Muhammad Yunus, Peraih Nobel

Kini Pjs Perdana Menteri Bangladesh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Dakka - Inisiator demonstrasi mahasiswa Bangladesh meminta agar aktivis nasional Muhammad Yunus, menjadi pemimpin sementara negara itu usai Perdana Menteri Sheikh Hasina mundur dari jabatan, Senin (5/8).

Peraih Nobel, Muhammad Yunus, terpilih untuk memimpin pemerintahan Bangladesh sementara waktu, Sheikh Hasina mundur dan melarikan diri ke luar negeri.

Muhammad Yunus adalah penerima Nobel Perdamaian yang dikenal sebagai 'bankir untuk kaum miskin'.

Ia juga merupakan seorang pengusaha, bankir, ekonom, dan pemimpin pergerakan masyarakat sipil.

Ia dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian pada 2006 karena mendirikan Grameen Bank dan mempelopori konsep kredit mikro dan keuangan mikro.

Pedemo mengatakan mahasiswa tak akan terima jika pemerintahan Bangladesh dipimpin oleh militer. Pasalnya, banyak mahasiswa yang tewas akibat kekerasan selama protes.

Jubir Yunus mengakui bahwa Yunus telah menerima permintaan mahasiswa untuk menjadi penasihat pemerintah sementara. Yunus akan segera kembali ke Bangladesh setelah menjalani prosedur medis kecil di Paris.

 

Bankirnya Masyarakat Termiskin

 Siapa sebenarnya sosok Muhammad Yunus?

Dilansir Associated Press (AP), Selasa (7/8/2024), Muhammad Yunus dikenal sebagai 'bankirnya masyarakat termiskin di antara masyarakat miskin'. Dia juga dikenal sebagai pengkritik Sheikh Hasina ketika masih menjabat sebagai Perdana Menteri Bangladesh.

Pria berusia 83 tahun itu berprofesi sebagai ekonom dan bankir. Yunus dianugerahi Nobel Perdamaian tahun 2006 karena memelopori penggunaan kredit mikro untuk membantu masyarakat miskin, khususnya perempuan.

 

Komite Nobel Puji Yunus

Komite Hadiah Nobel Perdamaian saat itu memuji Yunus dan Bank Grameen miliknya atas upaya mereka menciptakan pembangunan ekonomi dan sosial dari bawah.

Yunus mendirikan Grameen Bank pada tahun 1983 untuk memberikan pinjaman kecil kepada pengusaha yang biasanya tidak memenuhi syarat untuk menerimanya. Keberhasilan bank ini dalam mengentaskan masyarakat dari kemiskinan menyebabkan munculnya upaya pembiayaan mikro serupa di negara-negara lain.

Namun, pada tahun 2011, Yunus dipecat seabagai direktur pelaksana Grameen Bank karena pemerintahan Hasina saat itu meninjau aktivitas bank. Yunus diduga melanggar peraturan pensiun pemerintah.

Dia diadili pada tahun 2013 dengan tuduhan menerima uang tanpa izin pemerintah, termasuk Hadiah Nobel dan royalti sebuah buku. Namun, Yunus membantah tuduhan tersebut.

 

Yunus Ngaku tidak Bersalah

Awal tahun 2024 ini, pengadilan khusus di Bangladesh juga mendakwa Yunus dan 13 orang lainnya atas dugaan penggelapan USD 2 juta. Yunus mengaku tidak bersalah dan saat ini bebas dengan jaminan. Para pendukung Yunus mengatakan dia menjadi sasaran karena hubungannya yang dingin dengan Hasina.

Yunus lahir pada tahun 1940 di Chittagong, sebuah kota pelabuhan di Bangladesh. Ia menerima gelar PhD dari Vanderbilt University di Amerika Serikat dan mengajar sebentar di sana sebelum kembali ke Bangladesh.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press pada tahun 2004, Yunus mengatakan bahwa ia memiliki "gerakan eureka" untuk mendirikan Bank Grameen ketika ia bertemu dengan seorang perempuan miskin yang menganyam bangku bambu yang sedang berjuang membayar utangnya.

"Saya tidak mengerti bagaimana dia bisa menjadi begitu miskin ketika dia membuat hal-hal yang begitu indah," kenangnya dalam wawancara. n ap/ltb/rmc

Berita Terbaru

Jatim Juara Umum BHS Cup 2026, Bambang Haryo Kembali Soroti Pentingnya Popnas

Jatim Juara Umum BHS Cup 2026, Bambang Haryo Kembali Soroti Pentingnya Popnas

Minggu, 30 Agu 2026 21:17 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 21:17 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Ketua Umum Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jawa Timur Bambang Haryo Sukartono mendorong Kementerian Pendidikan D…

Ketika Musim Panen Ikut Memanen Asap

Ketika Musim Panen Ikut Memanen Asap

Minggu, 30 Agu 2026 20:51 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 20:51 WIB

‎SETIAP musim panen tiba, kepulan asap dari persawahan seolah menjadi pemandangan biasa. Jerami sisa panen padi dibakar begitu saja. Begitu pula batang jagung m…

Pengasuh Pesantren Soroti Pemberlakuan Kembali Iddah Politik di Muktamar NU

Pengasuh Pesantren Soroti Pemberlakuan Kembali Iddah Politik di Muktamar NU

Minggu, 30 Agu 2026 18:57 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 18:57 WIB

SurabayaPagi, Jombang— Pengasuh Pondok Pesantren Ma’hadul I’lmi Asy-Syar’ie Rembang, KH Imam Baihaqi, M.H., menyayangkan keputusan pimpinan sidang Muktamar ke-3…

POP Spageti Hadirkan Dua Varian Baru Terinspirasi Rasa Pizza dan Fried Chicken

POP Spageti Hadirkan Dua Varian Baru Terinspirasi Rasa Pizza dan Fried Chicken

Minggu, 30 Agu 2026 18:21 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 18:21 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Perubahan tren konsumsi makanan di kalangan generasi muda mendorong produsen makanan instan mengembangkan kombinasi rasa yang lebih b…

PLN Jaga Keandalan Listrik pada Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

PLN Jaga Keandalan Listrik pada Pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang

Minggu, 30 Agu 2026 18:18 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 18:18 WIB

SurabayaPagi, Jombang – Menyambut Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur memastikan pasokan listrik tetap a…

Muktamar NU-35 Di Jombang Ricuh, Ratusan Masa Gruduk Arena Pleno Desak Pimpinan Sidang Diganti

Muktamar NU-35 Di Jombang Ricuh, Ratusan Masa Gruduk Arena Pleno Desak Pimpinan Sidang Diganti

Minggu, 30 Agu 2026 15:41 WIB

Minggu, 30 Agu 2026 15:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang – Kericuhan pecah di sekitar Gedung Serbaguna (GSG) Hasbullah Said, Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas, Jombang, Minggu (…