Kajari Gresik Ingatkan Pengelolaan Dana Desa Sesuai Aturan Berlaku

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kajari Gresik Nana Riana didampingi Camat Kebomas dan Kades Kedanyang saat memberi materi pada acara sosialisasi bertempat di Balai Desa Kedanyang, Jumat (4/10). SP/M Aidid
Kajari Gresik Nana Riana didampingi Camat Kebomas dan Kades Kedanyang saat memberi materi pada acara sosialisasi bertempat di Balai Desa Kedanyang, Jumat (4/10). SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Kejaksaan Negeri (kejari) Gresik berkomitmen membantu pemerintah desa dalam mengawasi pengelolaan dana desa (DD).

"Di Gresik, untuk DD hasil cukai relatif aman. Yang sering bermasalah adalah penggunaan dana CSR. Dan di Gresik kasus seperti itu terbanyak di Kecamatan Manyar, karena di sana  banyak berdiri perusahaan atau industri besar," ujar Kajari Nana Riana di Balai Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, Jumat (4/10).

Kehadiran Kajari Nana Riana di Desa Kedanyang sebagai nara sumber utama dalam kegiatan sosialisasi "Prioritas Penggunaan dan Pengawasan Dana Desa Serta Pendampingan Hukum (Legal Asistensi)."

Kegiatan yang digelar Pemdes Kedanyang itu juga dihadiri Camat Kebomas Tri Joko  Effendy dan 10 orang kepala desa se-Kecamatan Kebomas. Setiap desa juga mengikutsertakan  sekretaris desa, kasi pembangunan, kasi keuangan dan kasi kesra.

Ditegaskan Kajari Gresik, kepala desa itu ibaratnya presiden di wilayahnya. Untuk itu dalam mengelola keuangan desa, dari sumber dana apapun, jangan seperti mengelola keuangan di rumah.

"Harus ada proposal, rincian pemasukan dan pengeluaran. Semua pemasukan desa digunakan secara baik, dan tidak untuk di korupsi tetapi untuk kesejahteraan masyarakat," tegas kajari. 

Diungkapkan, berdasar data Kejaksaan Agung RI, selama kurun 2015-2023 pemerintah pusat telah mengucurkan alokasi dana desa sebesar Rp538 triliun. Dana sebesar itu untuk 74 ribu desa se-Indonesia. Tujuannya untuk memberantas kemiskinan yang mencapai 14 juta orang atau sekitar 12,36 persen dari jumlah warga desa. 

"Tetapi realitanya, roda  perekonomian di desa tidak bergerak. Pengangguran masih tinggi. Kesimpulannya DD belum bisa gerakkan roda perekonomian di desa," tegasnya.

Sementara di Gresik, rentang waktu 2021 sampai 2023, kejari menangani 573 kasus korupsi DD yang semuanya melibatkan kepala desa.

"Tapi faktanya, tersangkanya jauh lebih banyak dari kasusnya. Itu artinya, dalam beraksi korupsi dana desa kades tidak sendirian. Selalu ada orang lain yang terlibat," tambahnya.

Untuk itu, kajari berpesan kepada seluruh kades agar dalam penyusunan penggunaan DD harus sesuai dengan potensi desa, jangan melihat potensi yang dimiliki desa lain karena setiap desa memiliki kelebihan dan kekurangan.

Selain itu, dalam pembelian barang-barang keperluan pembangunan desa, juga diharuskan membeli dari warga yang memiliki toko sesuai kebutuhan pembangunan. Hal ini untuk menggerakkan roda ekonomi warga desa.

"Ada tiga pantangan dalam membuat perencanaan anggaran, agar tidak berpotensi hukum. Jangan membuat anggaran fiktif, jangan dobel anggaran dan jangan markup," tegasnya. 

Sementara Kades Kedanyang Achmad Mustofa mengatakan, tujuan sosialisasi ini agar dalam mengelola dana desa pemdes tetap bisa menjalankan roda pemerintahan desa tetap kondusif, dan sesuai perundang undangan yang berlaku.

Mustofa yang juga Ketua AKD Kecamatan Kebomas berharap, melalui acara ini apalagi dengan hadirnya langsung kajari, nantinya  bisa terjalin komunikasi yang positif antara kades, perangkat dengan pihak kejaksaan.

"Melalui acara ini, bisa kita manfaatkan untuk  menjalin komunikasi antara kades dengan aparat kejaksaan," kata Kades Mustofa.

Camat Kebomas Tri Joko Effendy SH menambahkan Desa Kedanyang berpenduduk cukup besar, apalagi APBDes-nya hampir Rp6 miliar.

Tentu banyak dinamika, antara warga asli dengan pendatang. Sehingga butuh penguatan hukum, agar niat baik pemdes untuk menyejahterakan masyarakat tidak salah langkah.

"Spiritnya mengakomodir kepentingan warga langsung eksekusi. Saya ajak semua yang hadir untuk sharing, dan belajar bareng tapi tidak untuk mencari-cari kesalahan," tutupnya. grs

Berita Terbaru

Terafiliasi Judol, Ribuan Penerima Bansos di Tulungagung Terancam Dicabut

Terafiliasi Judol, Ribuan Penerima Bansos di Tulungagung Terancam Dicabut

Senin, 02 Nov 2026 12:14 WIB

Senin, 02 Nov 2026 12:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Sebanyak ribuan para penerima manfaat bantuan sosial (bansos) di Tulungagung terancam dicabut haknya lantaran kedapatan…

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Diduga Masuk Kamar Kos bersama Perempuan Lain, Oknum Guru di Rowokangkung yang Sudah Beristri Akui Perbuatannya

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:51 WIB

SURABAYAPAGI,  Lumajang- Semboyan “Guru Digugu lan Ditiru” yang memiliki makna bahwa seorang guru harus menjadi sosok yang dipercaya, dihormati, serta menjadi t…

Kurang Waspada, Pemuda 22 Tahun Tewas Terlindas Truk R.10 di Kota Blitar

Kurang Waspada, Pemuda 22 Tahun Tewas Terlindas Truk R.10 di Kota Blitar

Senin, 02 Nov 2026 11:50 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan maut antara Truk R.10 dan pengendara motor di Jalan Kenari Kel. Plosokerep Kec. Sananwetan Kota Blitar pada Minggu 1…

Seragam Gratis Mulai Terdistribusi, Dindik Kota Madiun Siapkan Evaluasi Untuk Tahun Depan

Seragam Gratis Mulai Terdistribusi, Dindik Kota Madiun Siapkan Evaluasi Untuk Tahun Depan

Senin, 02 Nov 2026 11:47 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Keterlambatan distribusi bantuan kain seragam sekolah gratis tahun ini menjadi evaluasi Dinas Pendidikan Kota Madiun. Agar tidak…

Benahi Tata Kelola CSR, Pemkab Bojonegoro Siapkan Skema Penyempurnaan Perda TSP

Benahi Tata Kelola CSR, Pemkab Bojonegoro Siapkan Skema Penyempurnaan Perda TSP

Senin, 02 Nov 2026 11:39 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Sebagai upaya dalam mendorong pembenahan tata kelola Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TSP) atau Corporate Social Responsibility…

Warga Lumajang Was-was, Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Lahar Semeru

Warga Lumajang Was-was, Tanggul Sungai Glidik Jebol Diterjang Lahar Semeru

Senin, 02 Nov 2026 11:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 11:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Derasnya aliran air bercampur material vulkanik dari lahar hujan Gunung Semeru menerjang tanggul Sungai Glidik di wilayah…