SURABAYAPAGI.COM, Singapura - Jumat (19/7/2024) kemarin, ada gangguan terkait Windows milik Microsoft yang diduga berasal dari masalah dengan perusahaan perangkat lunak keamanan siber CrowdStrike.
Akibatnya, jaringan internet di sejumlah sektor bisnis di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Australia, dan Inggris, terganggu secara besar besaran. Termasuk di Bandara Changi, Bandara Internasional Hong Kong, Bandara Internasional Kota Kinabalu, Sabah, Bandara Melbourne Sydney.
Termasuk sejumlah bursa efek di Malaysia hingga Inggris juga mengaku telah terdampak gangguan. Kantor berita Straits Times hingga Sky News pun turut tak bisa beroperasi.
Pada Jumat (19/7) CrowdStrike menyatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai "BSOD pada host Windows", sebuah kondisi yang mengacu pada tampilan layar biru tanda kerusakan sistem pada operasi Windows.
CrowdStrike pun mengklaim tengah berupaya mengatasi masalah tersebut.
Dilansir dari Channel NewsAsia (CNA), Bandara Changi merupakan salah satu yang terkena dampak gangguan jaringan ini. Bandara menyatakan saat ini proses check-in terpaksa dilakukan secara manual.
Karena gangguan global yang berdampak pada sistem IT di banyak perusahaan, proses check-in beberapa maskapai di Bandara Changi dilakukan secara manual," demikian keterangan bandara.
"Staf darat Bandara Changi menyediakan bantuan kepada penumpang, terutama yang akan segera berangkat," lanjut bandara. n cnn/int/rmc
Editor : Moch Ilham