Harga Jagung di Tingkat Petani Jombang Anjlok hingga Rp 3 Ribu per Kilogram

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani jagung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG
Ilustrasi. Petani jagung di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. SP/ JBG

i

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Momen panen raya di wilayah Jombang, Jawa Timur nampaknya tidak membuahkan hasil yang maksimal. Para petani jagung pun harus gulur tikar dengan harga komoditas tersebut yang anjlok total di tingkat petani.

Harga tersebut merosot tajam dibandingkan tahun sebelumnya, di mana harga jual jagung basah menyentuh harga 4.800 per kilogram. Sementara dengan jagung pipilan kering sekitar Rp  6.000 per kilogram. Kondisi ini menjadi pukulan telak bagi petani.

”Sekarang jagung basah hanya sekitar Rp 3.000, sementara kering pipilan hanya sekitar Rp 4.000. Beda jauh dengan panen tahun lalu harganya bagus, jagung basah sampai Rp 4.300,” ungkap Mustari, salah satu petani jagung di Desa/Kecamatan Diwek, Kamis (28/11/2024).

Mustari menuturkan, turunnya  harga panen jagung tak sebanding dengan biaya produksi. Sebab, pengeluaran sejak awal tanam hingga menjelang panen, petani harus mengeluarkan hingga jutaan rupiah.

”Hitungan untuk biaya tanam yang dikeluarkan oleh petani untuk sawah seluas 1.400 meter persegi butuh sekitar Rp 1,5 juta. Itu belum termasuk kebutuhan pupuk dan obat-obatan. Terlebih kalau menggunakan pupuk nonsubsidi. Obat-obatannya juga mahal sekarang,” bebernya.

Kendati demikian, ia tetap bersyukur lantaran jagung miliknya selama ini bebas dari serangan hama maupun penyakit. ”Untuk tanaman jagungnya bagus. Cuma harganya yang tidak bagus dibandingkan tahun kemarin. Semoga pemerintah ikut memperhatikan nasib petani,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Jombang Moch Ronny tak menampik, harga jual jagung saat ini mengalami penurunan tajam. Dirinya mengungkapkan, faktor pertama karena saat ini memasuki musim panen jagung.

”Kedua faktor hujan. Saat ini panennya musim hujan jadi harganya berbeda dengan tahun sebelumnya yang panennya tidak hujan. Sehingga proses penjemuran menjadi lama dan kualitas jagung kurang baik karena kadar air tinggi,” katanya.

Dirinya mengaku, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Bulog untuk membeli jagung petani. Pada saat itu Bulog berencana membeli dengan harga Rp 5 ribu per kg untuk jagung pipilan. Pihaknya juga telah melakukan berkoordinasi dan menanyakan harga pembeli swasta. jb-01/dsy

Berita Terbaru

Gedung Baru 8 Lantai RSI Siti Aisyah Diprotes Warga, DPRD Akan Panggil Manajemen 

Gedung Baru 8 Lantai RSI Siti Aisyah Diprotes Warga, DPRD Akan Panggil Manajemen 

Senin, 23 Feb 2026 12:28 WIB

Senin, 23 Feb 2026 12:28 WIB

‎‎SURABAYA PAGI, Madiun- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun bakal memanggil manajemen RSI Siti Aisyah, dalam waktu dekat. Pemanggilan ini men…

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Cuaca Ekstrem Picu Trip Transmisi, PLN UIT JBM Pastikan Sistem Bali Aman dan Terkendali

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 23:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PLN UIT JBM memastikan sistem kelistrikan Bali telah kembali normal dan stabil setelah gangguan transmisi interkoneksi Jawa–Bali yang t…

Tragisnya Perselingkuhan

Tragisnya Perselingkuhan

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:28 WIB

Rencana Seret Anak ke Komnas HAM Anak, Laporkan Suami ke Bareskrim dan Dorong Pelakor Diperiksa Polda DKI Jakarta     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kasus d…

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Keluh Kesah Penerima Bea Siswa LPDP

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:21 WIB

      Anak Suami Istri jadi WN Inggris       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Viral ungkapan 'cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan' di media sosial, pe…

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Jamaah Umroh Tawaf di Rooftop Gunakan Mobil Golf

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masjidil Haram sangat ramai, terutama menjelang salat Subuh dan saat berbuka puasa, dengan suasana ibadah yang kental. Menjelang…

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

12 Konglomerat AS Percaya, Iklim Bisnis di RI Terus Membaik

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

Minggu, 22 Feb 2026 20:12 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Washington DC - Presiden Prabowo Subianto, dalam kunjungan ke AS, menyempatkan diri bertemu dengan 12 konglomerat Amerika Serikat (AS),…