Gagasan Menkes: Biaya Kuliah Dokter Spesialis akan Free

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Pemerintah Buat Program Pendidikan Dokter Spesialis Hospital Based dari Putra-putri Daerah

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin punya gagasan biaya kuliah dokter spesialis akan free. Ini mengadopsi beberapa negara. Langkahnya, dokter spesialis, harus mengikuti program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based. Mereka akan mendapatkan besaran biaya hidup (BBH) sebesar 7,5 juta rupiah.

"Membantu seniornya bekerja, dan di luar ini tetap bisa dapat jasa pelayanan, karena nanti surat izin praktik (SIP) akan kita kasih, untuk bisa memberikan pelayanan, ini dokter yang sudah pendidikan, sudah praktek 4-5 tahun, kemudian jadi dokter spesialis," kata Menkes yang dikutip dari Program Live Streaming TVR Parlemen , Jumat (5/7).

 

Hanya RI Tarik Biaya Kuliah

Menurut Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, perubahan ini mengacu pada kebijakan yang terjadi di seluruh negara. Selama ini disebutnya hanya Indonesia yang memiliki ketentuan biaya uang kuliah dokter spesialis.

"Pada intinya adalah satu, tidak ada di seluruh dunia yang pendidikan dokter spesialis itu harus bayar uang kuliah ke fakultas kedokteran (FK)," sorot dia.

"Jadi konsepnya memang kita kembalikan seperti apa yang ada di seluruh negara di luar negeri, bahwa pendidikan dokter spesialis adalah seperti magang, seperti internship, seperti training sebenarnya, sehingga dia bisa bekerja, bisa mendapat gaji," jelas Menkes.

 

Residen Pendidikan Dokter Spesialis

Menkes memastikan residen yang menjalani program pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based mendapatkan besaran biaya hidup (BBH) sebesar 7,5 juta rupiah.

Pendanaan tersebut sepenuhnya diberikan oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kemenkes RI.

"Karena mereka bekerja di rumah sakit, statusnya adalah status kontrak. Mereka akan kita gaji, gajinya Rp 7,5 juta per bulan, jadi mereka (residen) bukan hanya sebagai murid, tetapi orang yang bekerja," tuturnya dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Rabu (3/7/2024).

 

Tugas Dokter Spesialis

Pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di wilayah daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK) dilakukan dengan pemodelan yakni melihat pola demografi, juga pola epidemiologi.

Artinya, dokter spesialis yang ditugaskan akan sesuai dengan jenis beban penyakit yang banyak dibutuhkan DTPK terkait. Secara nasional, tren jenis penyakit terbanyak yang dialami saat ini dengan puluhan tahun lalu saja sudah jelas berbeda.

"Dulu banyak gangguan pernapasan dan diare. Sekarang paling banyak jantung sama stroke, itu kita bikin planning-nya, supaya rekrutmennya disesuaikan, di kota-kota mana saja yang dibutuhkan," sambung dia.

 

Progran PPDS Hospital Based

Berkaca pada kasus sebelumnya, pemerintah kini memberikan syarat melalui PPDS hospital based, diisi oleh putra-putri daerah. Mengingat, banyak residen yang sebelumnya berdomisili di kota besar, hanya bertahan tidak lebih dari empat tahun selama bekerja di wilayah DTPK.

"Cuma tahan tidak lebih dari 4 tahun, jadinya apa kan? 80 tahun masalahnya nggak selesai-selesai," beber Menkes menyoroti masalah distribusi dokter spesialis di Indonesia.

Penawaran Pendayagunaan Dokter Spesialis

Demi menggaet lebih banyak peminat, Menkes Budi menekankan putra-putri daerah akan langsung diangkat menjadi aparatur sipil negara (ASN) pasca selesai menjalani PPDS hospital based.

"Kemudian pendayagunaan, kita juga ngomong ke Menpan RB, supaya menarik, dia kalau sudah selesai, jadi ASN, kita kasih Rp 30 juta, di luar jasa pelayanan," pungkasnya.

 

Tak Hilangkan Mutu

Menkes meyakini, kemudahan proses PPDS hospital based tidak lantas menghilangkan mutu pelayanan lantaran standar akreditasi yang dipakai pemerintah bertaraf internasional dari Amerika Serikat yakni Accreditation Council for Graduate Medical Education (ACGME), badan akreditasi utama untuk RS Pendidikan di AS, termasuk Mayo Clinic, Cleveland Clinic, hingga John Hopkins Hospital.

 

Tak ada Budaya Titipan

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengklaim tidak lagi meneruskan budaya 'titipan' kenalan rekan dekat, kerabat, untuk masuk suatu institusi di lingkup kedokteran. Ia pastikan model itu tak akan terjadi dalam program pendidikan dokter spesialis (PPDS) khususnya yang berbasis rumah sakit atau hospital based.

Pemerintah membuat proses rekrutmen PPDS hospital based secara transparan dan digital. Sistem perekrutan juga dipastikan terekam dan bisa diaudit sewaktu-waktu.

"Ada audit recordnya, karena ini kita ingin menghindari benar-benar conflict of interest, jadi kalau mau nitip ke saya akan sangat susah, Bapak, Ibu, karena nggak bisa lagi titip-titipan, masuk, direkam, ada videonya, dan ini blind, anaknya siapa kita nggak tahu," beber Menkes Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR.

"Ya jadi nggak bisa titip 'oh ini anaknya guru saya', biasanya gitu kan, 'wah ini gurunya kita ingin masukin anaknya masuk', itu kan susah ditolak. Kalau dengan sistem ini, jadi nggak bisa, karena semuanya dibikin blind," sambung menkes. n erc/jk/cr5/rmc

Berita Terbaru

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Bank Jatim Resmi Buka Kantor Cabang Balikpapan, Perkuat Kolaborasi Ekonomi Jatim dan Kaltim

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 15:42 WIB

SurabayaPagi, Balikpapan — PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) resmi membuka Kantor Cabang Balikpapan pada Jumat (9/10/2026).  Peresmian in…

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Duel Panas Derby Jatim di Surajaya, Saatnya Persela Kudeta Deltras dari Puncak Klasemen

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 14:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pertarungan sengit Derby Jawa Timur bakal tersaji di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (11/10/2026) sore. Tuan rumah Persela L…

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Pengadaan Beras Nasional Lampaui Target, Bulog Bojonegoro Sumbang 84 Ribu Ton

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum Bulog Kantor Cabang Bojonegoro berhasil melampaui target pengadaan beras tahun 2026, dengan realisasi mencapai 84.986 ton…

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim Desak Audit Tambang, Izin hingga Dampak Lingkungan Harus Dibuka

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 10:33 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari Renny Pramana, menekankan pentingnya penertiban pertambangan bermasalah…

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Puncak Musim Tanam Tiba, Pupuk Indonesia Jamin Stok Aman dan Minta Petani Perhatikan Kesuburan Tanah

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 08:04 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - PT Pupuk Indonesia (Persero) menjamin ketersediaan pupuk bersubsidi aman untuk menyambut puncak musim tanam periode Oktober 2026 h…

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Layar ke Meja Makan, The People’s Cafe Hidupkan “Menu Wiken” dari Film Empat Musim Pertiwi

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

Sabtu, 10 Okt 2026 06:50 WIB

SurabayaPagi .com : Ada cerita dari layar lebar yang kini bisa ikut dirasakan lewat meja makan. The People’s Cafe (TPC), bagian dari ISMAYA Group, b…