SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Kawasan Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur naik level dari yang awalnya normal menjadi berstatus waspada. Hal itu tentu membuat para wisatawan gigit jari dan kecewa.
Anliang, salah satu wisatawan dari Cina mengaku sudah ada di Banyuwangi sejak Rabu (10/7/2024). Meski kecewa, dia bisa menerima kondisi tersebut.
"Ada teman juga 10 mau mendaki, tapi gagal katanya karena tidak aman untuk kami," ungkap Anliang.
Pasalnya, imbas Gunung Ijen naik level berstatus waspada membuat 17 wisatawan terpaksa gagal mendaki lantaran harus terus menunda perjalanan tersebut sejak Jumat (12/7/2024) malam.
"Tamu yang sudah datang ke Banyuwangi rata-rata memaklumi. Karena ini faktor alam," terang Agus Mulyadi, salah satu pengelola PT Ijen Traveller Indonesia, Minggu (14/07/2024).
Lebih lanjut, Agus mengaku, tentu wisatawan akan mengerti kondisi adanya penutupan pada Jumat malam, meski dirinya tidak tau kapan wisata Gunung Ijen itu akan kembali dibuka.
"Saat ini Ijen ditutup, dibuka kembali sampai ada pemberitahuan. Karena ada gempa level 1, tapi untuk danau sendiri masih aman," tegasnya.
Sementara itu, di tengah kekhawatiran tersebut, Ia berharap, Ijen kembali aman sehingga bisa kembali dibuka untuk wisatawan seperti dirinya.
Sebagai informasi, diketahui sebelumnya, berdasarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian ESDM meningkatkan status aktivitas gunung Ijen dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada). Radius 1,5 km dari kawah Ijen direkomendasikan tidak ada aktivitas manusia. PVMBG Badan Geologi memberlakukan peningkatan status keaktifan Gunung Api Ijen ini sejak Jumat (12/7/2024) pukul 22.00 WIB. bny-02/dsy
Editor : Desy Ayu