SURABAYAPAGI.com, Lamongan - DPP PKB akhirnya tidak bergeming dengan upaya dan rayuan petahana Yuhronur Efendi, yang ingin merebut Rekomendasi untuk kembali mencalonkan sebagai bupati. Tapi partai yang dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) ini lebih memilih kader sendiri Abdul Ghofur yang juga ketua DPC PKB untuk dicalonkan menjadi bupati berpasangan dengan Firosya Shalati sebagai calon wakil bupati Lamongan.
Kepastian itu didapat setelah DPP PKB mengeluarkan surat keputusan bernomor 35743/DPP/01/VIII/2024 tentang Persetujuan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lamongan Periode 2024-2029 untuk pasangan calon Abdul Ghofur Firosya Shalati, maka pupus sudah harapan Yuhronur Efendi - Dirham Akbar Aksara untuk mendapatkan rekomendasi
Baca Juga: Luluk-Lukman Silaturrahmi ke PP Matholiul Anwar: Tekankan APBD untuk Pondok Pesantren di Jatim
B1 KWK atau Model B. Persetujuan. Parpol. KWK yang ditandatangani langsung oleh Ketum, H. Muhaimin Iskandar dan Sekretaris Jenderal M. Hasanuddin Wahid.
Surat keputusan Model B. Persetujuan. Parpol. KWK yang dikeluarkan dan ditandatangani pada 18 Agustus 2024 ini disambut suka cita keluarga besar PKB dan tim pemenangan Paslon dengan sebutan BAGUS ini, karena tinggal selangkah lagi, atau tepatnya diantara tanggal 27, 28 dan 29 Agustus Paslon ini akan mendaftarkan diri ke KPU.
"Alhamdulillah suara kami para kader, para konstituen, para kiai, dan masyarakat benar-benar didengarkan oleh DPP PKB, dengan dibuktikan telah dikeluarkan nya rekomendasi ini kepada Ketua kami Abdul Ghofur dan pasangannya Firosya Shalati," kata M. Fredy Wahyudi ketua tim pemenangan internal PKB kepada surabayapagi.com pada Kamis (22/08/2024).
Di kesempatan itu, ia meminta mesin partai untuk lebih masif untuk menyampaikan kabar baik ini ke semua jaringan dan kader, sudah saatnya PKB sebagai partai pemenang pemilu di Lamongan punya bupati dari kader sendiri. "Sampaikan kabar baik ini, DPP PKB inginkan kader sendiri jadi bupati Lamongan, ayo terus bergerak dan kita buktikan kalau pilihan DPP PKB ini sudah tepat, PKB Lamongan sebagai partai pemenang pemilu, saatnya bupati diambil alih dengan mengantarkan Abdul Ghofur-Firosya Shalati jadi bupati dan wakil bupati Lamongan 2024-2029," harapnya.
Baca Juga: Perkom PP Sunan Drajat Manjakan Konsumen Setelah Hall Berkapasitas 1000 Orang Diresmikan
Disebutkan dengan telah dikeluarkannya Rekom dari PKB ini, secara berurutan satu dua hari ini juga ada beberapa partai lainya juga akan mengeluarkan rekomendasi kepada pasangan BAGUS. "Bismillah masih ada 4 lagi parpol lagi akan satu barisan dengan kami, satu dua hari ini rekom akan diberikan ke Paslon Abdul Ghofur - Firosya Shalati," ungkapnya.
Saat didesak 4 parpol yang akan mengikuti jejak PKB tersebut, politisi asal Kecamatan Pucuk ini enggan untuk menjelaskan nya. "Ya tunggu saja, yang jelas empat parpol yang akan menyusul itu sudah sepaham dan sepakat satu barisan dalam Pilkada untuk pembangunan Lamongan yang Maju," tegasnya.
Terpisah, Abdul Ghofur saat dihubungi mengaku tidak bisa menahan haru dan bangga sebagai kader PKB mendapatkan mandat dari DPP PKB, dicalonkan sebagai bupati bergandengan dengan Firosya Shalati dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Baca Juga: Ditemani Suhandoyo, Tsalits Fahami dan Khusnul Yaqin, Abdul Ghofur Kembali Sowan Kyai Langitan
"Alhamdulillah dan beribu terima kasih saya ucapkan kepada DPP PKB yang telah memberikan kepercayaan ini untuk maju sebagai calon bupati, kepercayaan ini tidak akan saya sia-siakan, dan setelah ini kami akan terus berjalan dan nyalahkan asa untuk Lamongan Maju," ungkapnya.
Kepada para kader partai para relawan yang selama ini masih setia, ia minta untuk terus bergerak sampaikan pesan yang positif dan ajak masyarakat bersatu dan bergabung untuk wujudkan kesetaraan, keadilan, kepedulian, untuk membawa Lamongan Maju.
Sementara itu, dengan keluarnya Rekom dari DPP PKB ini, maka pasangan Ghofur - Sosa sudah mengantongi 3 Rekom dimana sebelumnya DPP PSI, dan DPP Demokrat juga sudah mengeluarkan rekom untuk Paslon dengan singkatan BAGUS, dan Paslon ini secara perolehan kursi sudah memenuhi bahkan lebih, di mana PKB 12 kursi, Demokrat 4 kursi jadi total sudah 16 kursi. jir
Editor : Desy Ayu