Debat Kedua Pilwali Surabaya, Eri-Armuji Ditantang Tuntaskan Persoalan Kota Surabaya

author Al Qomaruddin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Eri Cahyadi dan Armuji dalam debat perdana Pilwali Kota Surabaya, 16 Oktober 2024 lalu. SP/Alqomar
Eri Cahyadi dan Armuji dalam debat perdana Pilwali Kota Surabaya, 16 Oktober 2024 lalu. SP/Alqomar

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Kamis (21/11/2024) malam nanti, KPU kota Surabaya akan menggelar debat publik Pemilihan Wali Kota Surabaya yang kedua. Debat kedua itu akan dilaksanakan di Hotel Grand Mirama Darmo, Kamis (21/11) malam.

Komisioner KPU Surabaya Subairi mengatakan debat kedua Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali kota Surabaya digelar dengan durasi 120 menit. “Rinciannya, 90 menit on air, 30 menit off air (iklan layanan masyarakat),” katanya, Rabu (20/11/2024).

Subairi menerangkan dalam debat ini ada lima sub tema yaitu, penataan ruang dan integrasi moda transportasi menuju kota dunia, problematika sosial dan potensi budaya lokal, ekonomi digital dan keberpihakan pada UMKM.

Sedang untuk sub tema berikutnya adalah ketenagakerjaan dan peningkatan kompetensi SDM serta pembangunan lingkungan yang berkelanjutan.

“Masing-masing sub tema ada dua amplop berisi pertanyaan. Paslon akan memilih satu dan itu yang akan dipertanyakan untuk dijawab,” terangnya.

 

Pertanyaan Warga

Bahkan, lanjut Subairi, KPU Kota Surabaya sudah mengumpulkan pertanyaan warga untuk diberikan dalam debat Pilwali Surabaya yang kedua ini.

“Nanti di segmen lima ada pertanyaan panelis yang diambil dari pertanyaan warga dipilih dua yang sudah kami buka melalui email,” kata Subairi.

Menurut Subairi, pertanyaan itu berasal dari para panelis dan ada pula pertanyaan dari masyarakat yang dipilih oleh panelis. Adapun panelisnya adalah Dr Agus Machfud Fauzi, M.Si (Unesa), Lutfi Saksosno Spd Mpd (Unesa) dan Dr Sasongko Budisysetyo CPA CPMA, (Universitas Hayam Wuruk).

Selain itu ada dua panelis lagi yakni Dr Sri Settadji SH MHum (Untag) dan Dr Yusuf Amrozi M.MT (Uinsa).

Subairi menjelaskan debat publik ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama dari pasangan calon (paslon). Dikatakan, KPU Surabaya memfasilitasi ada tiga kali debat publik, namun paslon menyepakati dua kali. “Apakah itu boleh? Boleh. Anggaran sisa (debat publik) nanti dikembalikan ke negara,” jabar dia. alq/rmc

Berita Terbaru

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kopdes Bikin Biaya Penalti Rp 100 Juta ke Calon Manajer

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ada ketentuan biaya penalti Rp 100 juta pada Seleksi Pengadaan SDM Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah…

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Menteri Pariwisata, Koleksi Mercedes-Benz G63 Senilai Rp 8,8 Miliar

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menteri Pariwisata RI Widiyanti Putri telah melaporkan harta kekayaan terbarunya. Dalam laporan paling anyar itu, Widiyanti…

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Grammy Awards, juga Hargai Kategori R&B dan Folk

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pihak penyelenggara ajang Grammy Awards mengumumkan penambahan kategori penampilan musik pop Asia terbaik, buat ngerayain rilisan…

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Jumat Berkah: Tahun Baru Islam Vs Masehi

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Tahun Baru Islam, yang baru kita peringati, lebih berfokus pada perenungan spiritual dan muhasabah (evaluasi diri) dibandingkan…

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Hotel Sultan Jakarta, Dieksekusi Saat Masih Ada Tamu Hotel

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Eksekusi hotel Sultan di Jakarta, Kamis (18/6) diwarnai kericuhan dan keunikan. Ricuh ada ratusan masa menghadang. Unik, saat…

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Manuver dari Pengacara Senior Bela Eks Pejabat BGN

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Kamis, 18 Jun 2026 23:00 WIB

Karena Pak Sony tidak jujur. Sebelumnya bersumpah bersih. Tapi info beberapa orang, Sony menerima uang dari Asep secara rutin." Elza Syarief,…