Gebyar Musim Giling Tebu, Adhy Karyono Ajak Pelaku Produksi Gula Fokus Tingkatkan Kualitas Produksi Gula

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono saat menghadiri acara gebyar musim giling gula di Sidoarjo, Rabu (6/11/2024). Foto/Humas Pemprov
Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono saat menghadiri acara gebyar musim giling gula di Sidoarjo, Rabu (6/11/2024). Foto/Humas Pemprov

i

SurabayaPagi, Sidoarjo - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono mengajak seluruh komponen pelaku produksi gula untuk fokus meningkatkan kualitas produksi gula. Sehingga ke depannya dapat mewujudkan swasembada gula sekaligus mempertegas posisi Jatim sebagai lumbung gula. 

Hal tersebut disampaikan secara langsing oleh Pj. Gubernur Adhy saat menghadiri pertemuan koordinasi dan gebyar musim giling gula di Sidoarjo, pada Rabu (6/11/2024).

"Pada kesempatan ini, kami mengajak seluruh komponen pelaku produksi gula yang didukung lembaga penelitian, perguruan tinggi, lembaga keuangan untuk lebih fokus pada peningkatan kualitas produksi yang diikuti dengan daya saing produk yang tinggi pula," ujar Adhy.

Adhy melanjutkan, hadirnya tiga unsur yang meliputi petani tebu, perwakilan seluruh pelaku produksi gula dari unsur pabrik gula serta pemerintah provinsi Jatim menjadi momen yang tepat untuk menentukan keberhasilan industri gula di Jatim yang mana bahan bakunya berbasis tebu rakyat. 

Ketiga elemen tersebut, sambung Adhy, bersinergi sehingga mampu meningkatkan produksi gula di Jatim. Sinergitas tersebut semakin menguat setelah pemerintah provinsi Jatim mencanangkan Pergub Nomor 87 Tahun 2014. Pergub ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2023 tentang Percepatan Swasembada Gula dan Penyediaan Bioetanol. 

"Melalui aturan tersebut, kontribusi provinsi Jatim dari tahun ke tahun pada kisaran 50 persen dari produksi gula nasional," tuturnya. 

Tercatat pula, selama musim kemarau tahun 2024, produksi tebu provinsi Jatim diprediksi lebih tinggi dari tahun 2023, yakni mencapai 1,127 juta ton. Sedangkan produksi gula nasional menurut beberapa pengamat diprediksi lebih rendah atau sama dengan tahun 2023 sebesar 2,271 juga ton. 

"Sementara stok gula kristal putih di Jatim per tanggal 15 Oktober 2024 sebanyak 669.224 ton. Rinciannya stok petani sebanyak 59.821 ton, pedagang sebanyak ton, pabrik sebanyak 133.095 ton dan PTPN sebanyak 32.442 ton," urainya. 

Menurut Adhy, saat ini peningkatan produksi gula di Jatim cukup membanggakan. Namun masih banyak hal yang perlu ditingkatkan khususnya rendemen tebu yang dihasilkan masih rendah. Ia pun mencontohkan beberapa negara produsen gula seperti Thailand, rendemennya mencapai 11 persen dan Australia mencapai 13 persen. 

"Rendemen merupakan komponen penting karena rendemen tinggi akan menciptakan biaya produksi rendah dan daya saing yang tinggi," jelasnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil optimistis bahwa Jatim bisa menjadi barometer industri gula nasional. Sebab, luas tanaman tebu di Jatim seluas 229 ribu hektar. 

"Produksi gula provinsi Jatim rata-rata 5 tahun terakhir sebanyak 1,2 juta ton per tahun. Sedangkan produksi gula nasional 2,2 juta ton. Kurang lebih 50 persen kontribusi Jatim untuk gula nasional," tutupnya. Byb

Berita Terbaru

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

AICECS UNAIR: Menjelajahi Keberagaman Budaya Indonesia dari Surabaya

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:20 WIB

SURABAYAPAG.com, Surabaya - Universitas Airlangga sedang menggelar event AICECS, Airlangga International Cultural Environmental Community Service sebagai wadah…

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

45 Lapak PKL di Telaga Ngebel Ponorogo Terancam Dibongkar, Pedagang Keluhkan Minim Sosialisasi

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Sebanyak 45 tempat usaha milik pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terancam d…

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Pegiat Lingkungan Desak Eksplorasi Geotermal Ngebel Dihentikan, Khawatir Picu Krisis Air

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 13:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Rencana eksplorasi panas bumi atau geotermal di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, J…

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…