Mangkrak 9 Tahun di Era Kepimpinan Mas Abu, Ini Suara Hati Warga eks-Lokalisasi Semampir

author Duchan Prakasa

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Warga Semampir saat mengikuti acara podcast Matasaroja
Warga Semampir saat mengikuti acara podcast Matasaroja

i

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - 9 tahun berlalu, sejak Pemerintah Kota Kediri menggusur kawasan eks Lokalisasi Semampir, hidup masyarakat di RW 5 belum juga pulih. Alih-alih keluar dari masa kelam, kehidupan mereka semakin menderita.

Nur Yanto, dan ratusan kepala keluarga (KK) di kawasan tersebut masih harus terus berjuang, setelah pemerintah ‘merampas’ hidup mereka pada akhir 2016 lalu.

Tidak semua warga disana menjajakan diri atau terlibat langsung dalam bisnis prostitusi itu. Mereka yang berjualan, membuka warung-warung kopi atau sekadar menjadi juru parkir, terdampak dari kebijakan tersebut.

Kini, kehidupan layak yang dijanjikan pemerintah hanya menjadi mimpi buruk bagi mereka. Pelatihan tanpa adanya pendampingan, bantuan modal dan pemasaran, menurut warga hanya sia-sia.

“Saya mohon dengan sangat kepada pemerintah, kepada wakil rakyat semoga ada perhatian terutama untuk masyarakat Semampir di RW 5 RT 31,” pinta Nur Yanto, dalam acara diskusi Mata Saroja, episode Suara Hati Warga eks Lokalisasi Semampir, yang tayang di YouTube, pada Jumat (18/10/2024).

Hadir dalam diskusi itu, Ayub Wahyu Hidayatullah, anggota DPRD Kota Kediri dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Kepada Ayub, Nur Yanto melanjutkan, saat ini dia bersama keluarganya sedang tertatih untuk mencari penghidupan yang layak. Termasuk warga disana, yang masih kesulitan untuk sekadar mencari makan.

“Rumah digusur, saya terima duit semua Rp 7,5 juta, terima 2016. Saya buat kontrak (rumah), nyambung umur, dua bulan sudah habis,” keluhnya.

Nur Yanto pun tak menampik, masih ada warga yang kembali menjadi wanita penghibur. Mereka rela bekerja hingga dini hari demi bertahan hidup.

“Teman-teman saya yang menderita, selain saya masih banyak banget. Purel-purel itu saya kasian, setiap malam cari makan. Pulang jam 02.00-03.00 WIB. Setiap hari saya tidak bisa tidur. Saya kasian. Semoga pemerintah memberikan perhatian lebih,” jelas Nur Yanto yang kini berusia 81 tahun.

Selain makan, tempat tinggal juga menjadi problem bagi mereka. Tanah yang dulunya tergusur, statusnya belum jelas hingga saat ini.

Asa sebenarnya sempat muncul saat itu. Janji pemerintah, mereka akan hidup lebih baik dengan meninggalkan dunia kelam itu.

Namun, pelatihan-pelatihan kerja yang diberikan tidak dibarengi dengan pendampingan dan modal. Mereka juga sangat terbatas dalam fasilitas pemasaran sehingga produk yang mereka hasilkan tidak terjual atau jasa-jasa mereka yang akhirnya tidak berguna.

“Pendampingan tidak ada, kalau pelatihan memang ada. Tapi pelatihan cuma pelatihan, habis dilatih dikasih alat. Habis dikasih alat tidak ada apa-apa lagi. Modal tidak dikasih, pemasaran tidak dibantu,” saut warga lain.

Ayub pun berjanji akan membawa persoalan ini pada pemerintah. Dia pun sepakat bahwa persoalan sosial di kawasan eks Lokalisasi Semampir itu perlu segera diselesaikan. Terlebih mereka yang sudah bertahun-tahun hidup menderita.

“Saya berharap, tidak hanya pada manusia, pada binatang pun kita harus peduli. Lebih-lebih manusia. Bahkan, ada cerita nyuwun sewu karena peduli terhadap anjing yang mau mati kehausan, seorang wanita asusila mungkin sepanjang hidupnya dia tidak pernah berbuat baik, dengan amalan ini panasnya neraka langsung dingin,” kata Ayub.

