BNPB dan Australia Fokus Tingkatkan Edukasi Bencana untuk Penyandang Disabilitas Jatim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi megathrust dan bencana lainnya di Jawa Timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bekerja sama dengan Pemerintah Australia melalui Program Siap Siaga menaruh perhatian khusus pada pelatihan tanggap darurat bagi penyandang disabilitas. Dari 3 hingga 5 September 2024, kegiatan pemantauan dan edukasi ini digelar di empat daerah rawan bencana: Pacitan, Sampang, Pasuruan, dan Lumajang.

Raditya Jati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, menegaskan pentingnya memberikan pelatihan khusus kepada kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

“Bencana seringkali membawa dampak lebih besar pada kelompok rentan. Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa mereka tidak hanya menjadi penerima dampak, tetapi juga menjadi bagian dari solusi dengan kemampuan untuk merespons bencana secara efektif,” ujarnya.

Program ini tidak hanya melibatkan penyandang disabilitas, tetapi juga masyarakat luas di daerah rawan bencana. Lucy Dickinson, Team Leader Siap Siaga, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan seluruh masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana.

“Kami berfokus pada inklusivitas, memastikan bahwa setiap elemen masyarakat, terutama yang paling rentan, memiliki akses yang setara terhadap informasi dan pelatihan penanggulangan bencana,” katanya.

Di sisi lain, Steve Scott, Head of Post Konsulat Jenderal Australia di Surabaya, menekankan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari komitmen kedua negara dalam menghadapi ancaman perubahan iklim dan bencana alam. 

"Edukasi dan pelatihan ini diharapkan mampu menekan risiko dan kerugian yang mungkin terjadi, serta memperkuat ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana," tuturnya.

Gatot Soebroto, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur, menyebutkan bahwa melalui pembentukan Desa Tanggap Bencana (Destana) dan Kecamatan Tanggap Bencana (Kentana), telah terbukti bahwa kesiapsiagaan yang baik dapat menyelamatkan nyawa. 

“Pengalaman dari bencana erupsi Semeru tahun 2022 menunjukkan bahwa pelatihan dan edukasi yang tepat bisa mengurangi korban jiwa secara signifikan,” ungkapnya.

Dengan berbagai langkah ini, BNPB dan Pemerintah Australia berharap dapat meningkatkan resiliensi masyarakat di Jawa Timur, sehingga siap menghadapi potensi bencana di masa depan, khususnya megathrust. Program ini diharapkan menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia untuk mengadopsi strategi penanggulangan bencana yang inklusif dan efektif. Zisti

Berita Terbaru

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Tingkat Hasil Panen Petani Desa Tanjekwagir Dapat Bantuan Traktor Roda Empat.

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 10:45 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Harapan petani Desa Tanjekwagir Kecamatan Krembung untuk meningkatkan hasil pertanian akhirnya terwujud. Pada Kamis (25/6) Dinas P…

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Tiga komplotan Curas di bekuk Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 09:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Satreskrim Polres Blitar Kota dalam waktu singkat berhasil ungkap dan tangkap komplotan pelaku Curas,setelah pihak korban dari A…

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat Berkah, Antusiasme Warga Ingin Mengusap Kepala Anak Yatim

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

Jumat, 26 Jun 2026 06:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya, – ADA kebiasaan unik setiap tanggal 10 Muharam yaitu muliakan Anak Yatim. Banyak umat muslim rutin menggelar acara santunan komunal …

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…