Pemkab Mojokerto Segera Relokasi 9 Keluarga Terdampak Tanggul Longsor

author Dwi Agus Susanti

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono bersama Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko melakukan survei rumah layak huni bagi korban terdampak longsor Ngembeh beberapa waktu lalu. SP/ DWI
Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono bersama Sekdakab Mojokerto Teguh Gunarko melakukan survei rumah layak huni bagi korban terdampak longsor Ngembeh beberapa waktu lalu. SP/ DWI

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Relokasi sembilan keluarga di Dusun Ketangi, Desa Ngembeh, Kecamatan Dlanggu, yang terdampak longsornya tanggul Sungai Ngembeh segera terealisasi. Pemkab menyiapkan skema sewa rumah bagi para korban yang telah dianggarkan untuk masa P-APBD saat triwulan akhir tahun nanti.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono menuturkan, skema relokasi tersebut direalisasikan sebagaimana kemampuan anggaran pemda.

Sembilan keluarga terdampak sementara akan disewakan rumah oleh pemkab selama dua tahun. ’’Kita sudah siapkan anggaran (untuk sewa rumah) itu di P-APBD tahun ini. Mudah-mudahan bisa segera terealisasi pada bulan Oktober,’’ ungkapnya.

Kabid Perumahan DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Inayah S.A menambahkan, pihaknya telah menyurvei rumah bagi korban terdampak longsor. Lokasinya masih dalam lingkup Desa Ngembeh.

“Untuk belanja sewa rumah bagi korban tanah longsor tepi Sungai Ngembeh kita anggarkan sebesar Rp 90 juta. Penentuan lokasi kita pertimbangkan warga yang kerjanya tidak jauh dari sana,” jelas Inayah, Rabu (11/09/2024).

Pihaknya membeberkan, rumah sewa tersebut bukan bangunan baru di kawasan perumahan. Melainkan, rumah warga setempat yang disewakan. “Kita koordinasikan dengan pihak desa dan stakeholder terkait, rumah mana saja di sana yang disewakan tetapi layak dihuni sampai beberapa tahun kedepan,” bebernya.

Sebelum direlokasi, lanjut Inayah, ada beberapa tahap yang mesti dilalui. Salah satunya yakni sosialisasi agar relokasi berlangsung optimal.”’Karena relokasi ini baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Mojokerto, prosesnya sangat panjang. Dari bupati sendiri harapannya agar bisa diberikan hibah rumah. Jadi sementara ini disewakan dulu sambil menunggu regulasi selesai kita susun,” papar Inayah.

Di lain sisi, Kepala DPUPR Kabupaten Mojokerto Rinaldi Rizal Sabirin mengatakan, penanganan longsornya tebing dengan ketinggian lebih dari 15 meter dan panjang 300 meter tersebut sedang terus dikoordinasikan dengan BBWS Brantas dan pemerintah pusat. Terlebih, untuk menanggulangi bencana tersebut butuh dana yang tidak sedikit, yakni sekitar Rp10 miliar.

“Karena sungai ini kewenangan BBWS Brantas, kita berusaha berkolaborasi untuk menanganinya. Saat ini baru selesai menghitung kebutuhan anggaran dan rencana penanganan,” katanya.

Disinggung soal target penanganan, pihaknya belum bisa menyampaikan detail lantaran wilayah sungai tidak masuk aset pemkab. “Masih perlu koordinasi dengan berbagai pihak. Anggaran yang dibutuhkan juga cukup besar,” tandas Rinaldi.

Tanggul Sungai Ngembeh di Dusun Ketangi longsor secara bertahap sejak Maret lalu. Setidaknya sembilan rumah warga terdampak terhitung hingga dua bulan setelahnya. Bangunan rumah milik warga tergerus hingga terancam ambruk. Sejak itu sejumlah upaya penanganan darurat dilakukan pemkab. dwi

Berita Terbaru

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Lebih dari 500 Motor Listrik Polytron Dipakai PLN Jatim, Pasar Kendaraan Listrik Meluas

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pasar kendaraan listrik di Jawa Timur menjadi salah satu sasaran ekspansi produsen motor listrik, seiring meningkatnya pemanfaatan k…

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Bocah 5 Tahun Tewas Tenggelam di Sungai Ponorogo, Tubuhnya Tersangkut di Sela Batu

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Seorang bocah berusia lima tahun, Muhammad Tohip Sabilulhaq, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di Sungai Desa N…

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Dukung PRJ Jatim 2026, OT Group Garap Pasar Potensial Konsumen Jatim

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Orang Tua Grub (OT Group) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah dengan berpartisipasi pada ajang P…

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jaga Rasa Aman dan Tenang, Polres Blitar Gelar Suling Kamtibmas bersama Masyarakat

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 16:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polsek Panggungrejo, Polres Blitar, terus meningkatkan kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan Suling Kamtibmas "Subuh…

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Kota Mojokerto Borong Dua Penghargaan Transportasi dari Kemenhub RI

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 15:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Kota Mojokerto meraih dua penghargaan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia atas upaya pengembangan sektor t…

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Lewat Teman Lansia, Pemkab Banyuwangi Pastikan Layanan Sesuai Kebutuhan

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

Jumat, 09 Okt 2026 11:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui program Teman Lansia yang merupakan gerakan memberikan pendampingan kepada mereka, sehingga Pemerintah Kabupaten…