Meski Terbengkalai, Wisata Banyu Nget Cocok untuk Spot Memancing

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Destinasi Wisata Banyu Nget, Trenggalek, Jawa Timur. SP/ TRG
Destinasi Wisata Banyu Nget, Trenggalek, Jawa Timur. SP/ TRG

i

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Salah satu destinasi wisata Banyu Nget yang sempat viral kini terbengkalai tak terurus sejak 2018 silam. pada tahun 2018 silam. Hal itu dikarenakan pandemi, sehingga kepengurusan internal wisata menjadi terbengkalai dan tak terawat. Namun keindahan, pesona kejernihan air dan keasrian alam masih tersimpan.

Di lokasi wisata tersebut terdapat Jembatan Kangen yang membentang terbuat dari besi dan kayu sebagai alas. Jembatan itu merupakan satu-satunya akses untuk menuju air terjun. 

Di bawah jembatan mengalir Sungai Tawing cukup jernih. Hingga dasar sungai dan ikan-ikan di dalamnya terlihat jelas tengah kesana-kemari. Pasalnya air mengalir di Wisata Banyu Nget tersimpan ikan yang lumayan banyak.

"Airnya jernih, wah ikannya lumayan. Cocok buat mancing," ujar Aby Kurniawan pengunjung asal Kampak, Trenggalek, Selasa (27/08/2024).

Senada dengan Dodik Susilo, pemuda sekitar alias tetangga desa Wisata Banyu Nget. Sudah hafal jika sungai yang mengalir di Wisata Banyu Nget tersimpan ikan, ia sengaja mengunjungi untuk memancing.

Selain itu, Air Terjun Urang Kambu di Wisata Banyu Nget cukup menarik untuk lokasi bersantai. Air terjun setinggi kurang lebih 30-an meter mengalir cukup jernih. Kedalaman embung di bawahnya juga tak terlalu dalam

Di kawasan wisata Banyu Nget terdapat beberapa titik lokasi khusus bagi para pengunjung yang wajib dinikmati. Ada kolam pemandian alami yang diberi nama Banyu Nget, beberapa air terjun, serta kawasan bumi perkemahan. 

Selain itu, untuk ongkos masuk ke Banyu Nget masih sangat murah yakni Rp 5 ribu per orang. Pengunjung bisa memanfaatkan fasilitas seperti air terjun dan pemandian air panas. Ada pula buah durian yang diambil langsung dari pohonnya. Satu buah durian dijual mulai dari Rp 20 ribu. tr-01/dsy

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…