SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pada Wisuda ke-86 Petra Christian University (PCU), sejumlah mahasiswa akhir tidak hanya menuntaskan masa studi mereka dengan predikat cumlaude, tetapi juga berhasil mengembangkan inovasi ramah lingkungan yang memberikan solusi nyata bagi permasalahan sampah dan limbah. Karya-karya mereka menunjukkan komitmen untuk menciptakan produk yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat serta lingkungan.
Salah satu inovasi datang dari Ingrid Georgina Henriette Payangan, lulusan Interior Design PCU asal Sorowako, Sulawesi Selatan. Melalui karyanya yang berjudul Perancangan Produk Aksesoris Interior dari Limbah Ampas Kopi dan Sabut Kelapa, Ingrid menciptakan serangkaian lampu gantung, berdiri, dan meja yang memanfaatkan limbah kopi dan sabut kelapa.
"Indonesia adalah salah satu produsen limbah organik terbesar, tapi sayangnya, pengolahan limbah ini masih minim. Dengan karya ini, saya ingin memperlihatkan bahwa limbah bisa diolah menjadi produk yang berguna dan memiliki nilai estetis," jelasnya, Kamis (05/09/2024).
Karya inovatif ini mengantarkan Ingrid meraih predikat cumlaude, dan ia berharap bisa menginspirasi orang lain untuk memanfaatkan potensi limbah organik dalam desain interior.
Selain Ingrid, Fona Jeannice Sutedja, lulusan Textile and Fashion Design PCU, juga memanfaatkan limbah untuk karyanya. Fiona merancang busana ready-to-wear dari kain perca dan denim yang dinamai FIOJEANS. Dengan pendekatan upcycling, ia berhasil menciptakan produk fashion yang tidak hanya stylish tetapi juga ramah lingkungan.
"Industri fashion menghasilkan limbah yang sangat besar, dan banyak materialnya sulit terurai. Dengan karya ini, saya ingin menunjukkan bahwa kita bisa memanfaatkan sisa bahan untuk menciptakan produk yang estetis dan berkelanjutan," ungkap Fiona. Lewat karya ini, Fiona juga meraih predikat cumlaude.
Sementara itu, dalam bidang arsitektur, Alexander Anderson Meidianto menciptakan gagasan arsitektur hijau berupa apartemen yang memadukan elemen alam dan teknologi untuk mengurangi efek Urban Heat Island di Surabaya. Karyanya, yang mengintegrasikan pencahayaan alami dan ventilasi, menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan listrik dan menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan sehat.
Melalui karya-karya ini, para mahasiswa akhir PCU telah menunjukkan bahwa kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan bisa berjalan beriringan, memberikan solusi inovatif untuk menghadapi tantangan global terkait limbah dan perubahan iklim. Zisti
Editor : Desy Ayu