Tak Perlu Pakai Pinjol, Warga Bisa Temukan Solusi Permasalahan lewat Produk Pegadaian

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suasana dalam Pegadaian yang nyaman untuk nasabah.
Suasana dalam Pegadaian yang nyaman untuk nasabah.

i

SURABAYA PAGI, Surabaya- Kebutuhan masyarakat akan dana talangan atau pinjaman untuk beragam keperluan mendorong sebagian orang tergiur dengan iming-iming kemudahan pola pinjaman online atau pinjol. Sayangnya, tidak semua kemudahan yang ditawarkan tersebut berujung pada pemecahan masalah keuangan.

Sebaliknya, pada pihak yang menawarkan pinjol tanpa legalitas kelembagaan atau yang biasa disebut pinjol ilegal justru menciptakan jebakan yang membuat nasabah terjerat dalam hutang yang terus berbunga.

Sejatinya, cukup banyak lembaga keuangan yang menawarkan solusi untuk beragam masalah. Salah satunya, Pegadaian. Tak hanya menawarkan jasa gadai, Pegadaian juga memiliki progam investasi, tabungan, pinjaman konsumtif, maupun pinjaman produktif seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Divisi pemasaran dan penjualan, Departemen Bisnis Support, Ahmad M Romdoni mengatakan, cukup banyak program unggulan dari pegadaian yang dapat menjadi solusi.

"Misalnya untuk gadai, kami tidak hanya melayani gadai emas, tetapi juga ada gadai kendaraan, peralatan elektronik. Ini adalah pinjaman yang sifatnya konsumtif. Sementara untuk pinjaman yang sifatnya produktif bisa melalui KUR," ucap Doni, panggilan akrab Ahmad M Romdoni.

Untuk pinjaman elektronik bisa berupa handphone, laptop, kamera.

"Yang biasanya menggunakan pinjol itu basisnya konsumtif. Pegadaian bisa melayani untuk pinjaman konsumtif ini dengan gadai emas, elektronik maupun kendaraan. Sementara untuk KUR bisa diperoleh tanpa jaminan, namun harus ada usaha yang akan disurvei terlebih dahulu. Dicek kelayakannya dan kemampuan pembayarannya," terang Doni.

Namun dikatakan Doni, nasabah tidak perlu ragu untuk mengajukan pinjaman ke Pegadaian. Pasalnya, lembaga keuangan berlogo timbangan ini, berada di bawah OJK. Artinya, nasabah peminjam otomatis terlindungi hak-haknya.

"Kami senantiasa diawasi oleh OJK. Setiap kami meluncurkan produk, memberi layanan kredit pada nasabah, semua diawasi oleh OJK. Jadi bagi mereka yang ingin menjadi nasabah pinjaman, tidak perlu kuatir dan bisa mengajukan dan jangan lupa untuk memenuhi persyaratan yang ada," ucap Doni.

Segi keamanan dalam layanan OJK tampaknya benar-benar memikat para nasabah. Tebukti, dalam waktu 1 tahun nasabah Pegadaian bertambah signifikan.

"Untuk jumlah nasabah secara nasional mengalami peningkatan. Tahun 2023, jumlah nasabah sebanyak 8,4 juta. Namun di tahun ini, telah meningkat menjadi 9,1 juta," ungkapnya.

Diakui Donny, nasabah Pegadaian memang terbanyak adalah pada program gadai emas. Selanjutnya, diikuti dengan program lainnya, seperti investasi emas dll.

Ini juga sangat tampak saat masa menjelang tahun ajaran baru, anak-anak harus kembali ke bangku sekolah setelah menikmati masa liburan selama beberapa waktu.

"Paling rame, memang saat anak mau masuk sekolah. Nasabah kebanyakan datang untuk menggadaikan emas untuk biaya keperluan sekolah. Nah saat menjelang lebaran juga pegadaian diserbu banyak orang, tetapi mereka ini kebanyakan bermaksud untuk menebus emas yang telah digadaikan sebelumnya," terang Doni.

Fenomena menebus emas yang digadaikan di Pegadaian ini tak lepas dari kebiasaan untuk merias diri di hari Lebaran. Jadi emas ditebus agar dapat orang mempergunakan selama masa Lebaran.

"Biasanya, beberapa hari usai lebaran, orang akan kembali menggadaikan barang dimiliki untuk menutup segala kebutuhan. Namun yang pasti, di masa menjelang masuk sekolah, nasabah banyak yang menggadaikan barangnya. namun di masa jelang lebaran banyak orang menebus barangnya, untuk dipakai selama masa lebaran. Dan selanjutnya biasanya akan digadaikan kembali," papar Doni.

Sementara untuk program investasi emas, meski jumlah nasabahnya tak sebanyak gadai emas, program investasi ini cukup memikat. Misalnya, pada program Menabung Emas, nasabah dapat menabung dengan jumlah uang berapapun dan kapanpun. berbeda dengan program cicilan emas dimana nasabah menyetorkan uang dengan jumlah dan waktu tertentu. Nasabah boleh memilih sesuka hati.

"Pada program Menabung Emas, nasabah dapat menabung dengan jumlah berapapun dan kapanpun. Sedangkan untuk program cicilan emas, nasabah harus menyetorkan uang dengan jumlah dan waktu tertentu. Mau pilih program yang mana? Nasabah boleh memilih sesuka hati," pungkas Doni. (eru)

Berita Terbaru

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Dukung Ekonomi Nasional Melalui Ekonomi Regional, Bank Jatim Perkuat Kolaborasi Antar BPD

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 16:25 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai salah satu pelaku industri perbankan terus berusaha untuk memberikan…

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Selang 48 Jam, Sopir Pickup yang Tabrak Kakek 71 Tahun hingga Tewas, Berhasil Dibekuk

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:49 WIB

SURABAYAPAGI.Com, Blitar- Setelah pihak Unit Laka Polres Blitar Kota lakukan penyelidikan kasus tabrak lari Selasa 27 Oktober 2026 malam, telah berhasil…

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Hari Sumpah Pemuda, KAI Daop 7 Madiun Gelar Aksi Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Kereta Api

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 15:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun peringati Hari Sumpah Pemuda dengan gelar aksi sosialisasi keselamatan…