Calon Tunggal Menguat, Belum Satupun Petugas Paslon Cagub Datangi KPU Jatim

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua KPU Jatim Aang Khunaifi
Ketua KPU Jatim Aang Khunaifi

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Kualitas demokrasi di Jawa Timur terancam berada di titik nadir. Sebab, Pilkada Serentak yang akan dihelat pada 27 November 2024 terancam tanpa pasangan calon independen (perseorangan). Sebaliknya, pasangan calon tunggal justru kian diupayakan di berbagai daerah dengan menggunakan segala cara.

Komisioner KPU Jatim devisi teknis, Choirul Umam menyatakan paslon independen di Pilkada Jatim yang masuk tahapan rekap tinggal 4 paslon yakni di Jember, Kota Malang, Trenggalek dan Bojonegoro.

Namun berdasarkan laporan terbaru, calon perseorangan di Kabupaten Jember dinyatakan TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

Begitu juga di Kabupaten Trenggalek berpeluang besar TMS karena dukungan yang memenuhi syarat hanya di kisaran 31 persen dari batas minimal dukungan.

Sementara untuk calon perseorangan di Kota Malang, lanjut Choirul Umam tahapan rekapnya tertunda namun dukungan yang memenuhi syarat kabarnya masih belum memenuhi batas dukungan minimal.

“Hanya calon perseorangan di Kabupaten Bojonegoro yang MS (Memenuhi Syarat). Tapi salah satunya dikabarkan mengundurkan diri karena mau maju lewat parpol menjadi Bacawabup,” terang Umam.

Diakui Umam, masalah berapa jumlah Paslon yang akan maju di Pilkada Kabupaten/Kota dan Pilgub Jatim belum bisa dipastikan karena tahapan pendaftaran Paslon ke KPU baru akan dibuka mulai 27-29 Agustus mendatang.

“Bahkan sampai saat ini belum ada LO dari Paslon yang berkonsultasi dengan pihak KPU terkait pendaftaran Paslon. Makanya kami pilih sosialisasi ke parpol,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa kewenangan KPU hanya menyelenggarakan Pilkada berjalan dengan jurdil dan luber. Untuk bakal calon yang mendaftar itu menjadi ranah partai politik.

“Memang ada fenomena calon tunggal melawan kotak kosong di Pilkada serentak 2024 ini. Namun itu bukan kewenangan KPU, ” dalih Choirul Umam.

Terpisah, pengamat komunikasi politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Dr. Suko Widodo membenarkan bahwa fenomena kualitas demokrasi di Jatim bahkan Indonesia berada berada di titik nadir lantaran hampir semua pilar demokrasi mengalami titik jenuh sehingga lebih bersikap pragmatis.

“Parpol mengalami titik jenuh dan butuh opname akibat terlalu mepetnya jarak antara Pemilu dan Pilkada serentak, sehingga mereka lebih memilih sikap pragmatis dari pada berpikir soal kualitas demokrasi,” jelasnya.

Di sisi lain, tokoh masyarakat, ormas, maupun akademisi juga kurang berani bersikap kritis melihat gejala pengkondisian calon tunggal yang kian masif sehingga masyarakat tak punya pilihan lain memilih calon pemimpin mereka.

“Kondisi ruwetnya demokrasi tercermin tidak banyaknya lembaga lembaga kuat di masyarakat. Yang terjadi kemudian, hanya mereka yang memiliki sumber daya kuat yang memanahkan kekuasaan. Istilah Jawanya, asu gedhe menang kerah-e. (Siapa yang kuatlah yang menang),” pungkas pria yang akrab dengan Emha Ainun Najib ini. rko

Berita Terbaru

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Kesehatan Gigi Jadi Kunci Tumbuh Kembang Anak, Ketua TP PKK Madiun Ingatkan Peran Ibu

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 20:14 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Kesehatan gigi dinilai menjadi salah satu faktor penentu untuk mencegah stunting dan mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu K…

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Komisi D Segera Turun Tangan Atasi Kelangkaan Solar di Tingkat Petani dan Nelayan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – Komisi D DPRD Jawa Timur memastikan akan turun tangan menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Solar yang t…

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

KAI Daop 7 Madiun Pastikan Jalur Aman dan Operasional Normal Pasca-Gempa Pacitan

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 19:02 WIB

SURABAYAPAI.com, Blitar – Gempa berskala 5.6 SR di Pacitan sore tadi ( Sabtu 27 Juni 2026), pihak PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun p…

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Kode "PWL" Terungkap di Sidang, Saksi Sebut Proyek PL Dikonsultasikan ke Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 16:33 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang dugaan korupsi berkedok CSR yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif Maidi mengungkap adanya kode “PWL” atau Petunjuk Pak Wali…

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Rochim Kerjakan Urugan TPA Tanpa Kontrak, Saksi Sebut Atas Petunjuk Maidi

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 15:27 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Maidi disebut memberi petunjuk langsung terkait pengerjaan urugan di TPA Winongo senilai Rp600 juta yang diklaim sebagai CSR dari PT…

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

DPRD Jatim Soroti Serapan APBD Tidak Maksimal di Proyek Infrastruktur dan BTT

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

Sabtu, 27 Jun 2026 12:01 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPRD Jawa Timur menyoroti masih adanya anggaran daerah senilai Rp2,05 triliun tidak terserap hingga akhir Tahun Anggaran 2025. R…