“Saya berharap Pemerintah Kota Kediri membela orang-orang yang teraniaya tertindas,” lanjutnya.

Ayub memiliki ide untuk menyulap Semampir yang berada di pinggiran Sungai Brantas itu sebagai pusat kuliner. Warga bisa bekerja disana.

“Jangan sampai ini yang menikmati konglomerat, para pemilik modal,” tandas Ayub.

Sementara itu, Supriyo pemandu dalam talkshow itu juga menegaskan betapa pentingnya kehadiran pemerintah di tengah-tengah mereka. Banyak cara yang bisa dilakukan, seperti Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menutup lokalisasi Dolly.

“Saya dari komponen LSM yang waktu itu ada mendampingi kalian semua, berjuang mempertahankan hak-haknya dari salah satu kebijakan yang dalam tanda kutip mustahil untuk dilawan. Padahal kalau mau cerdas tidak perlu dengan cara seperti itu ada pendekatan humanis yang bisa menguntungkan semua pihak,” kata Supriyo.

Menurut Supriyo banyak lahan yang bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan mereka kembali. Daripada hanya sekadar ditanami pohon-pohon.

“Hari ini tidak ada satupun kebijakan yang punya nilai prospek. Ini ada lahan sekian hektar mau diapakan biar warga Semampir tidak meninggal mengenaskan,” tegasnya.

Pria yang juga aktivis ini mencotohkan, jika mereka awalnya adalah pedagang, kemudian diminta untuk menjahit tanpa diberi pasar, hal ini akan terasa percuma.

“Kalau saya dengar curhatan orang-orang, masih tersisa, coro wong Jowo balungan lungkrah, tulang-tulang berserakan, setelah rumah disikat habis, hak atas kepemilikan belum selesai. Saya juga mendengar ada propaganda-propaganda nanti akan dibangun ini, nanti akan dibuatkan usaha. Sampai detik ini janji tinggal janji. Saya yakin sampai detik ini luka itu masih ada di warga eks lokalisasi Semampir,” jelas Supriyo. 

“Mereka bukan tukang jahit, ini contoh ya, mereka ini bukan pedagang pasar, hanya pedagang kue asalnya, suruh jahit tapi tidak diberi pasar akhire njahit sikile dewe,” Supriyo mencotohkan. Can

Berita Terbaru

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Tim Tipikor Enam Jam di Kantor PDAM Kota Madiun, Klarifikasi Laporan Meter Air

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 22:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satreskrim Polres Madiun Kota mendatangi kantor PDAM Tirta Taman Sari Kota Madiun, Jumat (…

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Ponorogo Perkuat Komitmen 3M Untuk Pekerja

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 18:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo— Suasana berbeda terlihat di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ponorogo, Jumat (4/9/2026). Puluhan peserta yang datang untuk m…

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Dorong Transformasi Layanan Lewat AI, PLN UID Jatim Kantongi Empat Penghargaan

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:56 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur meraih empat penghargaan dalam ajang Surabaya Marketing Week 2026. Capaian t…

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

KAI Daop 7 Madiun Tunjukkan Tren Positif, Sepanjang Agustus 2026 Stasiun Blitar Melayani 140.340 Pelanggan

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 17:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kinerja core business PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 7 Madiun, angkutan penumpang terus menunjukkan tren positif. Selama…

Tingkatkan Daya Saing Produk, Anggota DPR RI Dorong UMKM Surabaya Ber-SNI

Tingkatkan Daya Saing Produk, Anggota DPR RI Dorong UMKM Surabaya Ber-SNI

Jumat, 04 Sep 2026 16:12 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 16:12 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendorong percepatan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) di kalangan pelaku usaha mikro, k…

Giat Jumat Berkah, Polres Blitar Hadirkan Beragam Layanan Gratis dan Dialog Kamtibmas untuk Masyarakat

Giat Jumat Berkah, Polres Blitar Hadirkan Beragam Layanan Gratis dan Dialog Kamtibmas untuk Masyarakat

Jumat, 04 Sep 2026 13:42 WIB

Jumat, 04 Sep 2026 13:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar terus tingkatkan pelayanan kepada masyarakat melalui kegiatan Jumat Berkah, kalini di gelar di halaman Masjid Baitu…