SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Dalam rangka menekan angka inflasi sekaligus mengantisipasi melonjaknya harga komoditas pangan jenis bumbu dapur, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur gencar menggalakkan gerakan tanam cabai di lahan-lahan pertanian daerah.
Gerakan tanam cabai tersebut ditandai dengan penyaluran bantuan bibit cabai, berupa benih cabai jenis keriting dan cabai rawit, untuk ditanam di lahan seluas 25 hektar yang ada di Desa Macanbang, Kecamatan Kauman.
Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno memperkirakan dalam dua sampai tiga bulan kedepan, tanaman cabai yang ditanam hari ini sudah bisa dipanen saat harga masih cukup tinggi. Sehingga dengan melimpahnya stok cabai, diharapkan dapat menekan terjadinya inflasi di daerahnya.
"Gerakan tanam cabai ini merupakan instruksi dari pemerintah pusat untuk mengurangi terjadinya inflasi," kata Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno, Kamis (25/07/2024).
Tanaman cabai ditanam dengan sistem tumpang sari bersama tanaman lain yang bernilai ekonomis. Selain di Macanbang, gerakan menanam cabai juga dilakukan di seluruh Kabupaten Tulungagung dengan luas lahan mencapai 159 hektare.
Sementara itu, penanaman cabai di Desa Macanbang dilakukan secara serentak sehingga saat panen harganya bisa seragam. Untuk cabai yang ditanam jenis printer, bisa dipanen mulai hari ke-70 hingga tiga bulan ke depan.
Sebagai informasi, diketahui saat ini untuk harga cabai di tingkat petani tertinggi pernah mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Namun, harga tersebut tak bertahan lama. tl-01/dsy
Editor : Desy Ayu