Tanaman Cabai di Ponorogo Terserang Virus Gemini, Petani Was-was

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petani cabai di Ponorogo Memeriksa tanamannya yang terlihat menguning dan tiba-tiba mengerdil. SP/ PNG
Petani cabai di Ponorogo Memeriksa tanamannya yang terlihat menguning dan tiba-tiba mengerdil. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Musuh alami petani adalah wabah dan virus yang merusak tanaman budidayanya. Salah satunya dialami petani cabai Desa Ronosentanan, Kecamatan Siman, Ponorogo yang saat ini sedang terserang virus gemini.

Diketahui berdasarkan informasi yang dibagikan dalam buku 'Cerdas Mengelola Kebun Hingga Sampai Dapur' oleh Nurenik dan Nurul Asiah, virus gemini merupakan sebuah istilah yang dikenal pada kalangan para petani, yang menyebabkan daun menjadi kuning keriting dan menghambat pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.

“Tanaman cabai saya ini sudah berumur 3,5 bulan, ya seharusnya sudah berbuah. Tetapi karena adanya virus yang membuat daun jadi keriting dan berubah warga tersebut, berbuahnya menjadi tidak maksimal,” jelas Rudi Setiono, salah satu petani cabai, Kamis (08/08/2024).

Lebih lanjut, virus tersebut menyerang tanaman cabai miliknya sejak satu bulan yang lalu tiba-tiba cabai mengerdil dan daunnya berwarna kuning. Dengan kondisi ini, dirinya tidak menyerah begitu saja, berbagai upaya telah dilakukan untuk menangani serangan virus ini, namun hasilnya tetap nihil.

“Jadi biasanya 1 petak sawah menghasilkan 25 kilogram setiap minggunya, kini hanya dapat 3 kilogram saja,” katanya.

Sementara mengantisipasi kerugian semakin besar. Sejumlah petani kini memilih menyulam lahan dengan tanaman jagung. meski sebelumnya mereka sudah melakukan berbagai upaya penanganan. Kendati harga jagung saat ini anjlok, namun paling tidak mampu menutupi kerugian akibat gagal panen. pn-01/dsy

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Mobil Cekli Nissan Novo Mesto, Slovenia, tak Dipasarkan ke Indonesia

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mobil cekli akan diproduksi di pabrik Nissan di Novo Mesto, Slovenia, bersama Renault Twingo dan Dacia Spring. Nissan dijadwalkan…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…