidak mampu,” ujarnya. 

Lantas siapa yang akan diusulkan PKB untuk calon Gubernur Jatim mendatang, Anik mengaku sampai saat ini sudah mempersiapkan KH Marzuki Mustamar. Namun kepastiannya, PKB masih menunggu hasil survey dari konsultan poitik dan lembaga survey. “Yang kita rekomendasi adalah yang popularitas dan elektabilitas kans menangnya tinggi. Meski begitu tetap ini adalah kewenangan penuh dari DPP,” sebutnya.

Sampai detik ini PKB masih konsen KH Marzuki Mustamar. Tetapi tidak menutup kemungkinan nanti ada calon-calon lain. “PKB itu ada kencenderungan memakai filosofi Lakon Menang Keri atau Juara datang belakangan,” pungkasnya. rko

Berita Terbaru

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Kecelakaan di Tol Madiun, Empat Suporter PSS Sleman Tewas dalam Perjalanan ke Surabaya ‎

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 20:22 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Empat suporter PSS Sleman tewas setelah minibus yang mereka tumpangi menabrak truk tronton di KM 616+200 jalur A Tol Nga…

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Hadiri Jatim Creative Connect 2026, Ponorogo Siap Kolaborasi Perluas Jejaring

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar — Kabupaten Ponorogo membuka peluang kolaborasi dengan berbagai daerah di Jawa Timur untuk memperkuat jejaring kota kreatif. Upaya ini …

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Soroti Penanganan Perkara BBM Bersubsidi di Sumenep, Pengacara Agus Minta Propam dan Irwasum Turun Tangan

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:58 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Kuasa hukum Agus, H. Muhammad Siddik meminta Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri, Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Polri,…

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Bupati Subandi Bakal Renov Liponsos Dan Janji Carikan Pekerjaan Penghuninya

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 16:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemkab Sidoarjo menyiapkan program pemberdayaan bagi warga binaan yang telah dinyatakan sembuh. Fasilitas Liponsos Sidoarjo bakal…

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Spogomi Sesi Dua, Walikota Ning Ita Dorong Kolaborasi Lingkungan dalam Memungut dan Memilah Sampah

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan Pemerintah Kota Mojokerto melalui pendekatan k…

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Ning Ita Dorong Keterlibatan Generasi Muda Kota Mojokerto Jaga Indonesia ASRI

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

Minggu, 18 Okt 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pemerintah Kota Mojokerto terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui gerakan Green A…