SURABAYAPAGI.com, Malang - Seorang pemuda asal Kota Malang, Satrio Suryo sukses menekuni budidaya lobster air tawar yang dipasarkan melalui marketplace hingga meluncur ke restoran dan hotel di wilayah Malang maupun luar daerah (nasional).
"Kirimnya juga ke beberapa daerah lain di luar Jawa Timur, seperti di Bali, Jawa Barat, hingga Jawa Tengah," ujarnya, Senin (02/09/2024).
Setiap minggu, Satrio menjual antara 50-100 kg lobster air tawar. Per kilogram lobster air tawar dibanderol dengan harga berkisar antara Rp 200 ribu sampai Rp 250 ribu. Harga tersebut tergantung ukuran lobster.
Jika panen raya bisa menyetor 100 kilogram per pekan. Artinya jika dikalkulasikan per pengiriman ke konsumen paling sedikit 30 kilogram saja, dia mendapat pemasukan Rp7,5 juta per minggu, jika per bulan bisa mencapai minimal Rp 30 juta.
Satrio sendiri pertama menekuni budidaya lobster air tawar sejak tahun 2006. Menurutnya, untuk membudidayakan lobster air tawar terbilang cukup mudah.
"Selain mudah perawatannya, masa kawin lobster air tawar sangat cepat. Satu minggu sampai satu bulan bisa bertelur 300 sampai 500 telur," tuturnya.
Dimulai dari menyiapkan sepasang indukan lobster yang kemudian dikawinkan. Proses perkawinan diperkirakan memakan waktu sekitar satu minggu, dengan memanfaatkan kolam yang ada di halaman rumahnya.
"Ketika sudah menjadi buraya itu nanti kita pindah ke kolam pembesaran. Nanti tinggal nunggu beberapa bulan hingga besar dan siap dipasarkan," sambungnya.
Suryo memisahkan lobster yang masih anakan dengan indukan. Lobster yang masih kecil diletakkan di semacam pipa dengan arus gelembung di air, supaya udara bisa masuk ke dalamnya.
Tidak hanya untuk dikonsumsi, lobster air tawarnya memilik warga yang unik sehingga bisa untuk hewan peliharaan. Ia menuturkan bahwa di Lobster Air Tawar Malang miliknya bisa melayani masyarakat yang ingin melakukan budidaya. ml-01/dsy
Editor : Desy Ayu