SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia terus menggenjot destinasi sport tourism di Kabupaten Banyuwangi. Salah satunya dengan adanya event Alas Purwo Jungle Run (APJR) 2024.
Bahkan, pada APJR 2024 tersebut, nantinya KLHK akan mendorong event tersebut menjadi agenda tahunan yang dapat diikuti pelari tingkat internasional, yang perdana terselenggara di hutan tertua di Pulau Jawa tersebut.
“Ini pengalaman luar biasa menurut saya, makanya saya tak ragu mengusulkan untuk menjadi Alas Purwo International Jungle Run. Karena yang kita alami, pantai yang indah, masuk hutan, jalur trekking yang baik,” ungkap Wakil Menteri (Wamen) LHK, Alue Dohong, Senin (26/08/2024).
Lebih lanjut, APJR 2024 yang diikuti 877 peserta di dua kategori yaitu 6 km dan 12 km (lokasi start-finish di pantai Triangulasi TNAP) ini tidak hanya menjadi wadah untuk mencintai alam dan melestarikannya. Namun, juga sebagai kampanye lingkungan.
Pasalnya, kegiatan APJR 2024 juga dilengkapi dengan berbagai aksi konservasi, di antaranya pelepasan tukik sebanyak 1.500 ekor, penanaman pohon dan pembagian 1.100 bibit tanaman untuk finisher.
“Ada keunikan hutan, religi tourism, meditasi, kultur budaya, pemandangan, hingga ombak yang bisa dimanfaatkan untuk surfing. Ini paket lengkap, kombinasi yang bagus dari Alas Purwo,” tuturnya.
Sehingga dengan adanya event Alas Purwo Jungle Run (APJR) 2024 tersebut juga turut menjadi daya tarik orang datang ke Banyuwangi. Semakin banyak yang hadir, harapannya ekonomi daerah juga akan terkerek. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu