SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Warga dari seluruh dusun di desa Torbang, Kecamatan Batuan, Sumenep menggelar ritual Tatorbangan sebagai wujud rasa syukur atas hasil bumi dan sekaligus sebagai simbol kesetiaan masyarakat kepada pemerintah setempat.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo menjelaskan, ritual Tatorbangan ini merupakan tradisi masyarakat Torbang yang sudah lama ada namun sudah sangat jarang dilaksanakan. Baru pada tahun 2023, tradisi ini kembali dihidupkan dan menjadi bagian dari kalender event Sumenep.
Oleh karenanya, setelah menemukan momentumnya kembali, orang nomor satu di lingkungan Pemkab Sumenep ini berharap, khususnya kepada generasi muda Desa Torbang untuk terus melestarikan dan menjaga kebudayaan yang dimiliki.
"Ini sebenarnya merupakan ungkapan rasa syukur dan doa bersama, namun dikemas dengan acara budaya. Semoga acara ini dapat terus kita rawat dan lestarikan," ujarnya, Selasa (10/09/2024).
Ritual ini diawali dengan penuangan sumber mata air ke dalam kendi yang diambil dari beberapa titik sumber mata air di desa tersebut untuk digabungkan. Setelah prosesi seserahan selesai, acara dilanjutkan dengan istighosah dan doa bersama sebagai bentuk syukur dan harapan untuk kesejahteraan bersama.
Sedangkan, untuk hasil bumi yang sebelumnya telah diserahkan kepada Bupati Sumenep kemudian oleh hasil.bumi itu dikembalikan kepada masyarakat untuk dinikmati bersama-sama masyarakat lainnya.
Menurutnya, semakin banyak rasa syukur yang kita panjatkan, semakin banyak pula rezeki yang akan diberikan oleh Tuhan. "Hal ini terbukti dari hasil produksi tani yang melimpah, yang nantinya juga akan meningkatkan perekonomian kita," tambahnya.
Lebih lanjut, Bupati Fauzi juga berharap dengan adanya ritual Tatorbangan ke depan dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya mereka yang suka terhadap wisata budaya. sm-01/dsy
Editor : Desy Ayu