Jumat Berkah

Perjuangan Ibu Siti Hajar

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Kisah ibu Siti Hajar mencari makanan dan minuman saya ingat. Beliau berjuang untuk Ismail, anaknya dengan berlari-lari kecil dari Bukit Shafa ke Marwah. Ini dilakukan sebanyak tujuh kali sembari meminta pertolongan kepada Allah SWT.

Allah SWT kemudian mengutus malaikat Jibril untuk menolong Siti Hajar dan Ismail di bumi.

Prosesi tawaf yang mempersatukan umat Islam seluruh dunia, boleh berhenti bagi setiap orang yang melaksanakannya. Namun, kebersamaan terus berlanjut manakala memasuki fase berikutnya yakni Sai dari bukit Safa dan Marwah, yang saya ingat letaknya lebih tinggi dari altar Ka`bah.

Tepat kaki ini bersama jemaah haji yang lain menginjakkan bukit Safa, maka saya terbayang perjuangan Siti Hajar dalam mempertahankan hidup bagi dirinya dan Ismail, putranya. Setelah itu, secara bersamaan saya dianjurkan wajah dipalingkan mengahadap Ka`bah. Saat itu pula, terbayang bagaimana Ismail yang disandaran di Ka`bah dalam keadaan yang perlu air di tengah terik matahari.

Ingatan ini terus melayang ke belakang, melukiskan keadaan di sekitar Ka`bah, bukit Safa dan Marwah yang tentu lebih gersang daripada saat saya berhaji.

Karena itu, bagi saya jemaah haji yang melakukan napak tilas, saya melakukan penjiwaan secara total ketika berada di bukit Shafa dan lorong-lorong yang mengantarnya sampai ke Marwah.

Melalui totalitas jiwa ini, siklus saya membawa pada perenungan masa lampau.

Sosok Siti Hajar akan hidup kembali dalam bentuk kekuatan yang luar biasa di saat menghadapi penderitaan yang besar beserta putranya itu. Sepanjang jalan dari Safa dan Marwan ketika itu adalah padang gersang, penuh bebatuan yang runcing dan tajam terhampar. Begitu pun terik matahari yang menyengat kepala, membakar tubuh dan hempasan angin yang menusuk pori-pori terasa kering. Bayangan itu sangatlah kontradiktif dengan kondisi saat saya berhaji.

Ini karena jejak-jejak Siti Hajar antara Safa dan Marwah telah berubah lantaran tanah yang dulu kasar kini terhampar pualam licin. Udara yang panas menyengat telah berubah menjadi sejuk. Ruangn berAC.

Kesan yang saya dapat secara fisik, Sai itu tidak ada tantangan apa pun.

Hal itu akan berbeda jika seluruh jiwa tenggelam dalam kesungguhan sehingga memenuhi ruang-ruang masa lampau. Atas dasar itu, maka hikmah yang saya raih adalah berupa nilai perjuangan yang amat dahsyat bagi istri yang taat kepada suami, bertanggungjawab terhadap amanah yang diembannya dan selalu berserah diri pada Sang Khalik. "Subhana Allah. Betapa berat bila dirasakan keadaan yang dihadapi Siti Hajar beserta putranya. Tapi, itulah cara Allah Yang Maha Besar menguji orang-orang pilihan dan yang disayangiNya," begitu bisik hati ini seraya menyeka air mata yang menetes tanpa dirasa.

kemandirian Siti Hajar dalam memperjuangkan kehidupan untuk dirinya dan Ismail, putranya.

Dari perjuangannya yang tak mengenal lelah dan menyerah itu, Allah memberinya mata air yang hingga kini masih terus mengalir yakni Zam Zam. Hadiah dari Allah itu bentuk kasih sayang atas kesungguhan dan ketabahan dalam memperjuangkan kehidupan Siti Hajar. Ini hendaknya menjadi pelajaran penting dalam kehdupan umat Islam yang berjalan dan kadang berlari kecil antara Safa dan Marwah. Keadaan jalan yang menuju dua bukit itu ada kalanya mendatar dan ada kalanya naik. Mendatar seolah mencerminkan jalan kehidupan ini kadang menimbulkan perasaan tenang baik dalam himpitan maupun kebahagian. Sebaliknya, dua bukit itu dapat diambil gambaran bahwa dalam meraih kesuksesan hidup ini tidak mudah, karena harus berani melewati berbagai rintangan.

Jadi kunci untuk keberhasilan hidup menurut saya harus sertai dengan tawakal dan tindakan nyata, bukan bertopang dagu dan bermalas-malasan. Hal itu harus dilakukan supaya kita mampu meraih apa yang menjadi tujuan hidup, baik untuk dunia maupun kelak di akhirat.

Saat saya menunaikan ibadah haji tahun 2011, masih teringat, Bukit Shafa dan Marwah adalah dua buah bukit yang menjadi tempat dilaksanakannya salah satu rukun haji yaitu sa'i. Tempat tersebut menyimpan kisah perjuangan ibunda Nabi Ismail AS, ibu Siti Hajar. Subhanallah. ([email protected])

 

Oleh:

Hj Lordna Putri

Berita Terbaru

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penolakan eksepsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi pintu masuk bagi perkara dugaan pelanggaran ketentuan …

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau …

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menegaskan sikap organisasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan k…