Jaksa: SYL, Katanya Pejuang, Dengar Tuntutan Nangis

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

- Pewarta

Selasa, 09 Jul 2024 09:18 WIB

Jaksa: SYL, Katanya Pejuang, Dengar Tuntutan Nangis

i

Syahrul Yasin Limpo menangis saat membacakan nota pembelaan dalam sidang kasus korupsi di Pengadilan Tipikor Jakarta.

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Jaksa KPK, Meyer Simanjuntak, menanggapi pledoi SYL dan penasihat hukumnya, membacakan pantun.

Isinya: "Kota Kupang, Kota Balikpapan Sungguh Indah dan Menawan. Katanya Pejuang dan Pahlawan, Dengar Tuntutan Nangis Sesenggukan"

Baca Juga: Selain Divonis 10 Tahun Penjara, SYL Disuruh Bayar Uang Pengganti Rp 14,1 Miliar

Itu replik jaksa atas pledoi atau nota pembelaan dari mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam kasus pemerasan anak buah, di persidangan di PN Tipikor Jakarta, Senin (8/7/2024).

Jaksa menegaskan pleidoi SYL hanya bersifat pembenaran semata untuk lari dari tanggung jawab hukum.

Baca Juga: Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo, Divonis 10 Tahun Penjara

"Bahwa setelah mendengar pembelaan dari penasihat hukum maupun dari terdakwa secara pribadi, ternyata isinya bersifat pembenaran semata untuk lari dari tanggung jawab hukum," tegas Jaksa KPK, Meyer Simanjuntak.

"Hal tersebut dapat kami pahami mengingat begitu berlimpahnya alat bukti yang penuntut umum hadirkan di persidangan."

Baca Juga: Hadapi Vonis, SYL, Tanpa Kehadiran Istri dan Anak

"Sedangkan pembelaan dari terdakwa hanya bersumber dari keterangan terdakwa sendiri, yang mempunyai hak untuk mengingkari dan keterangan dari keluarga terdakwa sendiri yang sudah pasti membela terdakwa, meskipun salah," lanjutnya.

Saat membaca pledoinya, mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) menangis. Ini karena SYL, dituntut 12 tahun penjara diduga memeras anak buahnya Rp 44,6 miliar. SYL merasa tak pernah melakukan korupsi. jk/erc/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU