Antisipasi Kebakaran, DLH Kota Mojokerto Rutinkan Pembasahan TPA Randegan

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Truk tangki milik DLH Kota Mojokerto melakukan pembasahan sampah.
Truk tangki milik DLH Kota Mojokerto melakukan pembasahan sampah.

i

SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Cegah kebakaran lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) saat puncak musim kemarau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto melakukan pembasahan lahan TPA Randegan. 

Selain melakukan pembasahan dengan truk tangki, DLH juga melakukan pengurukan dengan tanah. "Kita melakukan antisipasi kebakaran saat musim kemarau," ujar Kepala DLH Kota Mojokerto Amin Wachid.

Sebab, lanjut Amin saat musim kemarau sampah rawan terbakar. Dan jika terlanjur terbakar butuh waktu lama untuk memadamkannya.

”Antisipasi kebakaran sejak dini maka DLH rutin mengadakan penyemprotan air untuk pembasahan di TPA,” paparnya.

Langkah tersebut guna meminimalisir kemunculan titik api akibat cuaca terik seperti yang terjadi September 2023.

Ia menyebut penyemprotan dilakukan selama kemarau. Selain itu, upaya preventif juga dengan menerapkan sistem sanitary landfill atau penutupan sampah dengan media tanah.

Lanjut Amin, langkah tersebut bertujuan untuk mengurangi dampak buruk pada lingkungan di TPA. "Kami juga melaksanakan pengurukan sirtu pada tumpukan sampah, dengan tujuan untuk penutupan lahan tersebut," paparnya.

Dia menjelaskan, upaya pengerukan dilakukan dilakukan mulai kemarin dan akan dilanjutkan hari ini.

Metode tersebut, lanjut dia, merupakan upaya pengelolaan sampah jangka menengah yang dampaknya akan tampak dalam beberapa pekan kedepan.

Amin Wachid menambahkan pihaknya juga telah melakukan upaya mitigasi terhadap potensi terjadinya kebakaran pada lahan TPA.

"Sudah saya instruksikan agar mitigasi berupa penyiapan sarana proteksi kebakaran, baik itu hydrant ataupun sarana air lainnya,” ucap Amin

Dirinya juga menjelaskan, penanganan secara cepat perlu dilakukan apabila terjadi kebakaran di TPA. Sebab jika pemadaman apinya tidak tuntas dapat memicu kembalinya kobaran api menyala pada TPA yang pada saat seperti ini resiko kerawanan terhadap kebakaran meningkat.

“Ketika terjadi kebakaran sejak kecil itu sudah harus dituntaskan, jadi kuncinya adalah penuntasan pada titik kebakaran yang awal," pungkasnya. Dwi

Berita Terbaru

Realisasikan Program PTSL, Kades Klantingsari Wujudkan Impian Masyarakat

Realisasikan Program PTSL, Kades Klantingsari Wujudkan Impian Masyarakat

Senin, 10 Agu 2026 14:51 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Klantingsari, Kecamatan Tarik, Sidoarjo berupaya mewujudkan impian masyarakat. Salah satunya dengan…

Rahasia Kulit Kencang Alami, Ini yang Perlu Diketahui

Rahasia Kulit Kencang Alami, Ini yang Perlu Diketahui

Senin, 10 Agu 2026 14:23 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com – Kulit kencang sering dianggap sebagai salah satu tanda kulit yang sehat, bukan sekadar soal penampilan. Seiring bertambahnya usia, produksi k…

Bali Bukan Cuma Pantai, Ini Aktivitas Sehat yang Wajib Dicoba

Bali Bukan Cuma Pantai, Ini Aktivitas Sehat yang Wajib Dicoba

Senin, 10 Agu 2026 14:20 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:20 WIB

SURABAYAPAGI.com – Selama ini Bali identik dengan pantai berpasir putih, sunset di Uluwatu, atau deretan beach club yang ramai pengunjung. Padahal, di balik c…

Freelancer Makin Eksis, Ini Cara Manfaatkan Peluangnya

Freelancer Makin Eksis, Ini Cara Manfaatkan Peluangnya

Senin, 10 Agu 2026 14:18 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com – Jumlah pekerja lepas di Indonesia terus bertambah setiap tahun. Dari penulis, desainer grafis, hingga konsultan pemasaran, profesi freelance …

Tren Penggunaan Material Logam untuk Hunian Modern 2026

Tren Penggunaan Material Logam untuk Hunian Modern 2026

Senin, 10 Agu 2026 14:14 WIB

Senin, 10 Agu 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com – Rumah-rumah baru tahun ini punya satu kesamaan: logam tak lagi sekadar menjadi struktur yang tersembunyi di balik dinding. Besi, baja, h…

Biaya Dinilai Mahal, Dua Proyek Desa Gempolklutuk Diduga Jadi Ajang Korupsi

Biaya Dinilai Mahal, Dua Proyek Desa Gempolklutuk Diduga Jadi Ajang Korupsi

Senin, 10 Agu 2026 13:34 WIB

Senin, 10 Agu 2026 13:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Proyek pemeliharaan jalan paving di RT 08, RW 04 dan pembangunan saluran drainase di RT 01, RW 01 Desa Gempolklutuk, Kecamatan…