Cabai Rawit Melejit, Bawang Merah Merosot di Pasar Legi Ponorogo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penjual bawang merah di Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG
Ilustrasi. Penjual bawang merah di Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Baru-baru ini salah satu harga komoditas bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo, Jawa Timur ada yang melonjak, namun juga ada yang merosot imbas awal masuknya musim kemarau saat ini.

Diketahui, untuk harga bumbu dapur yang melejit naik adalah cabai rawit yang saat ini mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Namun, ada salah satu kondisi cabai rawit yang tidak bagus, yakni ada yang sudah hampir membusuk maupun mengering. 

“Kita coba ya, kalau Rp 5 ribu dapat berapa. Cuma dapat 30 biji. Kalau dulu ya dapat 60 biji lebih,” ungkap salah satu pedagang bumbu dapur di Pasar Legi Ponorogo, Suprihatin, Minggu (28/07/2024).

Lebih lanjut, Suprihatin mengungkap jika sebelum mengalami kenaikan tersebut, harga cabai rawit sebelumnya hanya Rp 50 ribu. Sedangkan mahalnya komoditas tersebut lantaran stok yang dimiliki pedagang terbatas, sehingga berkurang drastis.

“Jadi naik turun. Dulu Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu. Sekarang Rp 80 ribu, sebelumnya Rp 85 ribu juga. Ya kisaran Rp 75 ribu sampai Rp 85 ribu,” katanya.

Oleh karenanya, untuk mengatasi masalah tersebut sejumlah pedagang di Pasar Legi Ponorogo meminta kepada pemasok untuk memasok lebih banyak, namun ternyata hanya bisa 20 kilogram cabai rawit yang terpenuhi, stok tersebut hanya separuh dari biasanya.

“Katanya sih banyak yang rontok. Cuaca ini lo menjadikan banyak yang rontok cabainya. Stok sedikit jadi mahal,” terang Suprihatin.

Namun, kondisi tersebut berbeda justru pada bawang merah. Dimana bawang merah hanya Rp 15 ribu per kilogram. “Sebelumnya bawang merah itu Rp 30 ribu.

Lebih lanjut, sejak imbas fenomena harga bumbu dapur di pasaran tersebut khususnya harga cabai yang mahal, membuat daya beli masyarakat juga turut menurun. “Naik pol, mengeluh sekali, dan beli terpaksa dikurangi,” terang Yuni, salah satu pembeli. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Pantau Pelatihan BLK, Walikota Ning Ita Tegaskan Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran

Pantau Pelatihan BLK, Walikota Ning Ita Tegaskan Anggaran DBHCHT Jadi Instrumen Pengentasan Pengangguran

Selasa, 22 Sep 2026 14:02 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto terus melakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2026…

Dari Potensi Lokal hingga AI, Zurich Bekali Ribuan Siswa Hadapi Dunia Usaha

Dari Potensi Lokal hingga AI, Zurich Bekali Ribuan Siswa Hadapi Dunia Usaha

Selasa, 22 Sep 2026 14:01 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:01 WIB

SurabayaPagi, Jakarta — Program pendidikan kewirausahaan Zurich Entrepreneurship Program (ZEP) kembali diperluas pada tahun ajaran 2026–2027 dengan menyasar 6.1…

JPU Kejari Surabaya, Diduga Panik dan Bingung Tanggapi Eksepsi Radity

JPU Kejari Surabaya, Diduga Panik dan Bingung Tanggapi Eksepsi Radity

Selasa, 22 Sep 2026 14:00 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 14:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM-SURABAYA: Terdakwa Raditya M Khadaffi yang telah kumpulkan alat bukti, mendengarkan Replik Jaksa Penuntut Umum, menilai JPU panik dan binggung…

Puncak Musim Kemarau, 11.800 Jiwa di Situbondo Terdampak Krisis Air Bersih

Puncak Musim Kemarau, 11.800 Jiwa di Situbondo Terdampak Krisis Air Bersih

Selasa, 22 Sep 2026 13:54 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 13:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Situbondo mencatat sebanyak 11.800 jiwa terdampak kekurangan air bersih imbas puncak…

Gegara Pembakaran Serasah, 1 Hektare Vegetasi Hutan Pinus Oro-oro Ombo Hangus Terbakar

Gegara Pembakaran Serasah, 1 Hektare Vegetasi Hutan Pinus Oro-oro Ombo Hangus Terbakar

Selasa, 22 Sep 2026 13:46 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Di musim puncak kemarau panjang ini banyak memicu kebakaran hutan dan lahan di Indonesia, salah satunya di Kawasan hutan pinus di Desa…

Bikin Heboh! Pria di Jember Ngaku Pernah Bertemu Allah dan Nabi di TikTok

Bikin Heboh! Pria di Jember Ngaku Pernah Bertemu Allah dan Nabi di TikTok

Selasa, 22 Sep 2026 13:45 WIB

Selasa, 22 Sep 2026 13:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Baru-baru ini media sosial (medsos) dihebohkan adanya pengakuan seorang pria berinisial AA di Desa Sumberweling, Kecamatan…