SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Dalam rangka mengedepankan faktor keamanan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali akan melakukan perbaikan Jembatan Semampir yang dilaksanakan pada Bulan Maret 2025.
Oleh karena itu, guna mendukung kegiatan tersebut serta menindaklanjuti hasil Rapat Pembahasan Rencana Penutupan Jembatan Semampir, Pemkot Kediri bersama jajaran dinas terkait menggelar Rakor Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas dalam Rangka Pengujian Pembebanan, Rencana Pemortalan, dan Penggantian Jembatan Semampir Kota Kediri.
Bagus Alit, Sekretaris Daerah Kota Kediri menjelaskan upaya perbaikan tersebut perlu dilakukan lantaran jembatan yang telah berusia 32 tahun itu mengalami defleksi yang melebihi batas maksimal.
“Berdasarkan laporan, Jembatan Semampir mengalami defleksi lebih dari 1/800 l, dikhawatirkan kalau kendaraan besar melintas di situ akan terjadi musibah. Oleh sebab itu atas dasar keamanan pemerintah melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur - Bali akan memperbaiki Jembatan Semampir,” terangnya.
Sebelum dilakukannya perbaikan, terlebih dahulu akan melakukan uji pembebanan yang mengharuskan penutupan total pada Jembatan Semampir. Uji pembebanan jembatan atau loading test tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 21 s.d. 27 Oktober 2024. Selanjutnya, dilakukan pemortalan atau pembatasan kendaraan khusus untuk bus dan angkutan barang pada minggu ke-4 Bulan Oktober 2024 s.d. Maret 2025. Kemudian dilakukan penutupan total pada Bulan Maret 2025.
Dalam kesempatan bersamaan, Didik Catur, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri menyampaikan bahwa untuk mendukung kegiatan tersebut, pihaknya telah menyiapkan rekayasa lalu lintas selama dilakukannya pembatasan kendaraan Jembatan Semampir.
“Sebelum dilakukan pembatasan kendaraan, kami sudah mempersiapkan rambu-rambu alternatif pengalihan arus dan road barrier. Di samping itu juga mengusulkan marka ke BPTD sebagai dampak penutupan Jembatan Semampir,” tandasnya.
Berikut ini daftar jalur yang dapat dilalui bus dan angkutan barang: Surabaya menuju Tulungagung melewati jalur Jl Mayor Bismo – Jl. Mayjend Sungkono – Jl. Diponegoro – Jl. Hasanudin – Jl. Teuku Umar – Jl. Ahmad Yani – Jl. Letjend Suprapto – Jl. DI. Panjaitan – Jl. Kapten Tendean – Jl. Supersemar – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Sersan Suharmaji.
Untuk jalur Tulungagung – Kertosono – Surabaya melewatu jalir Tulungagung – Jl. Sersan Suharmaji – Jl. Perintis Kemerdekaan – Jl. Super Semar – Jl. Kapten Tendean – Jl. Letjen Supratman – Jl. MT Haryono – Jl. Brigjen Katamso – Jl. PB Sudirman – Jl. Yos Sudarso – Jl. Mayjend Sungkono – Jl. Mayor Bismo – Surabaya.
Melalui upaya tersebut diharapkan proses pembangunan Jembatan Semampir dapat berjalan dengan lancar, dan bisa menjadi penghubung mobilitas masyarakat. Can
Editor : Moch Ilham