SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pihak kepolisian gerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Puluhan orang diamankan dari kampung narkoba tersebut. Penggerebekan dilakukan pada Sabtu (13/7/2024) dalam rangka Operasi Nila Jaya 2024. Sejumlah barang bukti termasuk narkoba disita polisi dari beberapa titik di lapak narkoba tersebut.
Polisi juga menyita drone hingga decoder CCTV yang digunakan pelaku untuk memantau pergerakan polisi. Ini modus baru komplotan narkoba pantau penggrebekan polisi.
"Dua televisi, empat unit decoder, satu unit laptop. Ini alat yang digunakan untuk memantau kalau terjadi penegakan hukum di wilayah tersebut. Lalu 1 unit alat hitung uang, 11 alat isap atau bong, 1 senapan angin, 4 air gun berikut gas CO2, 25 sajam, 1 unit drone, 1 kotak petasan, dan 3 alat isap," kata Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Utara AKBP Prasetyo Nugroho yang dihubungi, Minggu (14/7).
Polisi menyita drone hingga decoder CCTV saat menggerebek Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Drone hingga CCTV itu digunakan para bandar narkoba untuk memantau pergerakan polisi saat menjalankan bisnisnya di kampung tersebut.
"Untuk melakukan kegiatannya ini, mereka kemudian mengamankan proses bisnisnya dengan cara, kalau ada penangkapan, mereka terlebih dahulu menaikkan drone ini. Drone ini termonitor dari layar monitor yang sudah kita sita," tambah Kapolres Metro Jakarta Utara .
Bedeng Berfungsi Apotik Narkoba
Sejumlah bedeng yang berada di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, digerebek polisi. Bedeng ini ada yang berfungsi Apotik berjualan narkoba. Rata-rata bedeng itu berukuran 3x4 m.
Kondisi bedeng tampak tak rapi dan berantakan. Sejumlah bedeng itu hanya berisi karpet tempat tidur, speaker, kandang burung, bangku hingga meja.
Namun, pada salah satu bedeng, tampak terpasang AC yang masih menyala. Kemudian, ada juga bedeng yang terpasang kamera CCTV.
Jarak satu bedeng dengan bedeng lainnya hanya sekitar 50 meter. Bedeng itu berbentuk papan tripleks dengan lapisan banner dari dalam.
Atap bedeng itu terbuat dari seng dan asbes. Di sejumlah bedeng juga tertempel tulisan dari kertas.
Pada salah satu lapak terdapat tulisan 'DILARANG MAIN HP'. Kemudian ada juga tulisan "SEWA ALAT RP 5.000 OKE".
Kondisi bedeng yang digerebek tampak tak rapi dan berantakan. Sejumlah bedeng itu hanya berisi karpet tempat tidur, speaker, kandang burung, bangku hingga meja.
Salah seorang pelaku berinisial W (46) yang diamankan polisi menyebutkan bahwa alat yang dimaksud adalah alat isap sabu alias bong.
"Bong," ucap pria inisial W. Selain itu, ada juga kertas bertulisan 'BAYAR DULU BOS Kuh!!!' lalu kertas bertulisan 'AKU TAHU TAPI AKU DIAM'. Kemudian, ada tulisan di papan pintu masuk bedeng bertulisan nomor rekening yang diduga untuk transaksi .
22 Warga Positif Narkoba
Prasetyo mengatakan 22 orang yang positif narkoba akan dilakukan rehabilitasi. Sementara itu, 9 orang yang negatif akan dikembalikan ke pihak keluarga.
"Yang negatif kita kembalikan ke keluarganya. (Yang positif) dilaksanakan rehabilitasi," ujarnya.
Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam penggerebekan di Kampung Bahari, Jakarta Utara. Sabu, mesin penghitung uang hingga drone disita polisi.
"Barang bukti atau barang yang bisa kita amankan, yang terkait dengan peredaran narkoba, kami yakinkan bahwa barang yang kita lakukan penyitaan ini terkait langsung atau tidak langsung dengan peredaran narkoba. Paket besar sabu dengan berat bruto 103 gram, lalu 26 paket kecil sabu, 12 timbangan digital," tambah Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setiawan.
polisi awalnya menjumpai seorang ibu yang mengunci pintu parkiran saat polisi tiba di gang tersebut. Polisi meminta ibu tersebut keluar.
Polisi lalu melakukan penggeledahan dan menemukan tembakau gorila di dalam tempat pengering mesin cuci yang tersimpan di parkiran motor tersebut. Polisi lalu meminta ibu itu membangunkan anaknya.
Adu mulut sempat terjadi antara sang ibu dengan aparat. Akhirnya, ibu itu mengantar aparat membangunkan anaknya. "Bapak jangan suka nuduh-nuduh," kata ibu tersebut.
"Ya nyatanya ibu ada di dalam, mesin cuci ibu masih nyala," jawab polisi.
"Saya nyalain, emang saya lagi nyuci," sahut ibu.
"Mesin cuci ibu masih nyala kita temuin di mesin cuci," sahut polisi.
Polisi memeriksa dan menggeledah rumah ibu tersebut. Selanjutnya polisi mengamankan 4 orang dari rumah tersebut. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham