Memasuki Kemarau Panjang, Lamongan Masih Pede Bisa Produksi 1,2 Juta Ton

author Muhajirrin

- Pewarta

Kamis, 04 Jul 2024 18:29 WIB

Memasuki Kemarau Panjang, Lamongan Masih Pede Bisa Produksi 1,2 Juta Ton

i

Bupati saat memberikan bantuan kepada petani. SP/MUHAJIRIN

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Meski sudah memasuki musim kemarau, Pemkab Lamongan masih cukup pede dengan target produktivitas padi 1,2 ton setiap tahunnya, karena musim tanam pertama sudah mampu memproduksi 600 ribu ton.

“Kita di tengah musim ini menjaga jangan sampai target di Lamongan ini turun, atau tidak tercapai karena diharapkan Lamongan ini termasuk lumbung pangan yang bisa mensuplai mendistribusikan ke beberapa daerah. Target kita 1,2 juta ton, sampai hari ini Insya Allah tercapai karena melihat kondisi di musim tanam pertama ini sudah mencapai 600 ribu ton lebih kita optimis,” ucap Bupati yang akrab disapa Pak Yes, Kamis (4/7/2024). 

Baca Juga: Pemkab Lamongan Bersinergi Realisasikan Tujuh Program BPN

Upaya yang digencarkan untuk ketahanan pangan tersebut yakni pompanisasi. Program kolaborasi antara Kementerian Pertanian RI dengan Pemerintah Daerah dan TNI Angkatan Darat (AD). Pompanisasi dinilai paling efektif untuk pengairan sawah di musim kemarau. Sehingga lahan yang awalnya kering dapat terisi air untuk dilakukan masa tanam. 

Danseskoad Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Agus Prangarso mengatakan, untuk mendukung program ketahanan pangan di wilayah Lamongan, TNI AD melakukan penelitian melalui KKL (Kuliah Kerja Lapangan) Studi Wilayah Pertahanan (Wilhan) Perwira Siswa (Pasis) Dikreg LXIV Seskoad Tahun 2024, selama empat hari terhitung sejak tanggal 1 hingga 4 Juli 2024. 

Baca Juga: 4 Pasar Lamongan Dapat Suntikan Dana Rehab hingga Rp 200 Juta

“Kita bukan mau mencari kesalahan, justru kami untuk membantu Pemerintah Daerah mensukseskan ketahanan pangan. Mungkin nanti di lapangan perlu dimaksimalkan dikaji, siswa Seskoad mencari kesimpulan awal sebelum dilakukan seminar nanti, kita akan masukan lagi ke TNI Angkatan Darat dan Menteri Ketahanan Pangan apa yang dilaksanakan disini itu bagaimana,” ucap Mayhen Agus saat mengunjungi Pengabdian Kepada Masyarakat KKL Wilhan Pasis Dirkeg LXIV Seskoad, di Desa Trepan, Kecamatan Babat, Lamongan. 

Diungkapkan, Kepala Kelompok Staf Ahli (Kapok Sahli)  Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli, 14 Seskoad yang menjalankan KKL di Lamongan diharapkan dapat menangkap permasalahan yang dialami petani secara real. Sehingga temuannya dapat dijadikan bahan evaluasi agar program tersebut dapat berkelanjutan. 

Baca Juga: Kaji Ghofur Sambangi Pasar Babat, Ajak Ramaikan Pasar dari Gempuran Olshop

Sementara itu, usai mendampingi Mayjen TNI Agus Prangarso di Desa Trepan, Pak Yes meninjau pompanisasi di Desa Bedahan, Kecamatan Babat, Lamongan. Kunjungan tersebut untuk menyiapkan uji coba pompanisasi ke wilayah Sluis Keyongan yang mencakup beberapa desa di wilayah Babat. 

“Sluis Keyongan itukan daerah irigasi sendiri, bakunya sekitar 6,96 ha tapi dia tidak punya tampungan air, punyanya DAM saja, DAM kalau sudah kemarau tidak ada suplai hujan tidak ada air. Nah ini kita berusaha ambil air dari sini dialirkan ke Timur, nanti kalau lancar tahun depan kita maksimalkan. Pompanya disiapkan oleh teman-teman Kades jalurnya kita yang mengawal,” pungkas Kepala Dinas PU. Sumber Daya Air Kab Lamongan Gunadi. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU