Marak Bundir di Kampus, Unusa Prioritaskan Kesehatan Mental Mahasiswa

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYA PAGI, Surabaya - Maraknya beberapa kasus mengakhiri hidup dengan motif yang sama yakni di lingkungan Kampus, menanggapi hal itu, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menekankan kesehatan mental dengan mengelar 4TH HEALER International Seminar bertajuk Explore The Intersection of Abuse and Psychosocial Well-Being, pada Kamis, (14/11/2024).

Merry Sunaryo, dosen Fakultas Kesehatan Unusa, sekaligus sebagai narasumber kegiatan itu menegaskan bahwa pihaknya emiliki misi meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu kesehatan mental serta cara pencegahannya.

Ia mengungkapkan, maraknya kasus ekstrem yang terjadi di lingkungan kampus menunjukkan urgensi untuk mengedukasi mahasiswa agar lebih tanggap terhadap kondisi mental mereka.

"Masalah mental saat ini sudah menjadi isu yang sangat mendesak. Banyak mahasiswa mengalami tekanan yang berujung pada tindakan ekstrem. Seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang kesehatan mental, bagaimana cara mencegah masalah tersebut, dan langkah-langkah apa yang bisa diambil jika mereka atau teman mereka mengalami gangguan mental," kata Merry.

Lebih lanjut, Merry mengaku pihaknya akan terus berinovasi yang berdampak langsung pada kesejahteraan psikologis mahasiswa.

Merry juga menekankan pentingnya para mahasiswa membuka diri terhadap konsultasi dengan profesional, seperti psikolog, sebagai bentuk dukungan terhadap kesehatan mental yang sehat.

"Kami harapkan, kalau memang (mahasiswa) punya masalah pribadi, atau masalah kuliah, atau masalah yang lain sebagainya, sudah tidak bisa diselesaikan, ayo kita melapor atau berkonsultasi, atau mungkin kasarnya kita ya berkonsultasi ke psikolog," paparnya.

Ia menyampaikan, berkonsultasi bukanlah tanda kelemahan, tetapi langkah bijak dalam menghadapi masalah.

"Berkonsultasi ke psikolog bukan berarti gila. Justru ini yang kita butuhkan. Terkadang, berbagi cerita dengan teman dekat malah menambah risiko, sementara dengan psikolog, kita mendapatkan penanganan yang tepat," tukasnya.

Di sisi lain, Ajeng Harlika, Psikolog dari UPT PPA DP3AK Provinsi Jawa Timur, menyoroti hubungan erat antara kekerasan, baik fisik maupun psikis dengan gangguan mental.

"Kalau kita amati, para pelapor seringkali datang dengan kondisi depresi berat karena tekanan dari keluarga sendiri. Hal ini diperburuk oleh stigma masyarakat yang menganggap korban pelecehan atau kekerasan seksual sebagai aib jika berani speak up," ujar Ajeng.

Ia pun berharap melalui kegiatan seperti ini, para mahasiswa dapat menjadi agen perubahan untuk mengubah stigma tersebut serta mampu membangun ketahanan mental dalam menghadapi tantangan hidup.

Ajeng berharap Unusa menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain untuk mengadakan program serupa, demi menciptakan lingkungan yang lebih peduli pada kesejahteraan psikologis generasi muda.

"Semoga ke depannya semakin banyak sosialisasi serupa agar anak muda lebih peduli terhadap kesehatan mental mereka. Ini penting untuk masa depan mereka," pungkasnya.Lni

Berita Terbaru

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

IHSG Ditutup Menguat Didukung Neraca Perdagangan Lebih dari Ekspektasi

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:03 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin sore ditutup menguat didukung oleh data neraca perdagangan domestik…

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Tegaskan Tak Ekspor Listrik ke Singapura, Bahlil: Izin di ESDM, Bukan Danantara

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 07:01 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia,…

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Menperin Dorong Pemanfaatan Momentum Positif Industri Nasional

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:59 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk memanfaatkan momentum positif prospek…

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

50-60 Juta Ton Batu Bara RI Diduga Transit di Singapura

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:57 WIB

SURABAYAPAGI.com - Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno mengatakan sebanyak 50-60 juta ton batu bara yang diekspor Indonesia…

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Istri Sah Dwi Bagus Baru Tahu Suaminya Sudah Nikah Siri selama Dua Tahun

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Martha Amalia Ifl ahah, istri sah Dwi Bagus Martono, mengaku baru mengetahui suaminya memiliki istri siri yang telah dinikahi selama …

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Pemakzulan Gibran Tak Jatuhkan Prabowo

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

Selasa, 03 Nov 2026 06:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pakar Hukum Tata Negara, Denny Indrayana, menegaskan wacana pemakzulan (impeachment) terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka…